Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
22.Mulai Menerima


__ADS_3

Zee terbangun ingin pipis, segera iya ke kamar mandi. Adrian yang memang belum bisa tidur pun akhirnya memainkan ponselnya, zee keluar dan melihat adrian yang masih mengotak atik ponselnya. Zee yang ingin kembali tidur tetapi adrian yang tidak bisa tidur karna lapar memberanikan diri mengajak zee untuk menemaninya makan.


"Zee, apa kamu sudah mau tidur lagi."


"Hah.. ada apa bang, kok belum tidur udah jam 2 bang. Apa abang nggak bisa tidur di kamar zee ya udah zee antar abang ke kamar abang. Cerocos zee tanpa mendengar adrian yang ingin berbicara.


"Zee abang lapar, bukannya tidak bisa tidur di kamar kamu."


"Astaga bang, kok nggak bangunin zee dari tadi sih. Kalau abang sakit bagaimana, ya sudah ayo zee panasin makanannya."


"Abang ingin nasi goreng buatan kamu, boleh ya."


"Eh.. Iya zee bikinin, abang mau di sini atau turun ke bawa aja?


"Abang ikut kamu aja,."


Zee menuruni tangga dan di ikuti adrian dari belakang, zee menyiapkan bahan-bahan nasi goreng nya.


"Abang mau yang pedis atau biasa aja."


"Hmmm.. yang sedang deh jangan pedis, nanti perut abang sakit."


"Ya udah tunggu zee di situ.


Tapi adrian malah menunggu zee di pantri sambil memperhatikan zee mengoreng telur dan nasi gorengnya. Zee menggulung rambutnya asal-asalan dengan tinggi hingga terlihat cekuk leher zee putih dan mulus, adrian yang memperhatikan zee menelan ludah nya kasar dan menusap wajahnya


"Zee kamu betul-betul membuat abang panas dingin zee, ya nggak papa sih kan zee istri sah aku dan sah-sah aja. Batinnya


Setelah masak zee menyajikan nya ke piring lalu memberikannya ke adrian.


"Ini bang, awas masih panas."


"Terima kasih ya zee."


Zee hanya mengangguk dan mengambilkan adrian air minum, tetapi adrian menyuruhnya duduk di sampingnya dan sedikit memaksa zee untuk mencoba nasi gorengnya.


"Zee kamu juga makan ya."


Zee hanya bisa pasrah saja saat adrian menyuapinya, nasi goreng adrian pun tandas lalu mereka kembali ke kamar. Adrian menawarkan zee untuk tidur di kasur bersamanya tepi zee dengan cepat menolaknya, tetapi adrian mengeluarkan jurus andalannya.


"Zee dosa loh, jika perkataan suami kamu abaikan."


"Huff... ya udah, abang geser dikit. Zee menaruh bantal guling di tengah sebagai pembatas mereka berdua.


"Takut amat sih."


"WASPADA aja sih, takutnya ada setan yang menjadi ketiga. Kitakan cuman ber2.'


"Ya nggak papalah, kan abang suami kamu. Dan kamu istri sah abang.


DEG..


"Sudah tidur, jangan ngawur lagian ingat kontrak abang sendiri."


Zee berbaring dan membelakangi adrian. Adrian yang melihat zee seakan betul-betul menjaga jarak dengannya menjadi gusar sendiri.


"Zee jangan tidur dulu, abang ingin kita bicara dulu boleh yaa.."


"Ada apa lagi bang udah mau jam 3 nih."


"Sebentar saja ya.


Dan membalikkan zee menghadap ke dirinya.


"Ada apa bang."


"Zee abang udah nyaman sama kamu selama beberapa minggu kita menikah, apa abang boleh batalkan saja kontraknya."


"Wah.. ada dengan mu bang, kamu sendiri yang membatasi diri aku ke abang biar nggak terlalu berharap tetapi setelah selama ini aku telah terbiasa mencuekin abang tiba-tiba abang dengan gampangnya bilang ingin membatalkan. Zee bukan patung bang yang bisa abang atur kesini kesitu, zee juga lelah dengan status seperti ini.

__ADS_1


"Maafkan abang zee, abang mengatakan waktu itu untuk tidak berharap tmke abang karena abang nggak mau kamu sakit hati jika mengetahui abang belum bisa melupakan mommynya al."


"Abang mengatakan untuk tidak berharap di pernikahan ini, karna abang nggak mau zee sakit hati begitu. Tapi dengan abang mengatakan seperti itu zee udah sakit bang, zee pernah berfikir apa salah zee udah 2x menikah tapi ujung-ujungnya yah gagal juga.


"Maafkan abang zee, tapi beri abang 1x untuk membuktikan jika abang serius dengan kamu. Abang mohon zee beri abang kesempatan 1x lagi.


"Huff.. sudahlah bang, abang tidur gih ini sudah malam."


"Ya udah abang akan memohon terus kekamu biar kamu mau memaafkan abang dan memberi abang kasempatan lagi."


Namun zee tak meresponnya lagi dan berbaring membelakangi adrian. Adrian yang di belakangi ingin zee ingin protes tapi ia sadar jika zee belum bisa merimanya, lagian adrian sadar jika ia yang salah disini dengan mengajukan surat kontrak pernikahan.


