
Adrian lama terdiam menatap dio dengan serius, randy derren dan kevin pun diam mereka mengerti dengan perasaan adrian yang masih belum mengiklaskan putri nya menikah.
"Dio nggak lama lagi angel akan menjadi istri luh, dan meninggal tempat ini yang sedari kecil ia tempati. Gue sangat berharap elo menyayangi angel seperti gue dan mama nya menyayangi nya, dan umur angel masih lah sangat mudah, jika suatu saat ia salah jalan tegur ia dan tuntun angel ke jalan yang benar kembali. Jika suatu saat kamu sudah mulai bosan dengan angel dan kamu mempunyai wanita lain di luar sana beritahu aku, dan kembalikan putri ku dengan baik-baik karena kamu memintanya pun dengan baik-baik."
"Luh tenang aja rian, gue akan menjaga angel lih tahu sendiri gue rela menunggu bertahun-tahun nggak menikah demi angel gue udah mencintai angel sedari ia kecil."
"Ia gue tahu itu, dan gue juga tahu jika luh itu pedofil yang sukanya hanya anak kecil anak gue lagi. Dan 1 lagi gue sangat keberatan yah jika luh menghamili angel, tunggu angel selesai kuliah dulu putri gue masih kecil."
Randy tak bisa lagi menahan tawa nya, ia langsung tertawa sedangkan kevin maupun derren hanya bisa menggeleng kepala mendengar perkataan adrian.
"Emang luh bisa tahan yo, yang sabar yah yo persiapkan sabun sebanyak-sabanyaknya."
"Ck.... Angelkan istri gue nantinya, jadi terserah gue lah. Lagian gue sih terserah angel jika belum siap, ya udah gue nggak kan menyentuhnya jika angel pun mau mana bisa gue menolaknya."
Kata dio dengan tersenyum membuat adrian langsung melemparinya bantal sofa yang berada di taman.
"Berani loh buat angel kesakitan gue sendiri yang akan menghajar loh."
Saat semua pada pulang, adrian pun masuk ke dalam kamarnya dan ia mendengar gemercikan air di kamar mandi. Adrian pun langsung menyusul sang istri di kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya, adrian melihat sang istri mandi di bawa guyuran shower. Saat zee menggosok badannya menggunakan sabun, adrian langsung memeluknya dari belakang zee spontan kaget dan hampir saja menyikut adrian jika adrian tak segera menahannya.
"Hubby suka banget sih ngagetin zee, nih gosokin punggu zee."
"Astaga ini anak dari dulu sampai sampai sekarang nggak ada romantis-romantisnya, malah suami nya di suru gosok punggung."
"Jadi hubby nggak mau, sudah sini biar abang aja. Kok kamu akhir-akhir ini sering sensian sih, atau kamu hamil sayang."
Zee yang mendengar perkataan adrian langsung berbalik menghadap ke adrian, dan melotot ia pun lupa jika sudah 2 bulan telat datang bulan zee pun langsung mematikan air keran showernya.
"Hubby...... Zee lupa udah 2 bulan zee nggak datang bulan, hubby kok nggak pernah sadar sih jika setiap malam hubby kan nggak pernah libur."
Adrian yang tadi masih bingung melihat wajah panik zee, seketika ia teesenyum tetapi jika melihat penderitaan zee saat melahirkan twins membuatnya kembali takut.
"Abang nggak sadar yang, berarti abang nggak lama lagi akan mendapatkan anak dong twins angel pasti akan senang jika kamu beneran hamil."
"Ih... Emang hubby nggak apa-apa jika zee hamil lagi, perasaan zee masih memakai spiral atau hormon zee nggak teratur yah besok antar zee ke RS ya by."
"Iya sayang, tapi abang ingin mencobanya lagi di sini."
__ADS_1
"Mencoba..."
Adrian langsung membungkam bibir zee, dan zee hanya bisa pasrah saja lalu mengalungkan tangannya ke leher adrian.
