Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
105.


__ADS_3

Ray yang melihat putra sulung nya begitu bahagia bersama saudara-saudaranya membuat ray juga ikut senang, tetapi saat nisa memegang tangannya dan tersenyum seperti mengetahui apa yang ada di dalam fikiran sang suami.


"Mas nggak mau menghampiri niel?"


"Mas takut merusak suasana hati niel, dan mas juga sadar diri niel pasti nggak akan pernah memaafkan sikap mas ke mamanya saat dulu."


"Mas belum mencobanya, mas bisa lihat bagaimana angel dan bagaimana kak zee maupun daddy nya mendidik anak-anak mas."


Huff...


Dan saat itu juga mata niel dan mata ray bertemu, ray tersenyum menatap putra nya itu dan niel hanya terdiam tetapi berjalan menghampiri dirinya. Saat niel berjalan ke arah ray, zee melihat sang putra ada kemarahan di wajahnya baru saja zee ingin menahan putra nya itu tetapi Adrian lebih dulu menarik zee kembali untuk duduk.


Niel berjalan ke arah papa nya dan di ikuti Ella yang memang sedari tadi nempel ke niel, dan niel berhadapan dengan ray ia langsung memeluk ray dan menangis seperti anak kecil.


"Papa jahat, papa nggak pernah datang menjenguk niel dan angel padahal kami berdua masih sangat menyayangi papa."


Ray yang mendengar penuturan putra nya membuatnya semakin merasa bersalah, dan memeluk putra dengan erat.


"Maafkan papa nak, maafkan papa yang jahat ke kalian papa nggak bermaksud melupakan kalian papa cuman nggak mau merusak kebahagiaan kalian sekarang."


"Apa papa tahu jika niel selalu pura-pura tidur biar angel bisa menatap wajah niel, karena angel sangat merindukan papa tapi ada daddy yang selalu menghibur angel dan selalu ada untuk niel dan angel."


"Iya kak papa tahu itu, papa salah dan papa sangat egois. Oh iya kak ini istri papa, perkenalkan ini bunda nisa."


Niel melihat ibu tirinya ia pun tersenyum dan mengalami nisa lalu mencium tangannya, niel juga meminta Ella menyalami ray maupun nisa.


"Dek ini papa kakak dan kak angel, dan ini istri papa ray salim dulu dek."


Ella pun menyalami nya dan mencium tangan ray dan nisa, mereka berdua sangat salut melihat niel yang begitu lembut mengajarkan adiknya sopan santun.


"Hai cantik, wah mas Ella mirip banget kakak angel yah cantik."


"Terima kasih bunda, tapi kakak angel rese sering gangguin ella."


Niel tersenyum melihat ibu tirinya sangat berbeda dengan ibu tirinya yang sebelumnya, dan ray pun sama ia sangat senang dan beruntung hari ini putra dan putrinya masih mengingatnya dan sudah memaafkan semua sikap-sikap nya yang dulu.


"Papa masih lama kan di sini? "


Tanya niel ke papa nya.


"Papa nggak bisa lama sayang, perusahaan papa nggak seperti dulu lagi papa sekarang memulai dari nol. Dan papa juga sudah meninggal kan eyang kamu, entahlah eyang kamu sekarang seperti apa nasib nya."


"Niel juga kangen eyang pah, tetapi niel juga menjaga perasaan mama dan angel papa tahu kan eyang sama sekali nggak pernah menganggap mama dan angel sedari dulu."


"Bukan cuman mama kamu nak, tapi bunda kamu pun pernah di tabrak nya hingga bunda kamu keguguran dan koma selama seminggu."


Niel terkejut mendengar cerita papanya, jika eyang nya pun membenci ibu tirinya yang sekarang dan pernah mencelakai nya.

__ADS_1


"Astagafirullah... Kok eyang tambah jahat sih pah, untung bunda baik-baik aja sekarang."


"Bunda kamu sekarang kandungannya sudah di angkat, karena rahimnya terkena benturan yang keras sehingga bunda kamu koma saat itu."


"Papa dan bunda yang sabar, kan masih ada niel dan angel maupun adik-adik niel."


"Abang al juga ada pah."


