
Setelah sampai di mansion, ternyata papi ardhan dan cucu-cucunya sedang bercanda gurau di taman belakang. Arthur yang melihat zee datang langsung berlari ingin memeluk zee, hampir saja arthur jatuh jika zee tidak sigap menangkap nya. Arthur bukannya menangis malahan iya tertawa keras hingga air liurnya keluar, adrian yang melihat arthur seprti itu menjadi gemas dan mengangkatnya tinggi-tinggi angel yang sedang asyik sendiri. Angel begitu ingin menjadi vloger-vloger tetapi niel dan Al yang menjadi sasarannya, niel dan al yang dari tadi cemberut sambil memegang kamera handphone karna angel terlalu asyik sendiri dengan makanan yang meja Adrian dan zee yang melihat angel tertawa keras begitupun ardhan.
"Abang al dan kakak niel pegang yang benar dong kameranya, nanti followers angel pada kecewa jika angel terlihat jelek tau."
"Iya angel tapi kakak dan abang al udah pegal tau, kamu nya enak makan mulu."
"Iya nih angel simpankan abang dan niel juga kali.."
"Iya aku simpankan untuk abang dan kakak tenang aja."
Hahahahhaa.....
"Zee apa kamu seperti itu waktu kecil angel kok centil banget sih."
"Enak aja, aku mah mana ingat tapi setau zee ibu dan bapak sering membawa ku ke kebun waktu itu."
"Oh ya.. Mereka sekarang dimana.?
"Mereka udah tenang di surga, dan setelah itu aku tinggal di panti tetapi pas mau kuliah zee dapat bea siswa dan zee juga bekerja paruh waktu."
"Oh yaaa.. Hebat dong kamu, masih mudah udah bisa kerja sambil cari uang.
Kasian banget kamu sayang, ternyata dulu kamu terlalu menderita hingga menikah dengan si brengsek itupun kamu di khianati.batinnya"
"Iya dong zee kan kuat."
Ardhan yang melihat zee dan mendengar ceritanya, seakan tidak sanggup menceritakan tentang zee siapa sebenarnya zee.
"Zee apa kamu akan meninggalkan kami jika kamu tau kalau kamu bukanlah orang biasa, batin ardhan"
"Papi kok melamun, ada apa pih. Apa papi butuh sesuatu?"
"Eh.. tidak nak, papi tidak apa-apa."
"Papi hanya senang melihat cucu-cucu papi seperti itu, jika mami kamu masih ada pasti bakalan seru."
"Udah dong pih, kan kasian mami jika papi seperti itu"
"Ayo kita masuk, udah mau magrib nih. Kita sholat berjamaah yaaa.."
"Les't gooo."
"Angel jangan lari nanti jatuh."
"Upss... maaf daddy, angel lupa jika angel adalah seorang putri jadi harus berhati-hati."
DEG...
"Apa anak itu mengetahui nya, tidak-tidak sepertinya tidak. gumam ardhan"
"Papi kenapa, apa papi sakit?
"Tidak nak, papi lupa jika kevin kabari papi tadi besok malam acara tunangan nya dengan alicee."
"Oh.. iya ya, hampir saja zee lupa."
"Ya udah, ayo mandi lalu sholat."
Mereka saat ini sedang sholat magrib, di musholah khusus. Setelah sholat mereka melanjutkan makan malam yang di tata para pelayan mansion ardhan.
" Makan yang banyak yang, biar ada tenaga nanti malam."
"Huuk huuk... Abang apaan sih, bikin zee tersedak saja.
Sambil meminum air yang di ambilkan adrian, adrian sibuk mengelus belakang zee.
"Eh... maafkan abang sayang maaf."
Salah lagi gue..gumamnya."
"Dasar kamu bang, sudah makan yang benar gih."
Adrian yang berada di ruang kerjanya, sedang memeriksa email yang di kirim oleh randy. Besok iya harus ke kantor melihat proyek baru yang di tangani oleh randy.
Tok tok...
__ADS_1
"Abang ini zee."
"Masuk aja sayang."
Zee masuk membawa nampan secangkir teh dan cemilan. lalu menaruhnya di meja yang tak jauh dari meja kerja adrian, zee tersenyum melihat foto adrian dan sifah masih terpampang rapih di ruangan itu dan zee sama sekali tak cemburu karna zee juga sadar adrian pasti belum bisa melupakan sepenuhnya mendiang istrinya itu.
Adrian yang melihat zee menatap foto-foto dirinya dan sifah merasa tidak enak ia takut zee akan marah, adrian langsung berdiri lalu memeluk dari belakang zee dan meminta maaf.
"Sayang maaf abang belum sempat menurunkannya foto-foto itu."
"Eh.. kok minta maaf, zee kan tidak apa-apa malahan zee senang melihat foto itu kalian sangat serasi."
"Jadi kita nggak serasi begitu."
