
Alicee meraba perutnya yang masih berusia 7 bulan, ia mengingat tadi saat ia menggendong baby twins dan alicee begitu bahagia dan ia nggak sabaran 9 minggu lagi anaknya juga akan lahir.
Tetapi ada rasa takut yang alicee rasakan saat ini, ia begitu takut melakukan persalinan normal tetapi ia lebih takut lagi melakukan SC. Kevin yang baru saja mengerjakan laporan perusahaan papi ardhan, ia melihat sang istri yang akhir-akhir ini sering melamun.
"Sayang, ada apa?"
"Eh.. Kakak, udah selesai pekerjaannya?"
"Sayang kakak tanya loh tadi kamu kenapa? lagian akhir-akhir ini kamu sering melamun kakak perhatikan"
"Hmm.. Nggak ada apa-apa kok kak, ya udah yuk kita tidur."
Kevin yakin ada yang di fikirkan istrinya akhir-akhir ini.
"Sayang, kakak pernah mengatakan jika kita harus terbuka loh kok kamu nggak mau mengatakan apa yang kamu fikirkan hingga akhir-akhir ini kamu banyak melamun?"
"Maafkan el kak, el nggak mau buat kakak banyak fikiran cukup pekerjaan kakak aja yang menumpuk."
"Nggak apa-apa, kakak lebih mementingkan kamu dan calon anak kita di banding pekerjaan ayolah katakan sama kakak ada apa?"
"Kak jika el nggak selamat saat melahirkan anak kita nanti."
DEG...
"Kamu bilang apa sih yang, jangan buat kakak takut. Percayalah kamu pasti bisa melewati proses persalinan nanti."
"Ya el takut kak, el takut nggak bisa melewatinya dan el nggak bisa selamat."
Shuutt....
__ADS_1
"Udah kamu sudah ngawur dari tadi sepertinya kamu udah ngantuk, ayo kakak peluk biar bisa bobo yang nyenyak."
Alicee pun merebahkan tubuhnya, lalu memeluk erat kevin. Kevin yang masih memikirkan perkataan istri nya tadi membuatnya pun merasa takut.
"Jangan pernah tinggalin kakak, sayang kakak nggak akan sanggup. Batin kevin."
Keesokan harinya kevin langsung ke RS menemui mertuanya mami sasa, dan suster memberi tahu jika menantunya ingin bertemu.
"Assalamualaikum mih."
Kevin masuk lalu, menyalim tangan mertuanya
"Waalaikumsalam, eh ada apa nak tumben kamu kemari tanpa el?"
"El di mansion mih, ada bunda yang menemaninya. Lagian kevin kemari ada yang kevin ingin bicarakan ke mami."
"Ada apa nak?"
"Alhamdulillah baik nak, memangnya ada apa nak?"
Kevin menghela nafas lalu memijit tulang hidungnya.
"Mih el semalam mengatakan hal-hal yang membuat kevin takut, ia mengatakan jika ia nggak bisa selamat saat melahirkan anak kami nanti bagaimana. Kevin begitu takut mih jika terjadi sesuatu pada el, dan akhir-akhir ini kevin perhatikan el sering melamun."
"Nanti mami coba bertanya ke el, ada apa dengan dirinya kamu tenang dulu nak nanti mami akan bicara baik-baik dengan el."
"Terima kasih mih, kalau begitu kevin balik ke kantor lagi."
"Iya nak, kamu hati-hati dan juga jangan terlalu di fikirkan perkataan istri kamu."
__ADS_1
"Iya mih."
Mami sasa pun langsung keluar dan menuju ke mansion kevin untuk menjenguk putrinya, sebenarnya mami sasa pun kefikiran perkataan kevin tadi.
Tak lama mami sasa tiba di mansion keluarga dirga, dan alicee yang lagi duduk di taman yang sedang melamun tapi mami sasa menepuk bahunya hingga alicee tersadar.
"Nak kok mami nggak di dengar sih, dari tadi mami manggilin kamu terus tapi kamu asyik sendiri dengan lamunan kamu apa yang kamu fikirkan hmmm.."
"Eh.. Mami, maafkan el mih... El nggak dengar, mami sama siapa kemari dan papi mana?"
"Mami baru aja pulang dari RS tapi mami kangen dengan kamu makanya mami mampir kemari, hei kamu belum jawab loh pertanyaan mami kamu kenapa sering melamun?"
"Nggak kok mih.."
"Nak, mami ini mami kamu loh. Dan mami tahu jika kamu sedang kefikiran saat ini, apa yang kamu fikirkan ceritalah ke mami nak biar mami bisa kasih masukkan ke kamu."
"Hmmmm...Mih el takut jika tiba waktunya el bersalin nanti, el melihat video proses melahirkan sangat susah dan sakit katanya."
"Iya memang sakit nak, tapi percayalah jika kamu mendengar suara tangisan bayi kamu yang begitu nyaring mami yakin sakit kamu akan hilang dan jika kamu mengalami kontraksi dan kamu ingin menyerah begitu saja ingatlah ada suami kamu yang begitu mencintai kamu dan ingatlah jika ada anak kamu juga ingin melihat ibunya. Maka dari itu kamu harus berfikiran positif, dan lawan rasa takut kamu apa kamu nggak kasian dengan suami kamu ia rela ke RS curhat ke mami ia begitu takut kehilangan kamu."
"Maafkan el mih, el takut mih. El takut jika suatu saat el melahirkan tapi el nggak bisa selamat bagaimana."
"Hei.. Jangan berfikiran negatif dong sayang, apa kamu nggak kasian dengan suami kamu. Besok kamu ikut mami yoga, dan mami yakin fikiran buruk kamu akan hilang."
"Iya mih, maafkan el jika menyusahkan mami dan semuanya selama hamil."
"Nggak kok sayang, malah mami senang dan mami nggak sabar ingin bertemu dengan cucu cantik mami ini."
Alicee pun agak tenang, dan mami sasa udah mengabari kevin jika istri nya itu harus di ajak sering-sering bercerita agar nggak ada pemikiran negatif.
__ADS_1
Bersambung...