Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
86.


__ADS_3

Kevin yang melihat istrinya terlihat sangat kesakitan membuatnya ikut meringis, apa lagi alicee mencengkram lengan kevin begitu keras.


"Kak panggil mami, kok seperti ada yang keluar di bawah sana kak"


Kevin kaget langsung segera melompat memanggil mertuanya.


"Mami kata alicee ada yang keluar dari bawah, kevin nggak ngerti."


"Hah... Astaga, sepertinya anak kalian benar-benar nggak sabaran yah.."


Ucap mami sasa, dan menyuruh parah bidan untuk mempersiapkan peralatan nya.


"Kevin kamu masuk nak, temani istri kanu di dalam dan beri ia kekuatan kasih support."


"Iya bun, kevin masuk dulu dan doain istri dan anak kevin selamat bun."


"Iya nak, tanpa kamu bilang pun bunda terus mendoakan kalian semua udah kamu masuk gih."


Mami sasa memeriksa alicee ternyata kepala cucunya sudah di pintu, dan ia segera membimbing alicee.


"Ayo sayang dorong, kamu masih ingatkan apa yang mami ajarkan wakru itu."

__ADS_1


"Sakit mih...."


Kevin begitu takut mendengar teriakan kesakitan alicee, dan tanpa sadar air matanya terjatuh.


"Sayang, kamu harus kuat ingat kamu ingin melihat bayi kita kan jadi kakak harap kamu tetap kuat oke."


"Ayo nak dorong yang kuat, sedikit lagi nak."


Ucap mami sasa, membuat alicee menarik nafas lalu mendorongnya begitu keras dan tak lama lahir lah bayi perempuan yang begitu putih dan rambutnya begitu mirip dengan kevin.


Oek Oek oek.....


"Alhamdullah.. Cucu mami udah lahir, wah cantik banget mirip kevin semua ini mah el nya nggak kebagian."


Kevin langsung mencium istrinya karena telah berhasil, dan ia terus memeluk alicee hingga mami sasa meletakkan bayinya di perur alicee atau melakukan IMD.


"Ini putri kalian, el nya nggak kebagian mirip kevin semua..."


Hahaha...


Mami sasa tertawa saat melihat wajah cucunya yang begitu mirip dengan sang menantu.

__ADS_1


"Nggak apa-apa mih, el memang ingin anak el nantinya begitu mirip dengan kak kevin."


"Makasi sayang, kamu telah memberikan kakak putri yang begitu cantik."


"Iya kak."


Bunda sarah yang berada di luar menunggu menantunya membuatnya gusar dan khawatir, kania dan ayah dirga berkali-kali menegurnya tetapi sama sekali tak di dengarnya hingga bunda sarah memdengar suara tangisan bayi dari dalam begitu keras barulah bunda sarah bernafas lega dan langsung melompat senang begitupun kania membuat ayah dirga maupun papi bram tertawa melihat keanehan kedua wanita itu.


Lain halnya adrian masih setia menemani sang putri yang sebentar lagi akan menjalankan operasi tulang ekor, adrian berusaha memasang wajah tenang nya walaupun dirinya saat ini begitu takut.


"Daddy, jagain mama yah dan angel harap masih bisa bertemu daddy mama dan abang al kakak niel dedek arthur baby twins opa grandpa grandma semuanya deh."


Ucap angel dengan suara yang melemah, karena pengaruh bius angel sangat ingin di dampingi oleh daddy nya sendiri.


"Iiyaa.. Sayang, kamu jangan ngomong seperti itu. Jangan buat daddy takut nak. Angel anak yang kuat dan daddy sangat menyayangi princess daddy."


Mata angel pun tertutup saat biusnya sudah bereaksi ketiga dokter itu begitu serius menjalankan tugasnya adrian yang mundur secara perlahan saat angel mulai tak sadar, adrian terus berdoa hingga ia tak sadar jika dirinya meneteskan air mata begitu saja saat melihat putrinya yang masih kecil di bedah.


"Daddy menunggu angel, dan daddy akan menuruti semua permintaan angel apapun itu nak yang terpenting kamu kembali lagi seperti dulu."


Ucap adrian, dengan menunduk ia nggak tega melihat putri nya yang masih kecil sudah berurusan dengan pisau oprasi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2