"nggak tau juga sih, yang penting zee nggak marah jika foto abang dan kak sifah masih seperti ini. Biar bagaimana pun kak sifah mommynya abang al dan arthur.
"Hmmm.. tidak sayang abang akan menyimpan foto-foto ini di gudang belakang."
"Jangan bang, tetap seperti ini. Jika abang mau lebih bagus kita buat ruangan khusus untuk barang-barang milik kak sifah aja."
"Emang nggak apa-apa seperti itu, ya nggak papa sih malahan zee senang."
"Baiklah besok abang akan menyuruh kepala pelayan untuk mengurusnya."
"Abang minum dulu gih tehnya, entar dingin lagi."
Adrian mengajak zee duduk disofa dan sambil bercerita.
"Zee abanh boleh nanya nggak tentang mantan suami kamu itu."
"Hah.. mau nanya apa tentang dia bang."
"Hmmm.. Kamu ketemu dengan dia dimana, apa kamu pacaran begitu."
"Kalau ray sih bos aku di perusahaannya, aku kan cuman karyawan biasa tapi ray yang ngejar aku mulu. Ya awal nya sih sering ngerjain zee mnyuruh zee yang bukan tugas zee, tapi zee bisa apa jika boss yabg minta ya zee lakukan biasa zee pulang sampai jam 8 malam lalu ia juga sering ngantarin zee tapi zee biasa juga nolak. Hingga saat dimana ia mulai terang-terangan ingin mengejar zee, tapi zee sering cuekin tapi ia tak pantang menyerah dan zee pun mulai luluh kami pacaran hampir 2 tahun lalu melamar zee. Dari situ juga mamanya ray nggak perna baik melihat zee, padahal zee selalu bersikap sopan ke dia entahlah zee juga bingung salah zee dimana apa karna zee anak orang miskin atau apa.
"Jadi mertua kamu itu nggak pernah baik sama kamu gitu hingga kamu cerai dengan anak nya?"
"Iya, sudah ah nggak usah di bahas, Zee nggak suka membahas masa lalu zee itu sangat menyakitkan untuk zee. Zee kasian aja ama angel dari lahir angel nggak perna di gendong sama papanya, angel lahir pun papanya nggak ada malahan suster waktu mengajak angel ke dokter untuk di azani."
"Iya waktu itu cuman pengasuh niel dan niel yang menemani zee di RS, papanya zee juga nggak tahu semenjak itu juga papanya niel udah berubah selalu pulang tengah malam sering membentak zee jika angel nangis. Katanya angek sangat berisik ia nggak bisa tidur."
"Astaga brengsek banget pria itu, sifah juga waktu itu sendiri di RS waktu ia melahirkan arthur. Abang nggak ada di kala itu, abang pergi bersama randy tapi abang juga salah malah menitipkannya dengan hana."
"Udah jangan di ingat, nanti abang merasa bersalah lagi."
"Hmmm... Besok kita pindah di kamar abang aja yah biar barang-barang milik sifah di pindahkan aja."
"Eh... nggak bisa, biar kan saja seperti itu. Zee nggak mau malahan zee yang merasa bersalah jika tidur dikamar abang dan kak sifah, biarkan saja seperti itu. Waktu abang masih tidur di kamar itu zee masuk menyiapkan barang-barang abang zee cepat-cepat tau, zee merasa nggak enak ke kak sifah."
"Ya udah kalau begitu kita di kamar kamu aja, biar kamar abang tetap sperti itu."
"Iya itu lebih bagus, kan al atau arthur yang kangen dengan mommynya bisa ke kamar itu. Biar bagaimana mommy nya tetap di hati mereka, tapi zee tetap sayang mereka seperti zee menyayangi niel dan angel."
"Terima kasih sayang, maaf jika abang perna salah sama kamu."
"Iya bang, apa pekerjaan abang sudah selesai zee udah ngantuk."
"Ya udah ayo kita ke kamar aja, abang ada janji tadi dikantor kan abang akan mejititik kaki kamu."
"Eh.. iya ya, zee aja lupa."
Setelah mereka kekamar, zee mengganti baju nya dengan dress tidur biasa tapi tetap seksi di mata adrian. Saat adrian memijik kaki zee tapi tangan adrian malah tak bisa di kontrol, zee yang sedang menuju mimip indah tiba-tiba terbangun saat adrian menindihnya.
"Astaga bang, zee udah menuju mimpi indah tadi juga apa tidak cukup dengan yabg tadi."
"Tidak akan perna cukup kalau soal beginian sayang, kan abang udah mijitin kamu tadi sekarang abang minta upah dong."
"Ck... yang nawarin pijit zee siapa tadi."
"Ya abang lah, dosa loh tidak menuruti perkataan suami."
"Hmmm... itu mulu.
Adrian dan zee melakukannya lagi hingga 2 ronde.
