
Adrian membujuk zee untuk pulang, karena daritadi zee sama sekali nggak mau beranjak dari kursi yang berada di samping bad angel.
"Sayang ayolah, kamu pulang aja ke mansion apa kamu nggak kasihan dengan anak-anak kita di sana apa lagi baby twins saat ini sangat membutuhkan kamu."
Zee baru sadar jika baby twins saat ini masih membutuhkannya begitupun arthur yang masih berumur 2 tahun.
"Baiklah by, zee pulang dulu tapi zee mohon langsung kabari zee jika terjadi sesuatu pada angel."
"Iya sayang kamu tenang aja, ingat kamu jangan sampai stress."
"Hmmm.. Terima kasih ya by, zee titip angel."
"Ayo abang antar ke depan, dio gue titip putri gue dulu ya sebentar."
"Oke, pergi sana biar gue yang menjaga princess kamu ini."
Kata dio yang duduk di sofa, tak lama setelah adrian dan zee keluar tangan angel bergerak dan mencari adrian.
"Dad dy.... Daddy...
Angel membuka matanya perlahan dan menatap keseliling ruang perawatanya, lalu memanggil sang ayah dengan suara yang begitu lemah.
"Hei princes kamu udah bangun, jangan bergerak dulu ya cantik uncle akan memeriksa kamu terlebih dahulu."
"Daaaaddy....
Lirih angel, dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Daddy ke depan sebentar, nggak lama lagi ia akan datang. Princess cantik mau apa, biar uncle yang mengambilkan nya."
"Minum uncle dokter."
Dio tersenyum melihat anak kecil yang begitu mirip dengan zee bagai pinang di belah dua, ia pun mengambil air minum untuk angel dengan perlahan dio membantunya.
"Makasi uncle dokter..."
"Iya sama-sama princess cantik."
Adrian yang baru masuk ke ruangan angel ia begitu senang putri nya sudah bangun, adrian langsung menghampiri putri nya itu dan memeluknya.
"Hai putri cantik daddy.."
"Daddy kemana aja, angel tadi nyariin daddy. Angel fikir daddy akan meninggalkan angel, seperti kata nenek lampir itu."
"Jangan di pernah berfikir daddy akan meninggalkan angel, daddy sangat menyayangi angel begitupun abang al kakak niel adik arthur dan dedek twins kamu."
"Pinky promise...."
"Promise baby..."
Angel mengangkat jari kelingkingnya dan mengajak adrian melakukan pinky promise.
"Love you dad.."
"Love you to little princess, oh iya angel mau makan apa biar daddy yang suapin kamu yah?"
__ADS_1
"Angel nggak mau dad, angel udah minum tadi."
"Ayolah princess daddy, apa kamu nggak kasihan dengan daddy begitupun mama dan dedek arthur yang saat ini sedang bingung mencari kakak cantiknya entah kemana."
Bujuk adrian, dan akhirnya angel mau makan walaupun hanya 5 Sendok. Dio pun pamit untuk pulang ke apartemennya karena sebentar lagi ia akan piket siang di RS ini, tetapi perkataan angel membuat adrian maupun dio tersedak dan syok.
"Uncle dokter mau pulang?"
"Iya sayang, uncle pulang dulu ya princess karena siang nanti uncle ada piket siang di sini."
"Daddy jika angel sudah besar, angel ingin menikah dengan uncle dokter."
Huk huk....
"What.....
"Apaaaa..
Angel terlihat bingung menatap kedua pria di hadapannya itu, mengapa mereka berdua berteriak serentak. Adrian yang tadi sementara memegabg sendok langsung menjatuhkan sendoknya, membuat dio berdehem.
"Baik lah sayang uncle akan menunggu angel dewasa nanti."
Angel langsung tersenyum senang, membuat adrian melotot ke arah dio. Berbeda dengan dio ia berfikir angel hanya bercanda, karena yang dio tahu angel sering menggoda randy maupun dirinya.
Dokter Dio
__ADS_1
Bersambung...