
Kevin dan alicee saat ini berada di toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan mereka, alicee yang begitu semangat memilih cincin pernikahannya ia memilih cincin yang terlihat simple tapi elegan dan kevin yang melihat pilihan alicee ia pun menyukainya.
"Kak kita pilih saja bagaimana alicee suka yang ini terlihat simple dan elegan."
"Iya itu aja kakak juga suka, ya udah kita ambil yang itu lalu kita kemana lagi setelah ini?"
"Hmmm.. kita makan aja dulu ya, alicee sudah lapar."
"Oke. Setelah ini kita makan."
Sambil membelah rambut alicee dengan lembut.
Kevin memeluk erat pinggang alicee karena beberapa pria melirik alicee yang terlihat seksi, sambil menggerutu kesal kevin memasuki restoran tapi ia memesan private room. Dengan kesal kevin menyuruh alicee memesan makanan, alicee yang belum peka biasa saja.
"Kamu itu suka banget sih pakai baju kurang bahan, bikin mata pria yang di luar sana mau keluar. Bergumam menggerutu.
"Hah... kak kevin kenapa, apa kakak ada masalah dari tadi alicee dengar ngomel mulu."
"Iya kakak punya masalah, itu semua karena kamu. Suka banget sih pakai baju yang kurang bahan, tidak kamu zee kania sama saja."
"Ih.. ini kan model, lagian alicee pakai baju yang masih batas normal. Coba alicee pakai yang lingerie baru kesana sini baru kakak boleh marah."
"Coba saja kamu pakai begituan, jangan harap kamu keluar dari kamar dengan saya."
"Wuuu... Menankutkan sekali.
Sambil mengejek kevin dengan kesal."
"Sudah pesan saja, kakak juga sudah lapar."
"Iya iya.. Kalau lagi lapar ya rese jadinya, gumamnya alicee"
MALDIVES
Zee yang sedang melakukan test pack di kamar mandi terlihat was-was ia takut membuat suaminya kecewa, jadi ia meninggalkan test peck nya begitu saja lalu ia berendam air hangat. Zee selalu merasakan gerah dan selalu saja ingin berendam, adrian yang di luar kamar mandi masih setia menunggu zee belum keluar.
"Astaga sayang kamu itu kenapa sih di dalam, dari tadi engak keluar-keluar. Apa terjadi sesuatu, sayang buka pintu nya zee zee..."
Dor dor..
Adrian langsung segera membuka pintu nya dan menganga melihat zee yang tengah berendam sambil tertidur pulas, tapi ia melihat di wastafel kamar mandi ada test pack masih terendam air urine zee. Adrian segera melihat test pack nya dengan muka yang terlihat bahagia, tanpa fikir panjang ia membuka semua pakaiannya lalu ikut berendam dengan zee.
"Hmmm... eh kenapa abang masuk kesini."
"Kamu itu suka banget bikin abang khawatir, abang sudah menunggu kamu hampir setengah jam tapi kamunya malah brendam disini."
"Eh... Maaf hubby, tunggu dulu perasaan zee tadi melakukan test pack.
Baru saja zee ingin berdiri tapi di tahan oleh adrian, dan lalu memeluk zee dengan erat."
__ADS_1
"Terima kasih mama zee, akhirnya keinginan angel terwujudkan ingin mempunya dedek bayi. Bisiknya"
"Oh.. yaa, pantas saja zee udah telat 3 minggu juga. Tapi kok zee engak merasakan apa-apa yah."
"Ya bagus dong, kamu nggak akan menderita lagi dan kamu bisa makan apa yang kamu inginkan."
"Iya juga ya by, tapi jangan beri tahu yang lain dulu kita tunggu sampai kita pulang aja baru di beritahu ke semua biar surprise."
"Iya terserah kamu saja sayang, dan 1 lagi kamu engak boleh terlalu capek abang mau nya sih kamu di mansion aja."
"Hmmm.. tapi zee masih punya tanggung jawab, zee janji akan lebih hati-hati dan engak akan kerja keras."
"Oh iya 1 lagi, engak boleh angkat yang berat-berat dan gendong arthur lagi."
"Yah ... kok gitu, arthur kan engak berat by. Zee sesekali menggendongnya saja ya, lagian zee udah kangen dengan anak-anak kita."
"Sayang dengarkan abang, abang ingin yang terbaik untuk kalian jadi abang mohon tolong dengarkan perkataan abang kali ini saja."
"Baiklah hubby, by zee ingin melakukan nya disini.
Tanpa persetujuan adrian zee langsung duduk di paha adrian lalu mengalungkan tangannya ke leher adrian dan mencium bibir adrian.