__ADS_1
Sampai di situ saja, athor tidak bisa terlalu panjang adegan ini.😁😁
Keesokan harinya adrian dan zee masing-masing berangkat ke kantor mereka, zee berjanji kepada suami nya jika iya akan datang membawakan makanan dan mereka makan bersama di perusahaan adrian.
"Siang nanti zee ke kantor abang aja ya, bawaain makanan kesana sekalian kita makan bersama."
"Iya sayang itu lebih bagus, ya udah kamu hati-hati dijalan."
"Iya abang juga.
Zee menyalami adrian dan menciumnya.
Ardhan yang melihat keharmonisan anak dan menantunya begitu senang, dan yang ia fikirkan saat ini bagaimana cara memberitahukan jika zee adalah bukan kalangan sembarang.
Hufff...
"Apa yang harus aku katakan ke zee, atau aku bicarakan dulu ke adrian ya.gumamnya."
Zee berkutak di meja kerjanya dan melihat jam hampir jam 12, segera iya menyusun barang-barangnya lalu ke kantor adrian untuk makan siang.
Zee yang berjalan ke lift, di sapa oleh karyawan adrian mereka sudah tahu jika adrian dan zee sudah menikah saat foto adrian di pasang dengan zee.
"Wah... itu kan nona zee, lebih cantik aslinya yah"
"Eh iya, rama juga orang hampir sama nona sifah."
"Iya katanya nona zee itu adik angkat tuan adrian tapi mereka menikah."
Zee yang sudah sampai di depan pintu adrian ingin mengetuk pintunya tapi di batalkan setelah mendengarkan pembicaraan adrian dengan seorang wanita.
"Adrian apa kamu serius nggak ingin memberi ku kesempatan mendekati kamu, aku yang telah lama mencintai mu tapi kamu malah menikah dengan yang lain."
"Apa maksud kamu sonia, apa belum jelas jika aku sama sekali tak menyukai mu. Lebih baik kamu pergi dari sini, jangan coba-coba kamu mengganggu rumah tangga ku atau kamu mendapat akibatnya.
"Aku akan membuat mu menyesal adrian telah menolak ku.
Sonia yang tiba-tiba maju memeluk adrian, dan adrian mendorongnya. Tetapi belum sempat adrian mendorongnya zee sudah masuk ke ruangan itu dengan wajah yang tak terbaca, tanpa berkata-kata zee langsung menjambak rambut sonia dengan keras lalu menendang kaki sonia hingga terjatuh.
"Kamu itu sebagai wanita mahalan dikit, ini murahannya nggak ketulung."
"Aaaaarrr... sakit bego, kamu yang merebut adrian dari aku."
"Oh ya sakit? Udah tau sakit tapi kamu gatalin suami aku."
"Kamu mau pergi sendiri atau aku yang menyeret mu lalu membuang mu dari lantai 30 ke lantai 1."
"Coba aja kalau kamu berani."
"Okeee...
Zee menjambak rambut sonia lalu berjalan ke jendela ingin melempar sonia dari lantai 30, tapi belum sempat melempar adrian berteriak jangan."
"Kamu lihatkan adrian membela ku, berarti adrian akan menjadi milik ku dan kamu akan di buang bersama anak-anak kamu itu."
"Oh ya... Adrian membela mu baguslah berarti adrian juga akan ku lempar dari lantai 30, aku sudah memberikan mu pilihan untuk pergi sendiri atau aku lempar dari lantai 30.
"Eh... ada apa ini rian, kok zee ngamuk siapa tuh cewek. Kamu selingkuh dari zee yaa, wah hebat banget loe."
"Diem loe sonia aja yang datangin gue, tiba-tiba meluk gue lagi."
"Zee siniin si sonia biar aku aja yang menyeretnya."
Zee melempar sonia ke hadapan randy, lalu berjalan pulang tanpa melirik ke adrian. Adrian yang baru sadar jika zee pulang bukan ke ruangannya dengan segera ia mengikutinya tapi terlambat zee udah menjalankan mobilnya.
"Ah.. sial, baru juga kita baikkan."
Adrian berjalan ke resepsionis dan memberitahu jika sonia datang atau ada wanita yang ingin menemuinya katakan jika ia tak ada di kantor.
Hufff....
"Sial ini semua gara-gara sonia, pekerjaan aku banyak lagi."
Sedangkan zee yang menaiki mobilnya lalu menjalankan ke arah alson company, zee biasa saja ia memang sengaja mengerjai adrian sebenarnya ia sangat marah saat ada perempuan lain memeluk suaminya tapi zee tahu adrian tidaklah salah.
"Rasain kamu bang, aku akan kasih kamu pelajaran nanti sampai di rumah, ngapain juga sih abang teriak saat aku mau melempar sonia akukan nggak segila itu melemparnya cuman mengancamnya aja."
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