
Sedangkan viza yang masih sibuk meeting dengan alicee dan kania mempersiapkan 2 hari lagi mereka akan mengadakan fasion show yang di hadiri para desainer dari luar negri, tapi tiba ponsel viza bergetar ia melihat sebuah rekaman yang di kirim oleh zee. Dan ia berfikir hanya rekaman biasa, jadi viza langsung memutar rekaman tersebut dan membuat alicee dan kania menguping apa yang ada di rekaman tersebut.
Viza yang belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun hanya diam mematung, membuat alicee dan kania saling senggol. Tetapi kania dengan isengnya melambaikan tangannya di hadapan viza membuat viza tersadar dan malu.
"Cieeee... Ternyata kak derren begitu mencintai kakak barbie juga ya, tapi kok kakak diam aja nggak senang begitu."
Goda kania ke viza
Huff...
"Entahlah kan, kakak masih takut. Kakak takut jika kakak hanya menjadi pelampiasan kak derren aja."
Ucap viza dengan menghela nafas, lalu mendongakkan kepala nya ke atas.
"Viz kakak el boleh kasih pendapat nggak?"
Tanya alicee.
"Apa kak?"
Jawab viza
"Berusaha lah untuk mempercayai kak derren lagi, lagian jika kakak lihat kak derren benar-benar mencintai kamu dari cara ia menatap mu dan sampai ia memperhatikan kamu. Saat kamu di lihatin para pria pas malam resepsi kakak, kakak lihat derren begitu marah dan ia menatap para pria dengan tatapan menakutkan dan seakan ia ingin mencabit saat itu juga. Jadi kalau pendapat kakak, mending kamu mencoba nya lagi, jangan sampai kak derren di jodohkan oleh mommy nya.
Goda alicee ke viza
Sedang viza ia masih berfikir, apa ia harus memberi kesempatan lagi ke derren. Tapi ia juga takut jika dirinya hanya di anggap pelampiasan dan derrren cuman hanya merasa bersalah kepada dirinya saja.
Alicee menepuk bahu viza dengan lembut, dan tersenyum seakan memberi kekuatan untuk viza.
"Iya kak, kan kasihan kak derren udah tua juga masih aja sendiri. Lagian kania nggak mau mendahului kakak dan kak derren, kania dan kak randy masih bisa menunggu kalian kok."
Ucap kania dengan nada serius
Membuat viza dan alicee menganga tak percaya, fikiran mereka bisa juga anak ini bicara serius.
"Ini kania kan, atau kamu kerasukan setan dewasa. Atau kamu punya khodam lagi, jangan sampai kamu kemasukkan setan penari yang di panggil badarawuhi atau jangan-jangan kamu nur yang mempunyai khodam.
Ucap viza dengan menakut-nakuti kania.
Benar saja kania udah ketakutan dan berteriak minta tolong ke alicee, alicee hanya geleng-geleng kepala melihat kania yang seperti monyet lompat sana sini.
Di lain tempat adrian yang bersiap akan ke kantor istrinya untuk makan siang, dan sebelum pergi adrian menyuruh randy membelikannya buah strawberry.
Tok TOK Tok...
"Nih pesanan zee, cepat sana bawain zee. Entar ponakan gue ngiler lagi."
Usir randy
"Kamu mengusir ku, iya iya ini juga gue udah mau pergi kamu nya aja lama."
Gerutu adrian, sambil keluar ruangannya dengan menenteng buah strawberry
"Lah kenapa dengan anak itu, perasaan zee yang minta buah strawberry nya kok dia yang makan sih dasar aneh."
Heran randy
Adrian yang menenteng buah strawberry nya sambil memakan buahnya, dan membuat karyawannya ngeri melihat adrian memakan buah strawberry dengan 1 kantongan besar.
__ADS_1
"Apa bos yang ngidam yah, kok gue lihat bos makan buah strawberry banyak banget."
Ucap salah satu karyawannya, dan membuat karyawan lain nya heboh.
"Wah... berarti bos kita sangat menyayangi istri nya dong, kata dokter sih kehamilan simpatik sih."
"Ngawur kamu, tapi aku lihat bos baik-baik aja sih."
Bisik-bisik karyawan pun mulai menyebar.
Zee yang tengah tertidur di sofa dan derren bersama kevin sibuk memeriksa laporan keuangan perusahaan zee, derren dan kevin nggak tega zee yang terlihat lelah akhirnya mereka berdua yang mengerjakannya.
Tok Tok Tok..
"Masuk...
Ucap kevin
"Loh istri gue mana, kok kalian yang di sini?"
Tanya adrian
"Tuh..
Tunjuk kevin dan derren bersamaan.
