
Alicee yang memandang laut dari jendela penginapannya, angin yang bertiup kencang para turis lainnya sedang berjemur ada juga berselancar alicee melihat ada anak kecil yang berlarian dan ada juga membangun istana pasir bersama orang tuanya.
Alicee pun hanya menggunakan bikini dan berendam sambil menikmati pemandangan yang begitu indah begitu pun suara ombak yang membuat nya tenang laut yang biru muda angin yang bertiup dan alicee memejamkan matanya sambil menikmati berendam dalam bak mandi.
Kevin yang tadi nya beristirahat akhirnya mencari sang istri, dan saat ia melihat alicee yang begitu seksi ia pun langsung bergabung dengan istrinya.
Alicee yang tadi memejamkan matanya sambil berendam akhirnya membuka matanya saat ia merasakan seseorang yang masuk ke dalam bak mandi nya.
"Eh.. kakak, kok kesini nggak istirahat aja."
"Hmmm.. Kakak udah baikkan, sebentar sore kakak udah bisa ajak kamu keliling."
"Beneran kak, besok aja kak. El nggak apa-apa kok, lagian kaki el masih pegel."
"Serius kaki kamu pegel, kok nggak bilang ke kakak sih nanti kakak yang pijitin kaki kamu deh."
"Eh.. Nggak usah ...
Ucapan alicee terpotong saat kevin membungkam bibir nya, kevin mencium bibir alicee.
"Bibir ini yang membuat kakak nggak akan tahan untuk tak menciumnya."
Wajah alicee memerah mendengar ucapan sang suami, ia kembali bersandar di dada kevin.
****
Berbeda dengan hal nya derren yang sibuk menghubungi viza tapi tak di angkat, derren yang penasaran akhirnya pergi ke kantor agensi visa yang tak jauh dari perusahaannya.
Derren memarkir mobil nya lalu memasuki agensi permodelan, dan saat ia ingin menanyakan ke resepsionis ternyata pintu lift terbuka dan muncul lah viza dengan muka yang memerah dan keringat di dahinya bermunculan.
"Viza kamu kenapa, ada apa dengan kamu wajah kamu juga merah"
"Kak tolongin viza kak, seseorang mencampur minuman viza obat perangsang."
__ADS_1
Dengan nafas yang tersenggal-senggal viza mengatakannya, membuat derren meradang dan ia segera menghubungi anak buah nya untuk mencari tahu siapa yang telah berani mengganggu calon istri nya.
Derren langsung membopong viza ke mobil lalu tak lupa derren menghungi adrian dan zee segera membawa viza ke apartemen nya.
Saat derren telah memasuki parkiran apartemen, ternyata randy dan kania baru saja memarkirkan mobilnya. Dan tak lama mobil adrian pun tiba bersama zee, dengan segera derren mengangkat viza memasuki lift dan di susul dengan yang lainnya.
"Viz ini aku zee, apa yang kamu rasakan saat viz."
"Kak ipar viza sesak, dan viza sangat susah bernafas badan viza juga panas kak viza tersiksa."
"Bagaimana bisa seperti ini viz?"
"Nanti di lanjut di apartemen kak derren saja by, kasian viza nya sudah nggak kuat menjawab pertanyaan kita."
"Ran hubungi dokter dio, untuk ke sini."
Randy pun menghungin salah satu dokter kepercayaan keluarga alson, dan ternyata dokter dio tinggal di apartemen yang sama dengan randy maupun derren.
Derren memasuki kamarnya lalu meletakkan viza dengan hati-hati, zee dan kania menyuruh kakak nya untuk menyiapkan air yang dingin di bak mandi zee ingin viza di berendam di air dingin lalu dokter dio bisa sambil memeriksa viza.
