Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
24. Menghempaskan Pelakor


__ADS_3

Adrian mengantar zee ke kantor hari ini, sesekali adrian menggenggam tangan zee. Tiba di loby adrian memberikan kepada security untuk memarkirkan mobil kesayangannya, ia menggenggam tangan zee banyak yang melihat mereka berdua.


"Wah nona zee sangat beruntung yah udah di angkat jadi anak eh malah di jadikan menantu lagi."


"Hus diam kamu nanti tuan adrian yang mendengarnya bisa di pecat kita."


"Eh... maaf-maaf."


"Sudah ayo kita lanjutkan pekerjaan kita."


Adrian dan zee masuk ke ruangannya dan berkas-berkas yang ingin di tanda tangani menumpuk, adrian baring di sofa sambil memainkan game onlinenya.


"Abang jangan main game sambil baring, nggak baik untuk mata."


"Iya tunggu lagi nanggung nih."


"Hmmmm..."


Zee terlihat serius mengerjakan pekerjaannya, dan adrian yang ketiduran di sofa terbangun merasakan jika perutnya minta di isi.


"Zee abang lapar banget, apa kamu tidak lapar begitu."


"Eh.. kasian abang lapar yah, kita makan disini aja ya bang nggak apa-apa kan bang."


"Terserah kamu aja, abang mah ngikut kamu."


"Ya udah abang ingin makan apa zee pesankan."


"Abang makan yang kamu makan, makan kamu aja abang mau saat ini juga."


"Dasar mesum, itu mulu di fikirannya."


"Dosa loh kamu, jika..


"Jika mengabaikan perkataan suami gitu, udah hafal zee dengan kata-kata abang."


"Hehehe.. kamu memang istri abang."

__ADS_1


"Ya iyalah zee gitu."


"Apa masih lama sayang?"


"Dikit lagi sih, kenapa memang bang?"


"Kamu sini duku deh, kepala abang pening banget."


Zee berjalan ke arah adrian, dan adrian menarik zee di pangkuannya. Zee hanya bisa pasrah aja apa yang adrian lakukan, zee memijit kepala adrian yang katanya sedang sakit.


"Apa masih sakit bang."


"Hmmm.. "


Tapi tangannya udah kemana-mana, zee yang memakai rok sangat gampang untuk menariknya keatas.


"Abang tangannya di kondisikan, abangkan sudah janji tadi."


"Kamu diam aja, biar abang yang bekerja."


"Ck.. Maunya."


"Ini punya zee, ini juga punya zee. Hahahaa...


"Iya punya kamu, kita main 1 kali dulu ya sebentar doang kok sebelum makanannya datang."


"Hmmm.. Hanya 1 kali aja ya."


"nggak janji."


Mereka melakukannya lagi seperti semalam yang mereka lakukan. Hanya melakukan 1 ronde saja, lalu membersihkan diri mereka di kamar mandi di ruangan itu. Pas mereka selesai adrian dan zee makan lalu menunaikan shokat dhuhur.


Saat ini mereka berada di swalayan untuk membeli perlengkapan anak-anaknya, tetapi sonia tiba-tiba muncul di hadapannya dan menyapa adrian tidak dengan zee. Tapi bukan zee namanya jika hanya melihat suaminya ingin dinsentuh.


"Eh.. hai adrian kita ketemu lagi, spertinya kita memang berjodoh."


"Hahahaa.. mbak lagi melucu aja sore-sore begini."

__ADS_1


"Eh.. ada istri kamu juga disini."


"Hmmm... Ayo sayang kita cari susu hamil buat kamu."


"Ayo bang, sepertinya zee ingin muntah bang cepatlah baru kita pulang."


Zee dan adrian saling mengode dan tak memberi sonia celah untuk mengganggunya.


"Kami permisi mbak, saya nggak tahun dengan bau-bau yang menusuk. Bau-bau menusuk seperti pelakor begitu maksud zee, gumam zee tapi bisa didengan adrian dan sonia.


"Eh.. maksud kamu."


"Maaf mbak aku tidak tahan, kalau begitu kami permisi."


"Cih... liat aja entar adrian akan jatuh ke tangan ku, dan kau akan aku tendang jauh-jauh."


Zee berhalan dengan badmood sedangkan adrian yang melihat zee seperti itu, tersenyum senang karna zee cemburu kentara dengan omongannya membalas sonia berbicara.


"Udah dong jangan cemberut mulu, abang kan nggak perna merespon dia. Sonia memang dari dulu suka sama abang tapi abang nggak perna meresponnya."


"Awas aja abang meresponnya, zee patahkan leher abang yang di bawa."


"Eh.. kamu kok ancam nya begitu, ngeri tau."


"Pokoknya zee harus membasmi pelakor-pelakor jahannam itu, cukup 1 kali zee bodoh seperti dulu. Zee nggak mau lagi kexolongan lagi."


"Udah sayang nggak usah di fikirkan, abang tetap setia sama kamu. Dapat kesempatan baikan dengan kamu aja abang susah apa lagi selingkuh yang ada abang juga kehilangan anak-anak abang dengan papi.


"Jika abang melakukan kesalahan seperti berkhianat zee nggak akan memaafkan abang sedikit pun namanya juga berkhianat pasti akan mengulangi nya, tapi jika kesalahan-kesalahan seperti kemarin pasti zee akan memaafkan abang walaupun agak susah."


"Iya sayang, semoga kita akan terus di lindungi oeh godaan setan dan pelakor. Amin."


"Hahahhahha... heran aku kok bisa ya pelakor-pelakor sperti itu nggak ada takut-takutnya dan kapoknya.


"Yaaa.. Namanya juga imamnya nggak kuat, sudah nggak usah di fikirkan kiat pulang aja yuk kamu pasti capek nanto abang pijitin kaki kamu."


""Mau mau bang.. kaki zee pegal semua."

__ADS_1


"Iya sayang."


__ADS_2