
Zee membantu adrian berdiri, tapi adrian malah menarik tangan zee hingga menjatuhi adrian dan tanpa di sengaja bibir zee dan bibir adrian tersentuh. Zee kaget dengan cepat berdiri, lalu pergi meninggalkan adrian yang masih syok. Setelah adrian sadar jika zee sudah berlari ke arah villa barulah adrian mengejarnya.
Zee yang lari dengan pipi yang bersemu, ia merutuki kebodohannya sendiri.
"Astaga... Abang juga sih yang menarik zee tiba-tiba tadi peluk zee yah zee bantinglah, siapa suru suka banget ngagetin orang."
Zee berbicara sendiri seperti orang yang tak waras, sesekali ia memukul pipinya.
"Nak kamu ngapain pukul-pukul pipi kamu sampai merah begitu?"
Ardhan yang baru tiba bersama para sahabat adrian dan ternyata ada 2 wanita yang ikut yang satu zee sangat mengenalinya.
"Kamu tidak merindukan papi zee.."
Sambil merentangkan tangannya.
Zee berlari menghamburkan kepelukan ardhan dan memeluknya sangat erat seperti anak kecil yang di tinggal lama oleh papinya.
"Zee merindukan papi, zee sangat ingin menghubungi papi tapi ponsel zee ketinggalan dinmansion."
"Papi juga merindukan kamu nak.
Sambil mencium berkali-kali kepala zee."
Derren yang melihat adiknya begitu manja ke ardhan sangat sedih, ia juga begitu ingin memeluk zee tapi ia tahan. Derren nggak mau zee syok dan tak menerimanya sebagai kakak.
"Kak alicee juga disini, loh ini siapa cantik banget pacar kak randy."
Randy yang sedang meminum jus langsung muncrat dan tersedak saat zee mengatakan pada wanita itu jika ia adalah pacarnya.
Uhuk uhuk...
"Zee kamu yang benar saja, bisa-bisa si kurcaci ini kamu bilang pacar kakak."
"Yeee...yang mau sama kak randy siapa.."
"Eh... bukan ya zee fikir pacar kak randy.
Zee memeluk alicee lalu ke kevin.
"Kak kevin juga datang."
"Iya zee, ini adik kakak namanya kania"
"Oh.. hay kania, aku zee.."
"Kak zee cantik sama dengan kak alicee cantik juga."
"Kamu bisa saja."
"Zee kamu nggak kangen dengan kak randy nih dan kak derren."
Zee menghambur ke pelukkan randy, zee menganggap mereka semua adalah kakak-kakaknya. Saat zee ingin memeluk derren, zee melihat derren yang menatapnya dengan kerinduan dengan mata yang berkaca-kaca zee langsung memeluknya dan derren pun membalasnya begitu erat.
"Maafkan kakak yang lambat mengetahui mu, mommy akan sangat senang melihat putri begitu cantik tumbuh dewasa dan tangguh."
DEG...
"Maksud kak derren? Zee nggak ngerti..."
"Derren ajaklah zee ke sana lalu ceritakan dengan baik-baik."
__ADS_1
Derren menggandeng tangan zee mengajaknya bicara berdua saja."
Adrian yang datang dengan meringis memegang pinggangnya, membuat mereka heran dan adrian syok melihat mereka semua datang ke villa itu.
"Loh, bang kamu kenapa tiba-tiba encok begitu?"
"Ini semua karena zee membanting abang, bukannya menolong abang eh malah di tinggal begitu saja."
Hahahaha...
"Syukurin loe rian, zee membalas mu seperti itu."
"Daddy kenapa, daddy encok ya daddy payah sih."
"Nak daddy di banting mama, bukan karena encok."
"Oh angel fikir daddy encok, bagaimana nanti angel minta di gendong jika daddy sudah encok belum tua juga."
"Anak ini, dibilangnya daddy nggak encok. Iss.. kamu sama seperti uncle randy cerewet."
"Oh my good.. oh my wow.. Angel di samakan dengan uncle randy yang tua itu, ya nggak lah dad angel kan cantik."
