
Zee dan adrian yang berpapasan tapi mau zee dan adrian tak ada yang ingin saling menegur.
Zee yang masuk kekamarnya sangat sedih ternyata adrian memilih tidur di kamarnya dengan sifah di banding menemani dirinya di RS yabg sedang menjaga anak-anaknya. Tapi zee sadar jika ia juga salah semalam, jika ia masih bisa mengontrol ucapannya adrian tidak akan meninggalkannya begitu saja.
Adrian yang langsung kekantornya bersikap acuh ke zee, ia ingin zee kapok dengan sendirinya. Setelah adrian sampai di kantornya ia sibuk memeriksa berkas-berkasnya, dan randy masuk melihat adrian yang sibuk dengan kerjaannya tanpa mengawatirkan anak-anaknya di RS.
"Rian loe ngapain masuk, ini anak nggak ada berubanya selalu memikirkan pekerjaan lalu anak dan istri sendiri di abaikan. Terserah loe aja deh liat aja entar loe sendiri yang menyesal nantinya.
"Sudah ceramanya, kalau sudah persiapkan hari ini kita ke spanyol ada proyek penting kita selama 3 hari.
"Jadi loe akan pergi beneran rian, loe jangan sampai dinggal kedua kalinya rian."
"nggak akan, emangnya zee mau kemana."
"Terserah loe aja."
Derren mengatakan ke adrian jika ia sudah mendapatkan sonia dan ray, tapi adrian mengatakan ia sibuk untuk 3 hari kedepan. Derren juga mengatakan jika sonia ada bersamanya saat ini tapi ia tak mengatakan jika ray juga ada.
"Zee sonia ada bersama kakak, jika kamu mau melihatnya silahkan ke markas kakak aja."
"Ia kak, setelah dari RS zee ke maskar kakak."
"Baiklah, oh iya zee suami kamu mana katanya ia sibuk saat ini."
"Entahlah kak, zee juga nggak tahu abang kemana."
"Ya udah, kakak tunggu kamu di markas kakak nanti kakak share lokasinya."
"Hmmmm..."
Markas red devil atau markas mafia red devil yang di pegang oleh derren saat ini. Ya derren memang keturunan mafia maka dari itu ia sangat gampang mendapatkan sonia dan ray dengan sekejap.
Zee yang telah sampai di markas, langsung di sambut dengan anak buah derren dan menuntunnya ke tempat sonia dan ray sekap. Zee melihat betapa menyedihkannya sonia dengan rambut yang acak-acakkan dan tangan yang di ikat, saat melirik kesamping zee bisa melihat ray yang babak belur di wajahnya.
"Wah wah wah... Yang 1 pelakor dan yang 1 penghianat, benar-benar tangkapan yang sepasang."
"Lepaskan gue brengsek..."
"Huuu... Kak derren zee takut.
Hahahahahaha... zee tertawa mengerikan dengan muka yang merah akibat kemarahannya belum terlampiaskan.
"Buka ikatan si pelakor ini.
Anak buah derren membuka ikatan sonia, dan sonia ingin melarikan diri tapi zee dengan cepat menendang keras dada hingga sonia terlempar dan mengerang kesakitan.
"Bagaiman sakit..
Tanya zee sambil mengejek
"Itu tak sebanding yang dirasakan oleh anak-anak ku, kau membuat putri ku sampai tulangnya bergeser akan aku balas juga tulang mu sampai bergeser.
Zee langsung mendorong sonia dengan sangat keras dan terkena kursi yang ada di ruangan itu.
Zee kembali menjambak sonia sampai ia mendongak dan mengeluarkan air mata dan memohon ampun ke zee.
__ADS_1
"Kamu memohon kepada ku, apa waktu putra ku menangis ingin menggapai tangan kakaknya kamu melepaskannya tidak kan kamu malah melemparnya seperti barang. Dan gara-gara tangan ini putra ku menderita di RS hingga sekarang.
Zee kembali menyiksa sonia hingga sonia betul-betul tak berdaya.
"Dan kamu sendiri yang mencari masalah dengan ku, aku akan membuat perusahaan ayah mu rata sampai tak tersisa.
Zee melihat ray belum sadar akibat babak belur yang di perbuat anak buah derren, zee mengambil air seember lalu menyiramnya.
Huk uhuk uhuk ....