"Maafkan abang zee, jika abang tahu bisa bahagia bersama mu dengan anak-anak abang nggak akan menyuruh tanda tangan waktu itu dan nggak ada namanya kontak pernikahan. Betul kata sifah aku harus mengiklazkan nya agar iya juga bisa tenang, gumamnya.


Alaram zee berbunyi waktu melaksakan sholat subuh, tetapi zee merasakan sesuatu yang berat diatas pinggangnya dan saat membuka matanya zee kaget jika gulingnya sudah menghilang entah kemana. Zee bisa melihat jelas wajah adrian yang memang sangat sempurna alis yang tebal hidung mancung dan bibir yang seksi.


"Maafkan zee bang, bukan zee yang mamnginginkan ini semua abang sendirilah yang memberi zee batas dalam pernikahan ini. Zee juga harus menjaga jarak ke abang, zee takut jika zee sudah terlanjur mencintai abang dan kontrak pernikahan kita selesai sekali lagi maafkan zee bang. sambil berbisik, zee bangun dengan hati-hati memindahkan tangan adrian lalu ke kamar mandi mengambil wuduh.


"Seharusnya abang yang meminta maaf zee, tak seharusnya abang membuat surat kontrak itu dan menyakiti hati kamu. Abang akan berusaha agar kamu mau memberi kesempatan ke abang.


Ya, adrian memang sudah bangun terlebih dulu di banding zee dan ia juga yang melempar guling yang di tengah lalu menggeser dirinya ke zee dan memeluknya dengan hati-hati. Ia juga mendengar apa yang zee katakan tadi."


Zee keluar dan memakai mukena baru saja ingin sholat tetapi adrian menghentikannya dan menyuruhnya menunggu karna adrian yang akan menjadi imamnya. Zee menyiapkan sarung dan baju koko nya, adrian keluar dan memakai yang telah di siapkan zee mereka sholat subuh yang di imammi adrian sendiri. Saat sudah selesai zee menyalami adrian dan adrian langsung mencium kening zee.


DEG.


"Hemm... Zee harus menyiapkan sarapan dulu bang. Dengan segera zee melipat mukena dan sajadahnya, lalu cepat-cepat keluar dari kamar. Zee mengatur nafas nya dan ia sangat salah tingkah di perlakukan seperti itu oleh adrian.


"Ckckck.. mau di romantisin, eh malah kambur dia nya dasar menyebalkan."


Adrian ingin melihat anak-anaknya, hanya niel yang sudah bangun dan selesai mandi sedangkan angel al dan arthur masih tidur.


"Eh... kamu udah bangun nak, cepat banget bangunnya."


"Sudah uncle, niel juga udah mandi."


"Apa anak ini belum bisa menerima ku hingga sampai sekarang ia masih memanggil ku uncle, batinnya."


"Wow.. niel ini semua lukisan kamu nak, kamu keren bisa melukis."


"Iya uncle, mama yang mengajarinya."


Adrian berhenti didepan lukisan yang sangat indah lukisan seorang wanita bagai bidadari siapa lagi kalau bukan zee.


"Hmmmm... Apa daddy boleh meminta lukisan ini, atau daddy membelinya saja bagaimana."


"Tapi itu lukisan pertama niel, dan niel sangat menyanyangi. Tapi jika uncle mau tidak apa-apa nanti niel buat lagi.


"Benarkan daddy boleh memintanya, kamu serius nak daddy ambil ya."


Niel mengangguk tapi masih bingun dengan adrian, mengapa iya tiba-tiba ingin lukisan mamanya.



Anggaplah itu lukisan ya, arthor bingung mencarinya.😭😭😭


"Terima kasih ya nak, daddy ambil ya."


"Itu lukisan buatan abang al apa uncle ngak mau melihat-lihat juga."


"Apa.... Mana lukisan abang, jadi kalian pintar melukis. Tapi perasaan daddy abang al tak perna mau menyentuk alat lukis ia hanya mau membaca buku saja."


"Iya semenjak ada niel dan mama zee yang mengajarkan abang al melukis, dari situ abang mulai hoby melukis."


"Oh yaa .. jadi mama zee yang selama ini mengajarkan abang al melukis?


"Iya uncle, oh iya uncle kenapa udah pagi-pagi berada disini apa uncle membutuhkan sesuatu."


"Tidak nak daddy hanya ingin melihat kalian apa sudah bangun atau masih tidur. Ya sudah bangun kan abang dan angel ya nak, daddy ingin menaruh lukisan ini Terima kasih dengan lukisannya lain kali daddy minta sama niel daddy juga ingin di lukis tetapi bersama mama zee.

__ADS_1


"Baik uncle itu bisa di atur.


Sambil tersenyum senang niel mengatakannya ke adrian ia akan melukis adrian dan zee nantinya.


