
Zee yang kehamilannya memasuki 7 bulan, setiap hari ia jalani dengan perut yang semakin membesar karena kehamilan kembar dan ia begitu fokus ke keluarganya. Tetapi sesekali zee juga ke kantor jika ia sedang bosan berada di mansion terus, adrian pun dengan sabar menghadapi mood zee yang banyak mau nya.
Dan saat ini zee tengah bersandar di sofa yang berada di balkon menikmati angin malam dan rambut yang bertebaran, zee hanya memakai dress tidur yang tipis hingga ia terlihat begitu seksi.
Adrian yang baru saja menidurkan anak-anaknya masuk ke kamar dan mencari sang istri, kening nya berkerut saat melihat ke arah kasur ternyata istri belum juga tidur. Ia melihat ke pintu balkon ternyata terbuka, dan adrian melihat sosok yang ia cari begitu cantik dan seksi di hadapannya.
"Sayang kok kamu di sini, entar masuk angin lagi."
Tanya adrian yang langsung memeluk zee dari belakang.
"Eh.. Iya by sebentar, zee ingin menikmati angin nya dulu."
"Iya ayo masuk ini sudah sangat malam, dan anginnya malah tambah kencang sepertinya akan musim gugur."
"Hmmm.. Iya by, ya sudah ayo masuk zee sesak jika baring zee ingin bersandar saja."
Adrian yang mendengar keluhan sang istri merasa kasian, dan perut zee baru 7 bulan tetapi sudah seperti 9 bulan.
"Apa nggak apa-apa yang, atau anak kita banyak gerak nya?"
"Iya mereka jika bergerak perut zee sangat kram, tapi yang paling banyak gerak di sebelah kiri by."
"Oh yaa.. Nak jangan buat mama kamu sakit dong nak, kasian mama jika kalian sangat lincah di dalam."
Duk...
Adrian yang sementara mengelus lembut perut zee tiba-tiba tangannya di tendang, hingga membuat adrian tertawa.
Hahaha...
"Kamu ingin bermain ya sama daddy, udah seminggu ya daddy nggak jengukin kamu ya nak.:
Duk duk...
"By zee sesak jika mereka bergerak terus, jangan bercanda."
"Maafkan abang sayang, tapi abang serius kangen banget dengan kamu"
__ADS_1
"Hmmm... Tapi pelan-pelan ya."
"Kamu aja yang di atas yang, abang nggak mau jika kamu yang bawa yang ada nanti abang nggak sadar dan malah ketindis perut kamu."
Akhirnya mereka pun melakukannya hingga 30 menit, adrian nggak mau terlalu lama berolahraga di ranjang karena ia merasa kasihan dengan istrinya. Tetapi adrian juga selalu memuas kan sang istri dulu baru dirinya, ia nggak mau jika hanya dirinya yang puas dan istri nggak.
Lain dengan kevin yang semakin hari ngidam nya semakin parah, ia selalu menggunakan masker jika ingin berpergian dan ia melarang karyawannya menggunakan parfum dan zee juga menyuruh karyawannya jangan menggunakan parfum karena ia begitu kasihan ke kevin yang setiap hari hidungnya semakin sensitif.
"Kak apa masih mual, el kasian sama kakak. Setiap hari kakak hanya makan sedikit dan hanya ingin makan yang asam-asam."
"Nggak apa-apa sayang, yang penting kamu sehat dan anak kita. Kakak sih nggak apa-apa, dan kamu jangan jauh-jauh dari kakak soalnya jika kamu jauh kakak langsung pusing dan mual."
"Iya kak, tapi el kasian dengan suami el."
Mata alicee sudah berkaca-kaca, maklum bumil lagi sensitif. Dan kevin malah tersenyum, dan merasa gemas dengan sang istri.
"Udah, sini kakak ingin peluk kamu. Kakak kangen dengan kamu, kamu pasti capek ya ikutin kakak ke kantor mulu dan pasti kamu bosan."
