
Zee yang sibuk melayani sang suami dan papi mertua saat akan sarapan, begitupun al dan niel ikuf sarapan dan angel pun turun ikut bergabung dengan mereka lalu duduk di samping randy tetapi mereka semua heran tak seperti biasa angel kalem.
Biasanya ia akan heboh dan menyapa seluruh keluarga nya, tetapi tidak dengan sekarang angel terlihat diam dan tak sedikit pun mengeluarkan suara.
Adrian hanya bisa menghela nafas tapi berbeda dengan zee yang hanya mendiami angel, papi ardhan juga belum tahu apa permasalahannya ia langsung menegur angel dengan lembut.
"Loh kok tumben cucu opa, nggak menyapa opa?"
"Morning opa."
Kata angel dengan nada yang datar.
"Hei princess apa kamu sakit, kok nggak seperti biasanya."
"Nggak uncle.."
Baru saja zee ingin menuangkan nasi goreng ke piring angel, tetapi angel menahannya dan mengambil nya sendiri.
"Nggak usah mah, angel bisa sendiri."
Lagi-lagi membuat adrian merasa bersalah, jika bukan karena dirinya yang memulai semalam zee pasti nggak akan mengetahui nya dan nggak akan melarang angel.
__ADS_1
Angel makan dengan tenang, hanya sendok yang beradu. Saat mereka fokus dengan makanannya dio pun datang, dan papi ardhan langsung menyuruhnya ikut sarapan mau tak mau dio pun duduk di kursi samping angel yang kosong.
"Angel telah selesai, angel ke atas dulu."
Angel langsung meninggalkan mereka semua, dio yang baru saja duduk langsung di tinggal begitu saja membuatnya terheran dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Adrian maupun randy menahan tawa nya saat melihat expresi dio yang di cuekin.
Angel yang saat ino berada di kamarnya sambil membaca, dan ia fokus dengan buku-bukunya yang di berikan grandpa edwind. Tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk, dan angel hanya menyuruh nya masuk, tanpa melihat siapa yang berada di depan pintunya itu.
Tok tok tok...
Zee pun masuk lalu duduk di sofa ia melihat angel yang hanya fokus ke bukunya, tak sedikit pun menatap dirinya.
Huff...
"Sayang ini mama loh, angel marah sama mama?"
"Eh mama.... Untuk apa angel marah ke mama?"
Kata angel, tetapi ia tetap fokus ke bukunya.
__ADS_1
"Terus kenapa angel berubah, dan nggak seperti biasa angel diam seperti tadi. Dan juga nggak baik langsung menghindar dari uncle dio nak, entar ia merasa tersinggung lagian uncle telah banyak menolong kamu ia rela meninggalkan pasiennya di sini dan mengikuti kamu ke berobat ke jerman nak."
Angel terdiam mendengar perkataan mamanya, tetapi ia juga harus seperti apa.
"Mah angel ingin tinggal di istanah aja bersama grandpa dan grandma lagian angel juga kangen mereka."
"Sayang kamu nggak mau tinggal dengan mama, atau kamu marah kecewa dengan apa yang mama katakan semalam."
"Angel nggak marah mah, kalau kecewa mungkin angel merasakan nya benar kata mama angel masih anak kecil dan belum ngerti dengan hal begituan. Angel hanya ingin tinggal di istanah aja, dan biarlah angel tinggal di sana aja mungkin angel akan fokus dengan belajar dan angel nggak mau sekolah lagi angel hanya ingin belajar di rumah aja mah."
Zee merasa angel saat ini memang benar-benar kecewa, ia pun hanya diam karena menurutnya angel saat ini masih terlalu kecil tetapi pemikirannya sudah dewasa.
"Sayang ayo lah, jangan buat mama sedih angel baru saja berkumpul dengan mama kok angel ingin pergi lagi."
"Mama kayak anak kecil, angel kan cuman ke istana aja nggak kemana-mana lagian mama bisa ke sana melihat angel jika kangen."
"Terserah kamu lah sayang, tapi mama harap angel izin dulu ke daddy karena nanti daddy sedih tiba-tiba angel ingin pergi ke istana."
"Iya mah.."
Bersambung..
__ADS_1