"Iya kamu cantik, tapi bar-bar nggak ada manis-manis. Selalu saja buat anak orang menangis, sama dengan yang memangku kamu."
"Memangnya kenapa dengan kania kak randy? kania cantik yah, oh terima kasih kak randh."
Randy mengeritkan kening, lalu berfikir kapan ia bilang kania cantik.
"Ini anak apa sakit yah."
"Kak kania memang cantik, sama seperti angel kan uncle kevin."
"Kak kevin, kania juga cantikkan."
"Iya kania kamu juga cantik, karena kamu wanita."
Kata kevin sambil membelai rambut angel
"Iya percuma cantik jika tak ada lembut-lembutnya."
Kata randy sambil mengejek kania.
"Ah.. sudah-sudah abang al dan kakak niel mana angel."
"Oh mereka lagi di pantai tadi, mengumpulkan rumah-rumah kerang katanya ingin di lukis."
"Ya sudah nangi opa suru pelayan panggil mereka."
Di sisi lain zee masih bingun derren membawanya pergi ke tempat yang nggak ada yang mengganggunya.
"Zee, kamu pasti akan kaget jika kamu itu adalah adik kandung kakak. Maafkan kakak yang baru bisa menemukan mu zee, kakak memang salah terlambat mencari mu. Tapi asal kamu tahu daddy sampai sekarang masih mencari mu, walaupun ada berita yang anak buah daddy dapat jika kamu sudah tewas bersama orang tua angkat mu waktu itu. Maafkan kami yang lalai menjaga mu, musuh grandpa yang menculik mu dan mereka ingin kamu mati tapi orang tua angkat mu menemukan mu yang masih berumur 1 tahun. Kakak pun tak tahu jelas bagaimana kamu bisa berada di orang tua angkat mu, hingga musuh grandpa mendapat kan informasi jika kamu masih hidup akhirnya mereka membakar rumah yang kamu tinggali dengan orang tua angkat mu. Tapi ada tetangga yang mengambil mu lalu membawa mu ke panti asuhan, dan ternyata orang tua angkat mu itu masih ada hubungan dengan mantan mertua kamu.
"Jadi zee adik kandung kakak, tapi kenapa harus zee yang mengalaminya. Apa kakak tahu jika zee sangat menderita, dari kecil zee sudah harus banting tulang biar zee bisa sekolah yang tinggi dan zee nggak di injak-injak lagi. Zee nggak pernah merasakan namanya punya teman, zee nggak ada waktu untuk bermain dengan mereka. Setelah zee menikah mertua zee pun membenci zee, padahal zee juga begitu ingin merasakan kasih sayang seorang ibu."
"Maafkan kami zee, maaf lambat menemukan mu. Daddy dan mommy pasti akan senang jika kamu datang melihat mereka, semenjak kamu di culik mommy menjadi sakit dan sering menangis kakak pun tak pernah di perhatikannya hanya daddy yang mengurus kakak."
"Maaf apa mereka masih ada, kenapa zee tak pernah melihatnya."
Derren tersenyum dan menghapus air mata zee yang mengalir.
"Mereka masih ada, wajah kamu sangat mirip dengan mommy. Makanya saat pertama kita ketemu kakak melihat mommy di di wajah kamu, makanya kakak sengaja menggoda mu. Ternyata kamu adik angkat adrian, dan kakak juga pernah membenci adrian karena sifah. Kamu maukan ikut kakak jengukkin mommy dan daddy kasian mommy zee, tapi daddy sangat setia merawat mommy kamu pasti akan iri melihat mommy yang di rawat oleh daddy."
__ADS_1
"Iya kak, zee mau tapi zee harus izin ke suami zee dulu."
"Jika suami kamu nggak mau izinin kamu bilang sama kakak."
Zee hanya tersenyum, dan memikirkan adrian tadi yang ia banting. Derren dan zee bergabung dengan ardhan yang sedang berkumpul di taman sesekali mereka menggoda angel dan kania.
