Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
77.


__ADS_3

Adrian yang ketiduran sambil memeluk angel yang begitu panas dan menggigil membuatnya terbangun lalu mengecek dahi angel ternyata panas angel semakin tinggi dan menggigil.


"Angel bukan anak pembawa sial..


"Daddy daddy.....


Adrian yang mendengarnya merasa sedih, putrinya yang begitu ia jaga di hina begitu saja dan ia tak sabar untuk membalas orang-orang yang menghina putrinya itu.


"Tenang sayang, daddy akan membalas mereka semua jika perlu daddy akan membuat perusahaan orang tua nya hancur."


Zee terbangun saat mendengar angel yang memanggil adrian, dan ia melihat sang suami memeluk erat putrinya membuatnya khawatir.


"By, angel kenapa?"


"Panas angel semakin tinggi yang, dan menggigil."


"Astaga, tunggu di sini zee ambil obat penurun panasnya dulu jika panas nggak turun kita harus membawa angel ke RS."


Ucap zee dengan berusaha tetap tenang, dan segera mengambil obat penurun panas untuk angel. Dengan pelan adrian memposisikan angel lalu zee meminumkan nya obat, adrian menggendong angel saat angel menangis stelah meminum obatnya.

__ADS_1


Dan tak lama tangisan angel reda, tetapi panas di tubuhnya masih tetap tinggi hanya menggigil nya saja yang hilang. Adrian menyuruh zee untuk menelfon dokter dio untuk kemari dan memeriksa angel, ia begitu khawatir jika salah satu anaknya sakit.


Tak lama dokter dio pun tiba dengan muka yang terlihat mengantuk, dan saat dokter dio ingin menaiki lift tiba-tiba lift terbuka dan ardhan baru saja turun ingin menuju ke ruang kerja nya.


"Eh dio ada apa kemari, memang nya siapa yang memanggil kamu kesini."


Heran ardhan, saat ia melihat dokter dio membawa tas yang berisi alat kedokterannya.


"Entahlah uncle zee tadi menelfon dio, dan menyuruh dio kemari."


"Ya sudah ayo kita ke kamar mereka, sepertinya terjadi sesuatu dengan mereka."


Dio dan ardhan pun langsung menuju ke kamar zee dan adrian, dan saat ardhan mengetuk pintu kamar mereka zee dengan cepat membukanya dan tampaklah adrian yang masih menggendong angel yang tertidur di gendongannya.


"Badan angel panas pih, tadi abang kasih penurun panas tapi panas tetap tinggi dan hanya menggigil nya aja yang hilang."


"Astaga kok bisa, pantas aja cucu opa nggak turun makan malam bersama semalam."


"Iya pih, abang takut terjadi sesuatu dengan angel jadi abang menyuruh zee untuk segera menelfon dokter dio."

__ADS_1


Dio pun ingin memeriksa angel, tetapi saat adrian menurunkannya di kasur tiba-tiba angel menangis keras dan tak mau di lepaskan dengan daddynya.


"Daddy.... Jangan tinggalkan angel... Huaaaa.."


Adrian langsung panik dan segera menggendongnya kembali, membuat zee merasa sangat sedih ia tahu angel jika sakit hanya ingin di gendong tetapi ia baru melihat angel sakit tapi tak mau lepas dari ayah sambungnya.


"Tenang sayang, daddy ada di sini. Tapi angel harus di priksa dulu ya nak biar angel cepat sembuh dan kembali ke sekolah ya."


"Angel nggak mau sekolah lagi, angel takut di katain anak pembawa sial dad."


Huaaaaaa.....


"Ini ada apa sih zee, kok angel seperti itu?"


Bingung ardhan, dan meminta penjelasan dari zee.


"Entahlah pih, yang zee tahu tadi dari abang jika angel tiba-tiba ke ruang kerja abang dan menangis tak ingin bersekolah lagi katanya angel di katain anak pembawa sial salah satu orang tua murid dan teman sekelas angel jadi ikut-ikutan menghinanya."


"Apaaaa... Berani nya mereka menghina cucu ku, awas saja mereka semua besok papi akan ke sekolah angel dan memberi pelajaran mereka."

__ADS_1


Zee hanya diam, dan ia juga sebenarnya begitu marah tetapi ia harus tetap tenang dan tak boleh strees hingga membuat ASI nya tak lancar.


Bersambung...


__ADS_2