
Seorang pria tampan mengecek laporan diagnosa pasien tetapi lagi-lagi ia tak bisa konsentrasi saat ia mengingat pembicaraannya dengan kedua sahabatnya tadi.
Dio berkali-kali hanya menghela nafas sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
#Flash on
Adrian mengajak dio ke ruangan kerja nya dan randy saat selesai sarapan, dio pun sedikit heran dengan tingkah adrian yang barusan mengajak nya ke ruangan kerja nya.
"Dio ada yang gue harus omongin ke loh."
Kata adrian dengan menatap dio dengan serius, dio maupun randy terdiam dan masih menunggu adrian menyelesaikan pembicaraannya.
"Dio loh udah gue anggap adik gue begitupun randy, kita udah dari kecil bersahabat berlima dan loh yang paling bontot. Sebentar lagi randy akan melepas masa lajangnya, dan loh apa masih mau tetap sendiri apa loh benar-benar serius dengan putri gue loh tahukan putri gue umurnya saat ini masih terlalu kecil dan jika loh nungguin putti gue apa keluarga loh akan bisa menerima nya?"
"Tunggu tunggu, jadi loh serius rian mau menerima dio jadi menantu loh dan loh dio loh nggak sakitkan angel yang harus loh jaga seperti anak loh tetapi loh benaran suka dengan angel?"
Syok randy, ia fikir dio hanya bercanda saja ternyata sahabatnya itu benar-benar serius.
"Gue suka dengan angel, dan gue juga cinta sama dia berapa lama pun gue akan tetap menunggu nya dan soal keluarga gue itu menjadi urusan gue."
Jawab dio dengan tegas, membuat randy menganga tak percaya begitupun adrian yang langsung mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Jika angel sudah dewasa dan ia menemukan pria yang seumuran dengannya dan melupakan loh, apa yang akan loh lakuin?"
Kata randy lagi, dan membuat dio terdiam.
DEG.
"Nggak akan, gue percaya jika angel nggak akan bisa berpaling dari gue. Dan jika memang terjadi angel berpalibg dari gue, gue bersumpah nggak akan pernah mau menikah kecuali dengan angel."
Lagi-lagi perkataan dio membuat adrian dan randy hampir gila.
"Dio fikirkan baik-baik, loh jangan cepat mengambil keputusan yang akan membuat diri loh menderita bukan cuman loh tetapi keluarga loh ingat mommy dan daddy loh cuman punya kamu saat ini."
"Gue serius rian, gue nggak pernah bercanda apa loh pernah melihat gue dekat dengan cewe nggak kan. Tetapi saat dengan angel gue merasakan berbeda, jadi gue harap loh berdua ngertiin gue dan pasti loh udah mengatakannya ke kak zee kan?"
"Ck.... Pantas aja angel langsung hindarin gue, biasa angel akan senang dan minta di gendong."
Kata dio dengan wajah yang frustasi, membuat randy bergedik ngeri melihat dio yang jatuh cinta ke anak kecil.
"Dasar pedofil, anak kecil aja ia embat padahal di luaran sana banyak banget cewe cantik, kaya, seksi berpendidikan ini malah ponakan gue yang ia incar."
"Angel juga cantik, kaya kalau seksi pas ia dewasa baru kelihatan, tetapi gue nggak akan biarin ia memakai pakaian yang terbuka cukup gue aja yang bisa melihatnya."
__ADS_1
Adrian maupun randy mengambil bantal sofa langsung melempar ke arah dio, membuat dio keget.
"Hilangin fikiran kotor loh, tentang putri gue atau gue akan menyunat loh kembali."
"Ckckc.. siapa juga yang berfikiran kotor, gue cuman bayangin angel akan sangat cantik nantinya."
"Jika loh beneran serius ke putri gue, loh harus bilang sendiri ke mama nya barulah loh bisa berkhayal dengan baik dan gue juga nggak mau karena loh angel jadi pendiam seperti tadi."
"Loh tenang aja, gue yang akan meyakinkan kak zee jika gue beneran serius dengan angel."
#Flash off
Tok tok...
"Dok apa bisa kita mulai pemeriksaannya?"
Seorang perawat pria asisten dio sendiri yang mengetuk pintu ruangan dio.
Hmmm.
"Iya.."
__ADS_1
Kata dio, dengan memeriksa berkas diagnosa pasien. Dio memang berbeda dengan dokter-dokter yang lain karena hanya dirinya yang mempunyai asisten perawat seorang pria, karena ia sangat tidak menyukai jika ada lawan jenis nya berada di dekatnya makanya dio sering di gosipkan gay tetapi dio sama sekali nggak pernah meresponnya ia hanya bersikap acuh.
Bersambung...