Zee yang masih berkutat di dapur sambil memasak sarapan untuk keluarganya tidak menyadari jika adrian berada di belakang nya berdiri memandang zee yang tampak serius, tetapi tiba-tiba adrian memeluk zee dari belakang dan membuat jari zee terkena pisau lalu meringis. Adrian kaget melihat jari zee berdarah akibat dirinya yang tiba-tiba memeluk zee dari belakang, adrian segera menghisap jari zee yang mengeluarkan darah dan adrian berkali-kali meminta maaf kepada zee.


"Maaf abang zee, abang tak bermaksud mengagetkan mu."


"Abang sih, ngapain juga tiba-tiba peluk zee. masih untung jari zee aja yang kena, tuh kan banyak lagi darahnya "


"Is kamu itu mau di romantisin malah terluka, bikin bad mood aja."


"Abang aja yang lucu, udah bang jangan di isap mulu nanti darah zee habis."


Adrian berdengus melihat zee.


"nggak usah kekantor ya, temani abang di rumah aja hari ini. Abang ingin cerita sama kamu, dan nggak boleh nolak permintaan suami."


"Eh.. minta izin ke papi dulu gih."


"Itu mah gampang, nanti abang yang izin ke papi. Jika abang dan istri abang ingin libur bulan madu yang tertunda."


Zee menelan ludah nya kasar mendengar perkataan adrian lalu pipinya berubah merah, dengan cepat zee berbalik agar adrian tak melihat pipinya tetapi adrian sudah terlanjur melihat muka zee yang merah karna malu. Zee sibuk menyajikan ke piring masakannya sedangkan adrian menahan tawanya melihat tingkah zee.


"Ngapain kamu jagain istri kamu di dapur bang"


"Eh.. papi kenapa nggak tunggu di meja makan aja, ayo pih abang antar ke sana. Sambil mengedipkan matanya sebelah ke zee."


Zee yang melihat adrian seperti itu, bingung antara ingin senang atau tidak karna perjanjian mereka masih ada. Zee juga berfikir ia akan teramat berdosa jika adrian meminta hak nya tetapi zee tak memberikannya.


"Apa harus melayani abang ya, kan abang berhak seluruh tubuh zee. Ah zee bingung dan harus bagaimana, tapi jika hari ini minta bagaimana."


Huffff.....


Zee melihat anak-anak dan suami nya sudah berada di meja makan sambil menunggu zee. Ardhan yang melihat putranya yang sudah ada kemajuan untuk berinteraksi dengan cucu-cucunya sangat senang.


"Ayo pih sarapan dulu, nanti baru lanjut baca korannya."


Zee melayani ardhan terdahulu lalu ke adrian dan anak-anaknya, arrhur yang mulai belajar makan sendiri membuat zee tak terlalu repot iya hanya sekali-kali melap pipi arthur yang penuh dengan nasi.


Zee masuk kekamar untuk membersihkan diri iya agak santai hari ini adrian sudah memintanya untuk menemaninya di rumah. Adrian masuk kekamar zee mencari zee tetapi mendengar suara air di kamar mandi adrian segera ingin menyusul zee tapi ia kembali kecewa karna zee mengunci kamar mandinya dari dalam.


"Zee apa kamu didalam, buka dulu abang juga ingin mandi."


"Eh... sebentar lagi tunggu sebentar. Zee buru-buru mandi lalu keluar dan melihat adrian hanya menggunakan handuk di lilit ke pinggang zee segera ingin menghindar.


"Mau kemana kamu, kenapa sudah mandinya abang kan ingin mandi berdua dengan kamu."


"Hah, zee kan sudah mandi. Ngapain juga abang ingin mandi dengan zee apa abang tidak malu, zee aja yang membayangkan mandi berdua malu udah abang mandi sana."


"Zee kamu kan udah pengalaman, kamukan udah perna menikah masa begitu kamu nggak paham sih."


"Memangnya kalau zee udah perna menikah apa hubungannya mandi berdua sih bang, zee nggak menger."


"Astaga jadi mantan suami kamu tidak perna bersikap romantis begitu kekamu "


"Pernah, ia pernah zee suru belikan pembalut waktu zee halangan."


Adrian menepuk dahinya tak habis fikir dengan zee, mantan suaminya di suru beli pembalut. Apa tidak ada cara lain apa meromantisin istri ckckckc..


"Ya udah ya sayang abang mandi dulu, kita ke pantai aja hari ini atau dirumah aja."


"Kita kepantai aja bang bawa anak-anak mereka pasri senang, ayo yayayaa....


"Boleh tapi ada syaratnya cium dulu. Sambil memajukan pipinya ke zee, zee yang sangat senang ke pantai langsung ingin mencium pipi adrian tetapi adrian menghadapkan mukanya ke depan hingga zee mencium bibirnya dan adrian langsung berlari senang karna dapat mencium bibir zee.


Zee yang kaget dengan apa yang di lakukan adrian langsung teriak dan menghentakkan kakinya seperti anak kecil.


"ABANG CURANG BANGET, TADI BILANG PIPI TAPI KENAPA BERUBAH JADI BIBIR SIH."

__ADS_1


Adrian yang berada di kamar mandi tersenyum senang.


"Mulai sekarang abang akan menjadi suami kamu zee, maafkan abang yang perna menyakiti hati kamu.


__ADS_2