Tanya adrian dengan tegas
"Gue nggak tahu, saat di kantor gue berkali-kali menghubungi viza tapi tak di angkat tapi gue lihat story kania bersama randy jadi gue fikir viza pun saat ini break dan udah nggak ada pejerjaan tapi telfon gue kok nggak diangkat. Dan gue segera ke agensi viza maupun kania, baru saja gue mau menanyakan viza di mana viza udah muncul dengan wajah yang merah dan berjalan sempoyongan dan katanya seseorang mencampur minumannya dengan obat perangsang."
"Apaaa.. Siapa yang berani melakukan itu ke viza, loe udah menyuruh anak buah loe mencari tahu siapa yang berani melakukan itu?"
"Iya, sementara mereka mencari tahu nya."
"Kak seperti nya della yang melakukannya, karena kania nggak sengaja mendengar pembicaraannya seseorang di telfon saat kania berada di toilet tadi tapi kania nggak tahu jika della mengincar viza ia hanya mengatakan jika ia harus berhasil menjebak wanita itu karena wanita itu telah merebut pria incaran della berarti kak derren pria incarannya della dan kak viza yang di maksud della wanita itu."
"Siapa della itu ren, pokoknya bawa wanita itu ke hadapan gue saat ini juga."
"Loe tenang saja, wanita itu sudah berada di markas gue barusan anak buah gue melaporkannya ke gue."
"Tapi gue juga penarasan siapa della itu, gue nggak pernah dekat wanita selain sifah atau viza."
__ADS_1
Adrian hanya menaikkan bahu nya, pertanda ia tak mengetahui nya.
Zee yang keluar menatap serius derren dan membuat yang lainnya pun penasaran, zee menghela nafas lalu mengatakan ke derren jika ia benar-benar serius mencintai viza ia harus menikahi viza segera karena viza harus mendapatkan pelepasan supaya viza bisa selamat.
Dan yang mendengar ucapan zee membuat mereka terkejut terutama derren, dan zee juga mengatakan jika obat perangsang yang di konsumsi viza obat perangsang yang dosis tinggi.
"Kak biar zee mengatakan ke daddy dan mommy, jika kakak harus menikahi viza saat ini dan abang juga harus membicarakan soal viza ke papi ini benar-benar genting zee nggak bercanda dan dokter dio pun mengatakan nya jika viza harus mendapatkan pelampiasaan jika tidak nyawa viza dalam bahaya."
Ucap zee dengan nada yang begitu serius, dan ia segera menlfon kedua orang tua nya untuk segera ke apartemen derren saat ini juga.
Adrian pun menghubungi papi nya, dan papi ardhan langsung meluncur ke lokasi mereka saat ini.
Derren memasuki kamar mandi dan melihat viza yang seperti mayat hidup di dalam air yang begitu dingin viza hanya membuka mata nya dan tersenyum saat melihat derren tetapi viza kembali menutup mata nya dan dahi nya berkerut seperti menahan sakit.
"Hei... Maafkan kakak viz, lagi-lagi karena kakak yang membuat kamu seperti ini."
Viza hanya tersenyum dan sekata pun tak pernah keluar dari mulutnya, membuat derren begitu merasa bersalah.
"Daddy dan mommy mereka berdua sedang menuju kesini, hari ini juga kita akan menikah setelah kamu sembuh kita akan mengadakan acara yang besar-besaran hmmmm.."
Ucap derren sambil mengelus pipi pucat viza tapi viza sama sekali tak meresponnya,embuat derren panik lalu memanggil dokter dio untuk memeriksa nya kembali.
Dan saat itu juga mommy layla memasuki kamar mandi dan melihat viza yang begitu pucat seperti mayat.
"Mom, viza mom."
Sttt...
"Sudah kamu tenang saja, adik kamu sudah menceritakan nya semua dan mommy pun merestui kalian."
"Terima kasih mom, maafkan derren yang belum pernah membahagiakan mommy."
Mommy layla pun memeluk putra dengan penuh kasih sayang, lalu mengelus kepala viza yang masih berada dalam bak.
Bersambung...
__ADS_1