"Anda sudah sadar tuan raynan, atau belum. Jika belum apa perlu aku menyiram mu air mendidih hingga kamu sadar."
"Zee.. apa salah ku zee, aku hanya ingin melihat anak ku saja."
"Kamu bilang ingin melihat saja? jika kamu ingin melihatnya saja kenapa sampai harus menyeretnya dan membuatnya menangis hingga saat ini dan membuatnya merasa bersalah karna tak bisa menjaga adik-adik dan sampai adik-adiknya terluka."
"Apa salahnya jika aku ingin mengambil anak ku sendiri, aku juga papanya."
"Oh yaaa... papa kamu bilang, tolong sebutkan di diri kamu kalau memang kamu seorang papa untuk kedua anak-anak ku. Kenapa diam, kamu tidak bisa menjelasknya baiklah aku yang menjelaskannya kamu menanggap diri mu papa untuk kedua anak ku karna dirimu yang menyumbang ****** begitu. Dasar sinting kamu..."
Zee menampar ray, dan meninju perutya Zee juga membanting ray hingga mengaduh kesakitan.
Ternyata derren merekam semua yang di lakukan zee dari awal lalu mengirimkannya ke adrian, tetapi adrian belum meresponnya.
"Kak terima kasih, zee mau pulang dulu al dan niel pasti menunggu zee di rumah. Karena sebentar malam zee harus menjaga angel dan arthur lagi."
"Eh.. iya zee, kammu hati-hati ya."
Zee mengangguk lalu keluar dari ruangan itu, saat zee mengendarai mobilnya zee sempat melamun ternyata adrian lebih memilih pergi mengurus proyeknya di banding menemaninya menjaga anak-anaknya.
"Kami ingin menemani mama di RS jagain adik ya mah, apa kami berdua bisa ikut. Kami janji kok abang al dan niel nggak akan merepotkan mama, kami kangen dengan angel dan arthur."
"Sayang kalian berdua nggak boleh ikut mama jagain adik di RS, kalau kalian ikut yang jagain opa di sini siapa."
Dengan lembut zee memberi pengertian kedua anaknya.
"Hmmm... baiklah mah, kami berdua akan menemani opa dirumah saja."
"Pintar banget anak mama, abang al dan kakak niel dirumah aja ya."
Zee ke kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sedari tadi lengket. Lalu zee kembali ke RS, zee sampai lupa makan apa lagi waktunya terbagi 3 saat ini.
"Angel kamu mau apa nak, angel kan belum bisa bergerak dulu nak."
"Mah angel capek berbaring terus, angel ingin melihat adik arthur."
"Adik kamu lagi bobo nak, sabar yah angel harus kuat biar bisa main lagi sama abang dan kakak niel."
"Adik arthur juga mah."
"Eh.. Iya mama sampai lupa dengan adik arthur."
Ardhan yang melihat zee sangat kasian di bawah mata zee sudah terlihat menghitam mungkin karna kurang tidur dan banyak fikiran.
"Zee apa papi bisa bicara sama kamu sebentar nak.."
__ADS_1
"Eh.. ayo pi di luar aja, sayang mama sama opa di luar sebentar aja ya sayang."
"Iya mah.."
Saat ini ardhan duduk di samping zee, lalu ardhan mengusap pelan kepala zee dangan penuh kasih sayang.
"Nak apa kamu menyesal menikah dengan putra papi? Papi benar-benar minta maaf, papi fikir jika papi membawa mu kamu akan hidup tenang dan tak akan ada lagi yang membahayakan kamu. Ternyata papi salah justru kamu lebih menderita lagi, apalagi putra papi malah mengacuhkan kamu dan lebih memilih sibuk dengan pekerjaannya."
"Papi tidak salah, justru takdir zee yang memang seperti ini. Zee sempat berfikir ingin memberikan anak-anak zee ke papanya karna zee yakin mantan mertua zee sangat menginginkan cucu-cucunya dan zee ingin pergi sejauh mungkin tanpa kembali lagi. Zee lelah pih dengan semua kehidupan yang zee alami, kenapa takdir zee seperti ini."
"Nak jangan katakan seperti itu, papi sangat sedih mendengarkan nya. Papi yang salah disini, papi kuga tahu jika adrian sempat memberikan kan kontrak penikahan. Papi tau itu semua nak, kamu sembunyikan seperti apapun papi akan tahu itu.
