Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
102.


__ADS_3

Keesokan paginya zee sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya, dan ia merasa heran biasa niel putra nya jam segini sudah sibuk berolahraga mengelilingi mansion tetapi saat ini belum ada tanda-tanda niel sudah bangun. Zee pun segera ke kamar nile yang bersebelahan kamar al, dan saat ia membuka kamar niel ternyata putra nya nggak ada dan zee pun mengetuk pintu kamar al dan zee pun membukanya dan kamar al pun kosong kasurnya masih terlihat rapi begitupun niel.


Zee menuju kamar putrinya yang ternyata keempat putra nya tidur begitu nyenyak di kamar saudaranya yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya. Zee mengusap lembut kepala al dan membangunkan putra dan putrinya, zee tersenyum melihat sang anak begitu akur dan saling menyayangi walaupun mereka bukanlah saudara kandung.


"Al bangun nak, kamu nggak ke kantor hari ini niel bangun kamu juga nggak ke kantor?"


Hmmm...


"Nggak mah, al libur dulu hari ini al udah janji ke angel akan mengajak nya ke mall bersama adik-adik al hari ini mama juga ikut yah sama daddy."


"Mama ke RS sakit dulu yah..."


Belum sempat zee melanjutkan perkataannya, al maupun niel langsung terduduk dan sangat takut terjadi sesuatu ke mama nya.


Hah...


"Siapa yang sakit mah, daddy atau mama?"


"Iss.. Kalian ini suka banget memotong pembicaraan mama."


Hehehe..


"Maafkan abang mah."


"Maafkan niel mah."


"Mama cuman mau periksa rutin aja, kalian pergi aja dulu entar mama dan daddy menyusul kalian al niel di jaga acxel dan ella. Angel sayang bangun dong, kamu ke kamar mama gih bujuk adik kamu semalam ella nangis-nagis nggak mau di tinggal kamu dan ella juga semalam bobonya sama mama."


"Hah.. Ella masih di kamar mama saat ini."


Kaget angel, dan langsung berlari ke kamar orang tua nya ia melihat sang daddy memeluk erat adiknya.


"Daddy ella kenapa?"


"Eh... Putri daddy udah bangun, adik kamu lagi manja saat ini."


Kata adrian yang masih memakai baju koko dan sarung, adrian kembali tidur bersama putri bungsunya saat setelah sholat subuh.


"Dek ini kak angel, hari ini kita ke mall yuk abang al dan kak niel yang teraktir katanta."


Hmmm..

__ADS_1


"Tapi daddy dan mama ikutkan?"


"Daddy dan mama mau ke RS dulu katanya, entar mama dan daddt menyusul katanta ayo bangun cepat mandi sarapan dulu baru kita bersenang-senang ajak twins D baby dan caca deh biar tambah seru."


"Daddy nyusul yah, ella nggak mau jika daddy dan mama nggak nyusul."


Kata ella yang saat ini masih muka sedihnya.


"Iya sayang, mama mau di periksa dulu."


"Eh.. Emang mama sakit apa sih dad?"


"Mama nggak sakit, tapi mau periksa aja seperti biasa."


"Oh.. Baiklah daddy bangun gih, entar mama ngomel lagi melihat daddy masih tidur. Ayo dek kita mandi dulu."


Ajak angel, tak lupa mencium pipi sang daddy baru beranjak dari kasur adrian. Dan saat angel dan ella sudah keluar adrian kembali terdiam sendiri, ia memikirkan apakah ia sanggup melepas putrinya itu yang ia jaga sedari kecil walaupun bukan putri kandungnya.


Huff...


Adrian pun merapihkan tempat tidurnya, lalu mengganti dengan baju yang telah di siapkan oleh sang istri.


Adrian dan zee sedang di perjalanan menuju ke RS, dan saat di perjalanan dio menghubungi zee dan zee mengangkat nya lalu mengaktifkan pengeras suara.


"Kak zee angel dimana?"


Baru saja zee ingin bicara, adrian langsung memotongnya.


"Heh luh, salam dulu kek ini langsung nyari putri gue aja luh. Angel di mansion dan ponselnya gue sita, kan kata mommy layla kalian berdua nggak boleh salibg menghubungi."


Kata adrian dengan sangat keras dan tak mengizinkan dio menjawab.


"Eh iya... Assalamualaikum daddy dan mama mertua, kok ponselnya di sita sih."


"Telat luh.."


"By nggak boleh seperti itu, angel dan saudaranya main ke mall yo. Tapi kamu nggak boleh ketemu sama angel, sabar lagian seminggu lagi kamu dan angel ketemu."


"Iya deh kak, maafkan dio. Oh iya sepertinya daddy mertua lagi sensi ya kak."


"Heh loh... Gue menuju ke RS loh, sambut gue di lobbt awas aja luh nggak nyambut gue."

__ADS_1


"Iya iya daddy mertua .."


Adrian langsung mematikan telfonnya, dan zee hanya menggeleng melihat kelakuan sang suami.


"Hubby bagaimana nantinya jika dio berkumpul dengan kita saat dio udah resmi menjadi suami angel, hubby nggak pernah akur dengan dio nya."


"Biarin, abang akan menjadikan dio nantinya samsak tinju abang. Berani nya dia membawa angel, lagian putri kita kan masih sangat muda."


"By iklaskan angel, oh iya hari ini daddy dan papi ke indonesia katanya ia pergi menjemput rey."


"Hmmm.. Jangan pernah sebut mantan kamu yang, abang nggak iklas."


"Astaga by, jadi zee harus menyebutnya apa atau memanggilnya lagian kata mommy papanya niel udah menikah tapi."


Shut...


"Sudah abang nggak mau mendengarnya, kamu sih semangat banget membahas mantan kamu itu."


Kata adrian dengan nada cemburu, dan zee langsung tersenyum dan mencium pipi adrian membuat adrian meminggirkan kenderaannya dan menarik zee kembali lalu mencium bibir zee begitu lama.


"Abang nggak mau bibir ini masih membahas mantan suami kamu itu, walaupun mantan kamu udah menikah dan hidup bahagia di sana tapi abang nggak pernah iklas jika bibir ini menyebut atau masih membahas dia."


"Iya iya... Hubby lucu, jika cemburu zee suka."


Adrian pun kembali melanjutkan perjalanan nya ke RS, dan tak beberapa lama disana dio sudah menunggunya dengan membawa kursi roda.


"Hai daddy mertua, calon menantu mu baikkan dan menepati janji nya kan akan menunggu diri mu di lobby."


"Dasar lebay dan gue geli luh memanggil gue daddy, ini lagi ngapain bawa-bawa kursi roda segala?"


"Loh.. Gue fikir daddy mertua sakit, dan nggak bisa berjalan makanya saya menyiapkan kursi roda ini."


"luh fikir kaki gue patah."


"By udah dong, kok malah berdebat sih ya udah zee masuk aja dulu kalian lanjutkan lagi."


"Eh yang tunggu abang, loh ikut gue."


Adrian pun langsung berjalan cepat ketika zee sudah agak jauh meninggalkannya dan di susul oleh dio yang masih menggerutu.


"Kalau bukan loh sahabat gue, dan daddy kesayangan calon istri gue mana mau gue menuruti loh. Gumam dio dengan cemberut."

__ADS_1


Dan saat zee dan adrian memasuki RS seluruh perawat maupun staff RS dan dokter membungkukkan badannya, tetapi zee menahannya malah zee menyuruh salah satu perawat muda mengantar zee ke spesialis kandungan.


Bersambung...


__ADS_2