"Istri kamu ngantuk katanya, makanya dia nahan gue di sini mengerjakan pekerjaannya padahal perusahaan gue aja gue tinggal begitu aja.
Ucap derren
"Ya memang harus begitu, kan zee adik loe sendiri juga kali.."
Adrian membangun kan zee, dan memberikan buah strawberry pesanannya.
"Nih yang, pesanan kamu."
"Wah.. Banyak banget, makasi ya by."
Sambil mencium pipi adrian
"Iya, makan pelan-pelan. Abang bantu kevin dan kakak dulu yah abang juga udah pesan makanan tadi."
"Hmmm...
Zee hanya sibuk dengan makanannya
Adrian melihat kedua sahabatnya dengan serius membuatnya penasaran.
"Ada apa? Apa ada masalah dengan keuangan nya?"
"Hmmm.. sepertinya ia, mereka fikir setelah zee yang menggantikan uncle ia dengan mudah mengambil uang perusahaan begitu saja. Ia nggak tau aja jika zee marah bagaimana, sebenarnya sih zee udah tahu tapi akhir-akhir ini ia sedikit menjengkelkan. Zee udah tahu tapi tetap aja menyuruh ku mencari tahu kembali, mau nya bumil ya harus di turuti kalau nggak ia akan nangis lagi."
Ucap kevin dengan lesu.
Hahahaha..
"Kamu nggak tau aja, tiap malam aku di suru jadi kokinya. Minta di masakkan apa aja yang terpenting di campur strawberry atau keju."
Bisik adrian
__ADS_1
"Mengerikan sekali istri kamu, membayangkan rasa aja gue ingin muntah."
"Tapi dia adik kamu kali.."
Husss...
"Kerja yang bener, jangan sampai ada yang salah zee menghukum kalian. Oh iya jika udah ketemu siapa yang mengambil uang perusahaan bawa kesini zee udah lama nggak pernah olahraga.
Gleeek...
Ketiga pria yabg mendengar ucapan zee membuatnya menelan ludah dengan kasar.
"Zee kenapa bisa menyeram kan seperti itu sih."
Tanya kevin
"Apa kalian lupa jika darah mengalir darah mafia dari grandpa gue."
"Iya ya, kok gue lupa sih."
"Loe rian hati-hati jangan sampai loe yang di cincang nya jika tak menuruti mau nya."
"Sembarang kamu.."
Hmmmm..
"Panggil dia kak, zee udah siap."
Perdebatan mereka terhenti saat mendengar suara deheman zee.
Kevin segera menelfon meneger keuangan dan seluruh staf yang berada di area keungan, setelah tak sampai 10 menit mereka sudah berkumpul di ruang meeting dengan bertanya-tanya ada apa dengan mereka yang di panggil.
Zee memasuki ruang meeting dengan di ikuti adrian derren dan kevin.
Zee manatap tajam ke manager keuangan yang terlihat buncit, membuat pria buncit itu terlihat gugup.
"Kalian tahu apa kesalahan kalian saat ini, apa kalian fikir saya tidak tahu apa yang kalian lakukan di perusahaan ini selama 4 bulan?"
Para karyawan terlihat gemetaran mendengar suara datar zee, dan ia melihat zee yang sangat berbeda saat ini di hadapan mereka. Zee melipat tangannya lalu bersandar di meja sambil menatap tajam para karyawan.
"Kalian mau jujur sendiri, atau saya sendiri yang membuat kalian jujur?"
Pertanyaan zee membuat seorang wanita yang memakai baju ketat dan rok ketat terlihat keberatan dan sangat berani menantang zee.
"Memangnya kami melakukan apa, anda nggak usah terlalu sok berkuasa. Ingatlah nona itu hanya anak angkat tuan ardhan saja yang di angkat jadi menantu."
Dengan nada sinis nya membuat derren dan adrian meradang, tapi kevin menahan mereka berdua untuk segera duduk.
"Wah.. nona zee hanga bisa mengandalkan ketiga pria yang di belakang nona yah, makanya nona dengan berani memanggil kami berlima kemari.
"Kalau saya berani kamu mau apa? kamu mau nantangain saya begitu, atau kamu terlalu sirik dengan saya. Kamu kemari ingin bekerja atau ingin melacur memakai baju ketat seperti itu, atau kamu mau menggoda pak doba(sang manager keuangan)"
"Nona jangan sembarang kalau menuduh saya bisa melaporkan anda dengan tuduhan pencemaran nama baik."
Teriak wanita itu dengan muka yang memerah
Zee hanya senyum smirk melihat sang wanita itu berteriak, tetapi zee menjentikkan jari nya muncul lah di layar besar yang ada di ruang meeting terlihat seorang wanita yang sedang melakukan perbuataaaaaaaaaaaan.....🤣🤣
Bersambung..
__ADS_1