"Maaf zee pih, sepertinya zee lelah. Zee ingin kembali ke anak-anak saja, tanpa harus memikirkan masalah dan hanya tau main saja. Zee yang belum merasakan bagaimana itu masa remaja karena zee harus banting tulang mencari rejeki untuk kuliah, pas saat zee udah bekerja karena zee udah bisa memegang gelar sarjana tapi takdir menikah cepat. Zee pernah berfikir menikah dengan ray akan membuat hidup zee enak tanpa harus bekerja lagi, tapi zee salah zee malah semakin menderita mertua zee yang tak perna menyukai zee suami zee yang hanya sibuk dengan urusannya sampai zee memiliki 2 orang pun barulah zee tahu jika suami zee menghianati zee. Sangat buruk takdir zee ya pih zee sangat lelah pih, zee fikir menikah dengan abang zee akan menjadi wanita yang paling beruntung memiliki 4 orang anak yang menyayangi zee memiliki papi yang begitu sayang zee tapi suami zee tetap pada dunianya sendiri. Dunianya itu ada pada kak sifah, zee istri abang juga kan pih tapi abang hanya menganggap zee istri jika iya butuh.
Hiks hiks...
"Zee lelah pih, zee ingin pergi saja."
"Kamu mau kemana nak, biar papi yang membawa mu kesana tanpa ada yang mengganggu mu lagi tanpa. Dan papi juga berfikir sepertinya kamu butuh waktu untuk sendiri."
"Zee ingin pergi pih tanpa di ketahui abang, zee ingin pergi bersama anak-anak zee. Zee ingin membawa al dan arthur tapi zee nggak hak untuk hal itu."
"Baiklah nak kamu boleh pergi membawa anak-anak kamu al dan arthur pun kamu bisa membawanya biar papi yang urus itu semua, tapi papi harap kamu tetap di lindungan papi."
"Dimana pih?"
"Nanti kamu juga tahu itu, adrian pun tak mengetahui tempat itu."
3 hari telah berlalu angel dan arthur udah bisa pulang walaupun masih harus kontrol, adrian pun tak perna terlihat dari batang hidungnya. Dan zee semakin bertekat untuk pergi, zee sangat membutuhkan dukungan adrian tapi adrian malah mementingkan kesibukkannya.
"Zee apa kamu sudah memantapkan hati kamu akan pergi?"
"Iya pih, kalau bisa hari ini juga zee ingin pergi."
"Baiklah nak, persiapkan keperluan kamu papi akan menyuruh suruhan papi yang membawa mu dan anak-anak kamu."
"Iya pih."
Zee masuk ke kamar, dan menghela nafas lalu mempersiapkan kepentingannya. Zee juga mempacking semua keperluan anaknya, zee tak lah membawa semua barang-barangnya yang zee bawa hanyalah barang-barang yang pertama kali menginjakkan mansion ini.
"Abang al dan arthur ingin ikut mama nggak, mama ingin pergi berlibur dulu bersama niel dan angel. Jika abang al ingin ikut mama akan membawa al dan arthur."
"Mau mah abang sangat mau ikut mama, lagian daddy nggak pernah ada buat kita akhir-akhir ini."
"Daddy kan lagi kerja nak, engak boleh bilang seperti itu. Ya udah kita pergi hari ini, kamu ganti bajubdulu gih mama akan gantiin baju adik arthur."
Zee bersama ke empat anaknya pergi ke suatu tempat yang ardhan telah siapkan. Ardhan membangun villa di pulau dan di jaga oleh orang-orangnya, villa ini ia beli semenjak zee menjadi anak angkatnya dulu tapi belum sempat ia mengatakannya kapada sesiapa pun. Dan saat ini zee menikmati keindahan pinggir pantai sendiri, anak-anaknya yang lelah karena perjalanan mereka tadi di tempuh sekitar 3 jam. Zee memandang sunset berwarna jingga yang sangat indah, tapi seorang pelayan menyuruhnya masuk katanya ini perintah papinya sendiri.
"Nona zee, anda di auru tuan ardhan untuk segera masuk untuk beristirahat."
"Eh.. iya pak..
"Panggil saja pak han nona."
"Iya pak han zee akan masuk dulu."
__ADS_1