Tiba-tiba al dan arthur di ikuti acxel menimpali perkataan niel, membuat ray dan bisa tersenyum bahagia ray langsung memeluk al dan arthur dan mengucapkan Terima kasih.


"Terima kasih nak, kalian saling mendukung satu sama yang lain. Daddy dan mama maupun mommy kamu sangat bangga melihat kalian semua seperti ini, dan papa berharap kalian semua kapan-kapan ke Indonesia menjenguk papa dan bunda."


"Papa dan bunda tenang aja, jika pekerjaan niel dan abang sudah nggak menumpuk niel dan abang begitupun adik-adik niel kami akan jalan-jalan ke Indonesia dan papa harus janji akan mengajak niel ke restoran Sunda niel sangat merindukan makanan sunda."


"Iya nak papa janji, dan ini siapa? "


"Yang ini adik niel juga pak kembaran Ella, namanya acxel."


"Astaga nak, maafkan papa yang tak mengenali kamu. Padahal wajah kamu sangat mirip daddy kamu, pasti daddy dan mama kalian sangat senang anak-anak mereka ganteng dan cantik."


"Terima kasih pah, tapi acxel lebih ganteng daripada daddy."


Dan tak lama Adrian maupun zee bergabung dengan ray dan anak-anak nya, Adrian melihat putra kedua nya sangat senang bertemu dengan ayah kandungnya.


"Adek duduk di kursi aja, kasian bunda nya nak kamu udah gede masih minta di pangku."


"Nggak apa-apa kak, nisa juga yang ingin memangku ella."


"Bunda yang mau mah, oh iya deliza baby dan caca mana mah?"


"Itu di belakang kamu, sedari tadi mereka nyariin kamu nak."


Benar saja deliza dan baby datang dan langsung duduk di paha adrian, membuat zee tertawa saat baby tiba-tiba mengeluh.


"Daddy bujuk papi dong, biar baby bisa nginap di mansion daddy baby mau bobo bareng Ella dan deliza."


"Loh kok daddy sih, bukan kamu aja sendiri."


"Is... Daddy ayolah, papi nggak ngizinin jika baby yang minta."


"Emang nya kalian bertiga punya rencana apa lagi, sehingga tiba-tiba ingin bobo bareng."


"Kami bertigaaa..."


"Baby....


Tegur Ella dan liza barengan, hampir saja temannya itu keceplosan.

__ADS_1


" Kami ingin nonton dad, dan kami bertiga kan sudah jarang bobo bareng."


"Yakin nih."


"Yakin dad, tapi daddy minta ke papi kevin yah dad."


"Iya baiklah nanti daddy minta, caca mana kok sedari tadi diam."


"Caca di sini dad, caca kekenyangan perut caca pegah dad."


"Dasar perut karet."


Tegur acxel, tetapi caca nggak bertenaga membalasnya.


"Astaga nak caca makan apa, hibgga kenyang begini."


"Caca tadi melihat kue raksasa kak angel, jadi caca minta lah ke papi."


"Terus papi bagi kue nya."


"Iya mah, kue buaaanyak banget kata papi biar kue cepat habis."


Adrian langsung melotot, benar-benar papi nggak ada ahlak si randy itu.


"Jadi papi kamu kemana nak?"


"Itu sana, lagi bagi-bagi kue."


Semua yang berada di situ menatap ke arah randy yang sibuk membagikan kue pernikahan angel yang sangat besar ke pelayan maupun pengawal istana.


"Astaga anak itu, bikin malu aja."


"Sayang kamu duduk dulu yah, daddy mau menyusul papi randy dulu."


"Iya dad, baby di sini aja tapi daddy janji yah minta izin ke papi baby nanti."


"Iya iya dasar cerewet."


Ray melihat Adrian bukan hanya sayang ke anak-anak nya anak sahabatnya pun ia perlakuan seperti anak kandungnya dan sama sekali tak pernah pilih kasih.


Derren dan bisa pun bergabung dengan para anak-anak jangan di tanya baby langsung berjingkrak senang melihat derren dan langsung minta di pangku.


"Ini anak nggak daddy derren nggak daddy gue senang banget minta di pangku."


"Biarin wleekkkk.."


Ray masih sangat mengingat bagaimana derren menyiksa dulu, dan dirinya sangat malu untuk bergabung bersama sahabat Adrian.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2