Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
89.


__ADS_3

"Daddy......


Lirih angel memanggil sang daddy, saat ia telah sadar dan tak ada siapa pun di sampingnya. Adrian yang tadi nya tertidur di sofa akhirnya terbangun mendengar suara putrinya yang memanggil dirinya, dan segera menghampiri angel.


"Alhamdulillah, akhirnya putri daddy sadar juga. Apa kamu tahu daddy sampai ketiduran menunggu kamu, kamu butuh sesuatu sayang?"


"Angel haus dad..."


"Tunggu ya sayang, daddy panggil doktee dulu."


Baru saja adrian ingin pergi memanggil dokter, bertepatan dio masuk bersama papi dan daddy mertuanya.


"Papi daddy, kalian kesini?"


"Iya.. Kami ingin melihat princess, bagaimana keadaannya?"


"Oh iya.. Dio baru saja angel sadar coba kamu periksa gih, tapi ingat kamu jangan sentuh-sentuh putri ku."


"Ck.. Dasar posesif..."


Papi ardhan maupun daddy edwind begitu heran melihat adrian yang sangat memberi jarak antara dio dan angel.


"Kamu itu kenapa sih, bagaimana cara dio memeriksa angel Tanpa di sentuh sih."


Tegur papi ardhan, membuat dio tersenyum mengejek ke adrian dan di balas tatapan tajam oleh sahabatnya itu. Saat dio memeriksa angel, adrian tak henti-hentinya memperhatikan dio membuat kedua parubaya itu bingung.


"Kamu itu kenapa sih bang, dari tadi kamu begitu mengawasi dio."

__ADS_1


"Ih.. Papi nggak tahu apa jika abang sedang menjaga putri abang dari pedofil itu."


Tunjuk adrian ke arah dio, yang saat ini sedang mengajak angel bercanda.


"Hah... Maksud kamu itu apa nak?"


Kali ini daddy edwind pun bertanya, karena ia pun begitu penasaran dengan sikap posesif menantunya itu.


"Pih dad... Jika suatu saat angel ingin menikah, bagaimana?"


Pertanyaan adrian semakin membuat papi ardhan dan daddy edwind bingung, dan keduanya mengerutkan keningnya.


"Kamu itu ngomong apa sih, ya angelkan memang akan menikah nantinya tetapi saat ia sudah dewasa. Lagian umur putri kamu itu baru juga mau masuk 5 tahun jangan ngaco deh bang."


Jawab papi ardhan yang terlihat gemes dengan putranya itu.


"Bukan itu maksud abang pih, maksud abang itu jika angel menikah nanti tetapi ia ingin menikah dengan pria yang lebih matang bagaimana yang usia pria itu bisa di kata seumuran abang."


"Emangnya angel pernah mengatakan ia ingin menikah dengan pria yang berumur begitu, jika pun angel pernah mengatakannya pasti ia belum terlalu mengerti anak seumuran dia masih nggak tahu bang."


Kata daddy edwind yang sedari tadi diam.


"Ia sih dad, tapi abang pernah berjanji jika angel bisa sembuh seperti dulu lagi abang akan menuruti permintaannya dan angel juga pernah berkata ke abang jika ia hanya ingin menikah dengan dio dad."


Papi ardhan dan daddy edwind yang mendengarnya membulatkan mata, mereka berdua terlalu syok dengan cerita adrian.


Huff...

__ADS_1


"Kita serahkan sama yang di atas bang, biar bagaimana pun kita menentangnya jika allah mengabulkannya ya maka jadilah permintaan angel."


"Benar kata daddy kamu bang, kamu nggak usah terlalu memikirkannya. Lagian dio usia dio dan kamu beda 5 tahun wajah dio juga seperti anak-anak yah cocok lah sama angel."


Goda papi aedhan ke putra nya itu, membuat adrian menggeleng tak setuju.


"Hai.. Princess, apa yang kamu rasa saat ini?"


Tanya dio ke angel, sambil tersenyum.


Hmmm...


"Kepala angel pusing, angel juga haus uncle dokter."


Dio pun segera mengambilkan air minum yang berada di meja samping bad angel.


"Princess, pelan-pelan minumnya. Oh iya.. Angel nggak boleh teelalu banyak gerak dulu yah, jika udah sembuh angel pun tetap harus hati-hati jangan sampai kejadian ini terulang lagi apa angel nggak kasihan daddy angel yang begitu khawatie begitupun mama zee. Ia pasti akan begitu khawatir dengan angel saat ini, jadi uncle harap angel tetap hati-hati ya sayang."


Angel hanya diam dan mempeehatikan dio yang menasehatinya, membuatnya mengangguk dan tersenyum.


DEG...


Dio yang melihat senyuman angel membuat jatungnya berdetak, dan ia refleks langsung menyentuh dadanya.


"Apa gue benar-benar terkena serangan jantung yah, kok jantung ku beedetak terus dan tak seperti biasanya. Batin dio yang masih menatap angel."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2