Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
71.


__ADS_3

Viza yang baru keluar dari kamar mandi dengan muka yang pucat dan penuh keringat karena baru saja muntah, kehamilan viza tak seperti zee dan alicee. Viza yang bru saja memasuki trimester 2 masih mengalami mual dan muntah, dan saat ini viza betul-betul tak bisa menahannya dengan penglihatan yang berkunang-kunang dan gelap hampir saja viza terjatuh ke lantai jika tak ada tangan yang menahannya.


Yah derren yang baru saja masuk ke kamar mencari sang istri, ia melihat viza yang terlihat begitu pucat dan sempoyongan berjalan ia segera menahan tubuh viza saat viza hampir terjatuh lalu pingsan.


"Honey... Hei kamu kenapa, astaga mommy daddy."


Teriak derren tapi tak ada yang mendengarnya dan sepertinya derren terlalu panik sampai ia lupa jika daddy edwind sedang berada di luar negri karena menghadiri pertemuan penting, akhirnya derren mengangkat viza. Dan saat derren berjalan cepat sambil menggendong viza ia berpapasan dengan mommy layla yang membawa nampan ingin mengantarkan makanan ke menantu nya.


"Ren ada apa viza nak?"


"Viza pingsan mom, hampir saja terjatuh jika derren terlambat menemukannya."


"Apaaaa... Astaga, padahal mommy baru saja ingin membawakan makanan untuk istri. Cepat ren bawa viza ke RS, mommy telfon daddy kamu dulu."


"Nggak usah mom, pasti daddy lagi sibuk karena ada pertemuan penting."


"Baiklah kita pakai supir aja, mommy nggak mau jika kamu yang menyetir yang ada kita bertiga yang masuk RS semua."


"Terserah mommy saja."


Derren yang masih memangku viza yang terlihat seperti mayat hidup, viza sangat pucat tangan dan kaki sangat dingin hingga membuat derren tambah panik.


"Tolong cepat sedikit lagi pak, istri saya begitu pucat."


"Baik pangeran."


Hampir 30 menit perjalanan mereka akhirnya mereka sampai di depan RS lalu dengan cepat derren membawa viza ke UGD sambil berteriak memanggil dokter, para petugas RS begitu heboh saat ia melihat pengeran di negrinya sedang menggendong sang istri yang terlihat pucat dan lemah.


Dokter langsung menangani viza dengan cepat, derren sama sekali tak pernah pindah dari sisi viza lagian dokter maupun perawat mereka tidak ada yang berani menyuruh derren keluar.

__ADS_1


"Bagaimana istri saya dok?"


"Maaf pangeran istri anda sepertinya seharian ia tak pernah mengonsumsi karbohidrat semacam nasi atau pun roti, hingga membuat asam lambungnya naik dan putri viza sepertinya hanya memakan buah-buahhan saja seharian."


"Ia dok, istri saya tak pernah mau menyentuh nasi atau roti katanya ia tak tahan dengan bau yang mengandung karbohidrat begitu pun susu hamil."


"Nah, itu dia permasalahannya hingga membuat putri viza begitu lemah dan mual muntahnya terlalu sering. Putri viza mengalami hyperemesis gravidarum, dan putri viza harus di rawat dulu sementara jika tidak di tangani lebih cepat ini bisa membahayakan ibu dan janin-janinnya."


DEG...


"Saya mohon dok, tolong tangani istri saya bagaimana pun cara nya agar dirinya bisa sembuh."


"Pangeran yang sabar, dan beri support terus putri viza nya. Karena dengan adanya support dari orang yang tersayang saya yakin putri viza bisa melewatinya dengan baik, putri viza juga sangat kekurangan cairan jadi ia harus di beri cairan infus."


"Lakukan dok, yang penting istri saya harus sembuh."


Dokter menunduk memberi hormat lalu meminta perawat memindahkan viza ke ruang perawatan yang khusus untuk keluarga kerajaan, mommya layla yang begitu sedih mendengar diagnosis menantunya ia hanya bisa memeluk derren yang saat ini juga butuh support dari dirinya.


"Kamu yang sabar sayang, dan jangan pernah berhenti berdoa untuk istri kamu. Oh iya apa kamu sudah menghubungi tuan ardhan dan adrian, biar bagaimana pun mereka adalah keluarganya dan kata dokter viza saat ini butuh support dari kita semua."


"Iya mom, derren akan menghungi mereka.."


Derren pun menghubungi papi ardhan lalu adrian, ardhan yang sedang meating tidak mendengar ponselnya yang bergetar karena saat ini ardhan begitu fokus ke karyawannya yang sedang menjelaskan proyek baru yang akan ia launching kan akhir tahun ini.


Tiba-tiba pintu terbuka dan kevin masuk langsung membisikkan ke telinga ardhan jika viza saat ini di rawat di RS, karena terlalu lemah akibat mual muntah yang di derita selama hamil.


"Baiklah besok kita lanjut meatingnya, saat ini ada yang harua saya pergi ii karena ini juga masalah darurat."


Kevin pun mengekori arhdhan saat ardhan langsung berjalan cepat ke keluar dan kearah lift khusus CEO, ardhan yang dari tadi gelisah karena viza yang saat ini di rawat di RS.

__ADS_1


"Ya allah lindungilah ponakan hamba ya allah, dan semoga tak ada yang serius terjadi pada nya dan cucu-cucu hamba."


Batin ardhan, dan menghela nafas berat.


Adrian pun yang baru mendapat kabar jika sang sepupu berada di RS akhirnya ia segera meminta randy untuk melanjutakan pekerjaan nya, ia segera menghubungi sang istri jika dirinya tak bisa pulang makan siang karena viza saat ini berada di RS.


Zee yang mendapat kabar jika sang ipar berada di RS di rawat, diri tak tenang tapi ia juga tak bisa keluar dari mansion dengan keadaan perut yang begitu besar dan tanpa ada adrian yang menemaninya ia hanya langsung menghungi sang daddy kerena ia yakin jika daddy yang ia telfon pasti sang daddy mengangkatnya karena sang mommy dari tadi tak mengangkat panggilannya.


Drt.. drt...


"Halo assalamualaikum dad."


"Waalaikumsalam sayang, ada apa nelfon daddy nak kamu butuh sesuatu atau cucu-cucu daddy yang lainnya?"


"No dad, zee hanya ingin memberi kabar jika menantu daddy viza saat ini di rawat di RS, katanya hyperemesis gravidarum."


"Apaaa.. Baiklah daddy akan segera pulang hari ini juga, kamu jangan kemana-mana ya nak tetap di rumah dan jaga kondisi kamu begitupun janin-janin kamu."


"Iya dad, daddy hati-hati di jalan dad zee merindukan daddy."


"Iya nak, dan salam untuk cucu-cucu daddy yang lain."


Tuut tut tut....


Daddy edwind langsung segera pulang, dan ia meminta maaf kepada sahabat-sahabat nya yang lain karena ia harus segera pulang hari ini juga.


Adrhan yang baru saja tiba di RS begitupun adrian mereka bertiga bersama kevin menghampiri meja resepsionis menanyakan ruang perawatan untuk viza berada di mana.


Mata viza pun terbuka secara perlahan-lahan dan ia melihat sang suami begitu berantakan, dan melihat di sekelilingnya ternya ruangannya begitu asing dan ia melihat ke arah sang suami dan ia saat ini berada di mana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2