Sedangkan angel yang berada dalam kamarnya, baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti dengan piyama. Tiba-tiba pintu kamar angel di ketuk, ia pun segera membuka pintunya dan angel menganga melihat kedua kakaknya dan kedua adiknya masing-masing membawa bantal.
"Kalian kenapa bawa-bawa bantal malam-malam begini."
"Acxel ingin bobo disini, tapi abang al kak niel dan kak arthur pun juga ikut-ikutan ingin bobo dengan kak angel katanya."
"Astaga, emang muat kasur angel apa."
"Heh muat yah, kamu kan sebentar lagi di bawa uncle dio jadi kakak ingin menghabiskan waktu bersama kamu."
Angel hanya menghela nafas lalu mempersilahkan kedua kakaknya dan kedua adiknya masuk, arthur dan acxel langsung berlari berebut posisi di untuk di samping angel sedangkan niel dan al hanya menghela nafas karena mereka berdua kalah cepat oleh adiknya sendiri.
"Besok kakak niel dan abang al lagi yang di samping angel yah, kalian berdua di pinggir."
"Iya iya.. Kak niel sensi amat, putus cinta yah."
"Sok tau banget kamu."
Saat adrian dan zee selesai melakukan olahraga malamnya di kamar mandi sampai 1 jam lamanya, dan membuat zee cemberut. Zee menyisir rambutnya dan saat itu juga pintunya di ketuk membuat adrian segera membukanya.
"Loh dek kenapa, kok bawa bantal segala."
"Adek mau bobo sama mama malam ini."
"Eh... Tumben adek mau bobo sama mama dan daddy?"
Adrian mengerutkan keningnya, saat melihat putri bungsu nya yang ingin tidur bersama dirinya.
"Tidak boleh yah....?"
Ucap ella dengan datar.
"Eh... Boleh dong sayang, ya udah ayo masuk."
__ADS_1
Astaga kok putri gue yang 1 ini, dinginnya minta ampun, mungkin saat itu zee terlalu banyak makan es cream kali yah. Gumam adrian sambil menggaruk kepalanya"
Zee yang melihat sang putri menaiki kasur dengan posisi yang di tengah, ia lalu menatap suaminya meminta penjelasan.
"Mah bobo sini, adek ingin di pok-pok."
"Eh iya sayang, tunggu dulu yah mama pakai cream dulu."
"Sini daddy aja yang pok-pok adek yah."
Tetapi ella hanya diam, tak menolak dan tak juga mengiyakannya. Dan saat zee bergabung di kasur, ella langsung membelakangi adrian dan memainkan rambut zee. Zee maupun adrian tahu jika putrinya itu sudah mulai memainkan rambut zee, berarti saat ini putrinya tidak baik-baik aja.
"Dek ada apa?"
"Mah...
Suara ella mulai serak, dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
"Hei ada apa dengan putri daddy yang satu ini, kok nangis sayang ada yang mengganggu adek di sekolah."
Ella hanya menggeleng, dan masih memainkan rambut zee.
"Ayo cerita sama mama dan daddy, adek kenapa?"
"Mah, apa kak angel akan meminggalkan kita semua nantinya kata baby jika kakak angel menikah uncle dio akan membawa kakak angel ke rumahnya."
"Iya dong sayang, kan memang koadrat istri itu harus mengikuti suami kemana pun itu."
"Berarti kakak angel nggak akan tinggal bersama kita lagi yah."
"Kak angel akan ikut kemana pun uncle dio tinggal, tetapi rumah uncle dio nggak jauh-jauh amat sayang."
"Tapi tetap aja kakak angel akan pergi, dan nggak tinggal di sini lagi bersama kita."
"Sudah adek bobo, besok adek sekolahkan. Lagian mama masih syok ternyata adek bisa emosional juga yah."
Ella langsung menghapus air matanya, lalu menghadap ke sang daddy dan memeluk erat daddynya. Adrian maupun zee tersenyum melihat putri nya itu malu, dan memang ella baru pertama kali nya menagis dan tampak begitu sedih.
__ADS_1
Bersambung...