
Adrian yang berharap demam putri nya akan turun dan kembali baik, ternyata dugaannya salah panas angel semakin tinggi dan malah muntah-muntah membuat adrian panik dan melarikan putrinya ke RS zee pun sama ia langsung menghubungi mommy nya jika angel di larikan ke RS dan meminta mommy layla untuk ke mansion nya segera menjaga baby twins yang sementara di mandikan oleh baby sister arthur dan di temani kepala pelayan yang sudah di anggap keluarga adrian.
Adrian yang sedang memangku sang putri yang terlihat pucat, dokter dio yang duduk di samping randy yang sementara mengemudi zee terus menggenggam tangan putrinya yang begitu panas.
"Ran cepetan bawa mobil nya, badan angel semakin panas.
"Tenanglah rian jika kamu berteriak seperti itu yang ada angel bakalan takut, dan gue yakin saat ini angel mengalami trauma karena ia sering mengigo memanggil nama kamu untuk tidak akan meninggalkannya."
Terang dio, membuat tangisan zee pecah ia nggak sanggup anaknya yang begitu ia jaga mengalami hal seperti itu.
"Sayang kamu jangan nangis dong, kasian baby twins jika kamu nangis pasti mereka di sana ikut merasakan sedih."
Mobil yang mereka kendarain pun tiba di RS, adrian langsung berlari menggendong angel yang begitu lemah ke UGD dan menyuruh dokter segera menangani putrinya. Dokter dan suster yang melihat siapa yang datang mereka dengan cepat menangani angel, dan suster menyuruh adrian menunggu terlebih dahulu di luar hingga adrian yang ingin protes tetapi dokter dio segera menahannya dan membawa adrian untuk duduk di bangku tunggu adrian yang melihat istrinya begitu sedih ia langsung memeluknya.
"Tenang sayang, semua akan baik-baik saja dan kamu tahukan angel itu seperti kamu putri kita itu anak yang sangat kuat."
Zee membalas pelukan adrian dan mengangguk, tak lama daddy edwind dan papi ardhan datang mommy layla langsung menuju mansion ardhan karena ia yakin jika saat ini cucu-cucunya sedang mancari mama dan daddynya.
"Nak, bagaimana keadaan angel?"
Tanya papi ardhan ke zee
__ADS_1
"Angel masih tangani pih, abang baru aja di suruh keluar oleh suster itu."
Kesal adrian, dan di balas tepukkan daddy mertuanya. Zee berpindah ke pelukkan daddy nya ia saat ini begitu takut jika terjadi sesuatu dengan putrinya itu.
"Sudah sayang, daddy yakin cucu daddy itu sangat kuat dan tangguh. Dan kamu tenang saja mommy kamu sudah membereskan orang yang telah membuat angel seperti itu?"
"Zee yang ingin menghajarnya langsung dad, dan jangan melarang zee. Sudah lama zee nggak menghajar orang dad, lagian zee saat ini badan zee udah ringan."
Mohon zee ke daddy edwind, tetapi belum sempat daddy edwind menjawabnya ternyata adrian langsung protes ia nggak mau jika terjadi sesuatu pada istrinya itu.
"Sayang biar mommy aja yah yang mengurusnya, abang nggak mau terjadi sesuatu ke kamu."
Mungkin mood zee nggak bagus, jadi ia begitu cemburu mendengar ada yang ingin merebut suaminya. Membuat daddy edwind menahan tawa begitupun papi ardhan randy dan dokter dio, sedangkan adrian ia begitu senang ternyata istri begitu cemburu saat ini.
Tak lama dokter pun keluar membuat adrian yang tadi nya senang ia kembali tegang, adrian begitu takut mendengar diagnosa putrinya itu.
"Bisa kita bicara ke ruangan saya terlebih dahulu tuan."
Adrian langsung mengangguk, dan ia menyuruh zee untuk tetap berada di samping putrinya. Adrian sepertinya tahu jika dokter ingin memberitahu jika angel saat ini begitu parah, dan adrian meminta papi nya untuk menemani zee.
Adrian yang saat ini duduk berhadapan dengan sang dokter dan di temani daddy edwind, adrian menatap dokter dengan serius dan ia begitu takut.
__ADS_1
"Tuan putri angela mengalami tipes, tetapi sepertinya tuan putri pernah mengalami pergeseran tulang ekornya dan sekarang tulang ekornya pun kembali tergeser sepertinya sudah terjatuh duduk yang begitu keras."
DEG...
"Iya dok, tapi saya nggak tahu dok jika putri saya mengalami hal seperti ini lagi."
Lalu menatap mertuanya seperti meminta penjelasan, dan daddy edwind langsung menghela nafas begitu berat menahan emosi.
"Jika tuan putri angela panas masih tinggi itu yang di takutkan akan terjadi kelumpuhan pada kaki nya maupun tulang belakang, tetapi saya harap tuan terus berdoa semoga hal yang di takutkan tidak akan terjadi pada tuan putri."
Lagi-lagi adrian begitu terkejut, apakah anaknya akan lumpuh ia begitu takut terjadi sesuatu pada putrinya itu walaupun hanya putri sambung tetapi angel lah yang pertama kali ia cintai sebelum zee.
Tangisan adrian pecah, ia sungguh nggak sanggup putrinya mengalami kelumpuhan. Daddy edwind pun sama ia sangat terpukul mendengar diagnosa cucunya yang begitu ceria itu.
"Dokter lakukan sesuatu dok, berapa pun itu dokter saya akan membayar nya jadi saya sangat memohon tolong tangani putri saya hingga ia sembuh dok."
Mohon adrian dengan menangkup kedua tangannya di dada, edwind hanya tertunduk diam cucu harus mengalami hal seperti ini.
"Ya allah jika cucu ku sembuh aku beserta keluarga ku akan meninggal kan negara ini dan berpindah ke negara yang agak jauh dari sini, hingga tak satupun ada yang bisa mengganggu keluarga ku lagi. Batin edwind."
Bersambung...
__ADS_1