Adrian yang melihat zee datang langsung membopongnya seperti karung, membuat zee berteriak dan memukul dada adrian.
"Abang turunin zee...."
"Wah.. Daddy udah nggak encok lagi yah.."
Mereka menggelengkan kepalanya melihat adrian yang membawa zee seperti itu.
Adrian membawa zee kekamarnya lalu mengunci pintu dan memasukka kuncinya ke saku celana adrian.
"Abang kenapa sih, nggak jelas sudah buka pintunya zee ingin kumpul dengan mereka."
Zee ingin keluar tapi adrian malah menariknya dan memeluk zee dengan erat.
"Maafkan abang zee, abang terlalu sering membuat mu menangis. Abang belum pernah membahagiakan kamu, maafkan abang kamu bisa pukul abang zee abang akan terima. Tapi jangan pernah pergi lagi zee, abang nggak sanggup."
"Kenapa abang nggak sanggup buktinya abang bisa tuh ninggalin zee dan anak-anak selama 3 hari, abang lebih memilih pergi mengurus proyek abang di banding menemani zee dan anak-anak. Zee juga lelah bang, tapi demi anak-anak zee harus kuat. Zee ingin ikut kak derren saja, zee yakin mereka bisa menerima zee.."
Adrian yang mendengar perkataan zee, langsung membungkam bibir zee dengan bibirnya. Zee yang mendapatkan serangan mendadak memukul dada adrian karna kehabisan nafas.
"Abang itu suka bangat sih nyosor, ini mulut nggak bisa apa paka aba-aba dulu."
Zee sambil memukul pelan bibir adrian dan mengomel.
"Kamu sih kalau ngomong sembarangan, abang sudah bilang abang nggak akan lagi membuat mu pergi. Kalau bisa abang nggak usah kerja aja biar abang bersama kamu terus, abang jika sudah berhadapan dengan pekerjaan pasti abang akan lupa semuanya."
"Yaa.. nggak gitu juga kali bang, emangnya abang mau kasih makan zee dengan anak-anak apa."
"Tabungan abang banyak zee biar kita punya turunan sampai ke 7 pun abang sanggup, kamu itu fikirannya kenapa sampai ke situ sih. Abang udah serius juga, bikin abang yang gedek tau.
"Elleh.. Begitu saja sudah ngambek, seharusnya zee yang masih marah ke abang. Zee belum bisa ya maafkan abang, zee masih ingat betul abang keluar dari kamar yang dulu jadi abang lebih pilih tidur disitu di banding menemani zee menjaga anak-anak di RS."
Adrian menyentil kening zee dengan pelan.
"Aw.. Sakit tau, ini orang dari kdrt mulu sih."
"Kamu yang kdrt, kamu banting abang tadi baru tindisi lagi pas itu kamu main tinggal aja abang yang pinggangnya sakit. Abang nggak nemenin kamu, karena bang takut nggak bisa kontrol emosi abang waktu itu, lagian abang tidur di kamar kita kok cuman abang mengambil baju abang laku memakainya di kamar itu."
"Abang pasti bohongkan."
"Ini sudah di jelasin tetap aja ngeyel, kamu cemburu ya yaa...."
"Sembarangan, ngapain juga zee cemburu ke abang. Udah sana zee mau mandi, abang lepas tangan zee."
"Ya udah abang juga mau mandi, kita mandi berdua biar cepat selesainya."
"Eh eh... nggak bisa abang turunin zee bang.."
Zee yang di angkat langsung ke kamar mandi oleh adrian memberontok, tapi zee nggak bisa apa-apa karna zee sudah di bawa masuk ke dalam.
"Ini sih bukan mandi namanya, tapi ujung-ujungnya ya enak-enak...
Zee yang mendumel, tapi di dengar jelas oleh adrian. Tapi di balas senyum menawan oleh suaminya, zee yang memang sudah kangen dengan suaminya akhirnya membalas ciuman adrian.
#Kalian pasti tau lah, jika suami istri yang udah kangen akan melakukan apa. Hehehe..🤣🤣
__ADS_1