Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
78.


__ADS_3

Dokter dio memeriksa angel yang terlihat agak tenang di pangkuan adrian, angel berkali-kali meminta adrian untuk tak pernah meninggalkannya.


"Daddy jangan tinggalin angel dad, angel nggak mau di katain anak pembawa sial..."


"Sayang tatap daddy, siapa yang mengatakan jika daddy akan meninggalkan angel?"


"Kata tante itu dan anaknya jika ia akan merebut daddy dari mama dan angel."


Huaaaaa......


Angel kembali menangis saat mengingat, ucapan orang tua teman sekelasnya.


"Apaaa... Mereka mengatakan itu ke angel?"


Amarah zee langsung membludak, saat mendengar perkataan angel.


"Cih... Papi besok zee aja yang ke sekolah angel..


"Sayang, ayolah biarkan abang aja yang mengurus mereka."


"Nggak zee aja, berani sekali mereka menghina putri ku."


Huffff...


Ardhan langsung menghentikan mereka, dan ardhan berkata jika dirinya lah yang akan ke sekolah angel besok bersama daddy nya zee.

__ADS_1


"Biar papi aja yang ke sekolah angel, dan daddy edwind."


Zee maupun adrian langsung menyetujuinya, mereka langsung menatap dokter dio saat dokter dio mendiagnosa angel terkena tipes.


"Sepertinya angel terkena tipes, ia harus di infus. Jika panas nya nggak turun, angel harus di rawat di RS untuk di beri perawatan intensif."


"Angel jarang sakit, tapi jika sekali sakit ia akan seperti ini dokter."


Jelas zee yang terlihat begitu sedih, saat mendengar diagnosa angel.


"Dio tolong segera tangani putri ku, gue nggak mau terjadi sesuatu pada dirinya."


"Kamu tenang dulu rian, sini tangal angel gue pasangan infus dulu."


Adrian memberikan tangan angel lalu memeluk angel sambil mendongeng untuk angel, hingga angel nggak merasakan tusukan jarum infus yang tertancap di tangannya.


"Angel mau, tapi daddy nggak akan pernah meninggalkan angel kan dan mama."


"Iya dong sayang, daddy nggak akan pernah meninggalkan angel dan daddy berjanji jika angel ke sekolah atau pulang sekolah daddy sendiri yang menjemput angel dan daddy akan mengajak angel ke perusahaan."


"Mau mau... Biar teman-teman angel nggak ada lagi yang berani ngatain angel seperti itu."


Adrian dan angel bercerita hingga infus angel pun sudah terpasang, membuat zee merasa beruntung mendapatkan suami seperti adrian yang begitu sabar dan begitu sayang ke anak-anaknya walaupun awal pernikahan mereka tak semulus sekarang tetapi ia bersyukur suaminya sekarang sudah berubah.


Pagi pun tiba, ardhan sudah menghubungi edwind jika ia meminta edwind ke sekolah angel karena ada masalah yang harus ia selesaikan. Walaupun daddy edwind masih bingubg tetapi saat mendengar suara ardhan yang begitu serius membuatnya mengiyakan permintaan ardhan.

__ADS_1


"Loh dad, daddy mau kemana dan sepertinya buru-buru?"


Tanya derren, dan membuat mommy layla langsung menatap suaminya.


"Entahlah uncle ardhan meminta daddy ke sekolah angel katanya uncle ardhan menunggu daddy di sana, sepertinya terjadi sesuatu di sana."


"Dad, mommy ikut ya... Pasti terjadi sesuatu dengan cucu mommy, dari semalam mommy memikirkan angel juga entahlah mommy juga bingung tapi firasat mommy jika cucu mommy pasti terjadi sesuatu."


"Mom tenang lah, baik ayo kita berangkat sekarang karena sekolah angel agak jauh dari sini."


Mommy layla menyuruh salah satu pelayan untuk mengambilkan tas beserta ponselnya, dan segera berangakat bersama sang suami.


Saat mobil daddy edwind dan mommy layla memasuki sekolah angel, banyak pasang mata yang memerhatikan mobil kerajaan tersebut salah satunya wanita yang menghina angel beserta anaknya dan wanita itu tak sedikit pun berkedip menatap mobil kerajaan tersebut.


Papi ardhan yang memang sudah tiba duluan ia langsung mendatangi mobil edwind dan mereka berjabat tangan dan saling memeluk, wanita tersebut menatap ardhan ia mengetahui jika ardhan adalah opa angel yang ia hina kemarin tetapi ia lupa jika raja edwind dan ratu layla adalah grandpa maupun grandma angel ia hanya diam dan masih berfikir.


Saat ardhan dan edwind maupun layla berjalan ke arah ruangan ketua yayasan sekolah angel, seluruh guru berbisik dan mereka penasaran ada apa pengusaha kaya dan raja maupun ratu negri ini mendatangi sekolah mereka.


Tok tok tok...


"Masuk....


Kepala yayasan menatap ardhan dan edwind maupun layla langsung berdiri dan memveri hormat, tetapi raja edwind langsung menghentikan kepala yayasan tersebut dan langsung to the point.


"Nggak usah basa basi lagi, kamu sebagai kepala yayasan di sini seharusnya memperhatikan murid-murid mu hingga mereka tak bisa menghina cucu ku."

__ADS_1


DEG......


Bersambung...


__ADS_2