Stop yang masih di bawa umur hahahaha......🤣🤣
Zee dan adrian sedang di perjalanan menuju ke mansionnya ia juga sudah memberi kabar kepada yang lain selain itu zee juga menyuruh kumpul keluarganya dan keluarga kevin dan alicee untuk di berikan ole-ole.
"Assalamualaikum Zee pulaaaaaang."
"Papi daddy mommy zee kangen banget dengan kalian, mana anak-anak zee kok engak kelihatan."
"MAMAaaaaa... KAMI DI SINI."
Zee segera memeluk anak-anaknya baru sajabia ingin menggendong arthur tapi adrian segera menahannya lalu ia mengambil alih arthur.
"Kok kalian cepat banget pulangnya, apa engak tahan di sana?"
Papi ardhan bertanya kedua pasangan yang baru tiba dari bulan madu.
"Zee ingin pulang pih, katanya kangen dengan kalian semua."
Adrian yang menjawab pertanyaan papinya.
"Oh iya ayo kita buka ole-ole nya kak alicee kania ayo sini kita buka ole-ole bersama anak-anak."
Kania yang memang sangat polos dengan segera ia meloncat kegirangan, lain dengan randy yang terlihat meringis melihat kania yang seperti anak-anak."
"Sabar bro, kania memang seperti itu tapi ia anaknya penurut kok."
Adrian memberitahu randy sambil menepuk bahunya, derren terlihat menahan tawa berbeda dengan kevin yang terlihat datar.
"Hufff... Sabar randy sabar.."
__ADS_1
"Kamu kenapa seperti itu, kamu engak mau dengan adik saya ya udah jangan salahkan saya jika ayah dirga menggantung mu di menara eiffel."
Zee membagikan ole-ole kepada seluruh keluarganya maupun keluarga alice dan kevin, angel yang dari tadi diam menunggu kabar bahagia dari daddy hanya diam tanpa suara.
"Sayang kok diam, angel nggak suka ole-ole nya itu daddy loh pilihkan untuk kamu kalau abang al kakak niel dan dedek arthur mama yang pilihkan."
"Angel suka kok dad, tapi angel mau nya dedek bayi."
"Hmmmm... apa selama daddy dan mama pergi angel berdoa?"
"Iya dad, angel selalu berdoa mau tidur pun angel berdoa angel punya dedek bayi lagi."
"Tapi sepertinya doa angel terkabulkan buktinya di perut mama zee angel akan punya dedek bayi."
Angel yang mencerna baik-baik perkataan adrian dan langsung berteriak kegirangan memeluk arthur yang sedang di sampingnya meminum susu dotnya.
"Sayang hei ada apa kamu membuat adik kamu kaget tuh.."
Kaget mommy layla.
"Grandma angel akan mempunyai dedek bayi, kata daddy di perut mama ada dedek bayi nya grandma."
"Oh yaaa... wah dad kita akan ketambahan anggota lagi."
Edwind langsung memeluk anak nya dan meneteskan air mata, ia tak kuasa menahan haru karena sebentar lagi cucu nya bertambah.
"Sayang kamu serius, apa daddy akan mendapatkan cucu lagi kalau bisa daddy ingin cucu yang kembar biar daddy sama mommy kamu engak kesepian di istana."
"Iya dad zee hamil tapi belum tahu berapa minggu karena zee engak merasakan ngidam seperti dulu."
Mommy layla yang mendengar kabar bahagia ia langsung memeluk zee juga dan adrian bergantian ia sangat bahagia ia memeluk arthur dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi arthur yang membuat arthur tertawa geli.
"Papi sangat bahagia akhirnya papi akan mempuinya cucu lagi, terima kasih dan papi harap kalian akan terus saling mendukung sampai kedepannya."
"Amin pih, makanya papi daddy mommy harus sehat terus.."
Alicee dan kania beserta mami sasa dan bunda nya kevin langsung memberi selamat begitupun para pria di sana.
"Oh.. iya zee dengar acara pernikahan kak kevin dan kak alicee akan di majukan ya."
"Iya zee 6 hari lagi acaranya di lakukan dan kakak punya gaun untuk kamu nanti di pakai ya angel juga ada kok, untuk para pria sudah di siapkan tuxedo."
"Waw pasti bakalan cantik, zee ingin mencobanya nanti. Kania kok dari tadi kalem, engak seperti biasanya."
"Eh.. engak kok kak, kania masih seperti biasa."
Randy pun di buat heran dengan tinggah kania biasa nya jika melihat dirinya kania akan menempel padanya tapi sekarang kania seperti menghindarinya kania terlihat seperti dulu jika bersama dengan angel tapi yang lain kania bersikap lebih kalem.
"Ada apa dengan dirinya, tak seperti biasanya ia begitu. Batin randy."
__ADS_1