"Nggak kak, malah el senang dan biar el pantau kakak lebih dekat kakak kan ganteng perut el juga semakin besar bagitupun badan el entar kakak melirik cewe lain lagi."
"Nggak akan, bagi kakak hanya kamu yang buat kakak bisa jatuh cinta saat pertama kali kita bertemu di restoran saat itu kakak udah jatuh cinta sama kamu. Dan walaupun kakak sempat berfikir kok bunda mau sih menjodohkan anaknya dengan wanita yang ada di hadapan aku, yang nggak ada kalem-kalemnya. Tetapi saat kakak melihat mata ini dan dari saat itu lah kakak jatuh cinta sama kamu, dan bibir ini ketika tersenyum begitu manis."
Hahahaaha...
Kevin pun langsung memeluk erat alicee dan mengusap perut alicee yang mau memasuki 5 bulan, dan perut alicee pun kadang bayi yang berada dalamm perutnya menendang.
Keesokan harinya adrian mengajak sang istri berjalan-jalan ke taman, dan adrian pun mengajak angel dan arthur untuk berolahraga ringan. Zee berjalan di rumput tanpa menggunakan alas kaki, randy yang baru saja bergabung dengan mereka dan ia langsung menggendong arthur tinggi hingga membuat arthur tertawa girang dan sesekali randy menggoda angel hingga membuat adrian menghela nafas.
"Ran jangan di gangguin, putri gue lagi sensi saat ini katanya pipinya semakin tembem."
Hahahaha...
"Angel sayang ikut uncle ke mall yuk, uncle traktir es cream strawberry."
"Nggak ah, gagal dong diet angel jika makan es cream lagi."
"Yakin nih, padahal uncle ingin mengajak kamu makam es cream yang tempatnya baru saja buka."
__ADS_1
"Hmmmm... Ih.. uncle kok kayak setan sih suka banget menggoda angel."
"Eh.. Buset nih anak, gue di katain mirip setan. Nggak ada kali setan seganteng ini, kamu aja yang katarak sayang."
"Daddy uncle jahat."
"Udah sayang jangan di dengerin, biarin aja paling uncle lagi berantem dengan kakak kania makanya ia lagi rese."
Kata adrian.
"Sembarang lu, gue dan kania baik-baik aja yah."
"Yakin baik-baik, tapi semalam kania sempat nelfon zee loh kak katanya kak randy ngambek dan cemburu."
Randy yang mendengar perkataan zee, ia terdiam dan langsung cemberut hingga angel lah yang kembali mengejek dan mengganggu randy.
Tak lama viza datang bersama derren, dan meminta randy ingin di buatkan puding buah. Randy yang masih galau menjadi tambah galau saat permintaan viza yang menyuruhnya untuk membuat puding.
"Anak kalian kok kompak banget suka nyusahin gue dan kania, masih juga di dalam perut udah minta ini itu ke gue."
"Ayolah kak, entar twins ileran lagi."
"Kamu tuh, dikit-dikit bilang begitu. Entar jika mereka lahir awas aja jika mereka pada bandel, belum lagi permintaan si kulkas itu yang aneh-aneh."
Gerutu randy, tetapi saat ia mendengar suara yang begitu tak asing di belakang nya membuatnya terdiam.
"Siapa maksud kamu?"
"Eh... Kevin, kamu ngapain kesini?"
"Emangnya kenapa, nggak boleh. Masakin gue puding buah tapi gue mau lu sama kania yang buat gue nggak mau cuman kania yang buat atau kamu aja yang buat, gue mau nya lu dan kania yang kolab bikin tu puding."
"Ayo kak."
Kania langsung menggandeng tangan randy, saat randy baru sadar jika kania juga berada di situ.
Randy dan kania pun berkutak di dapur membuat puding buah, dan randy yang masih jual mahal nggak mau menegur kania membuat kania langsung memeluk randy dan akhirnya randy kembali luluh.
__ADS_1
Bersambung...