
Adrian yang begitu serius mengerjakan laporan perusahaannya, karena adrian saat ini lebih melimpahkan ke randy pekerjaannya tetapi ada yang harus ia sendiri yang menanda tangani berkas tersebut makanya adrian turun tangan langsung.
Tiba-tiba pintu kerja nya di ketuk, membuat adrian menyerit heran karena sudah jam 11 tetapi kenapa pintu nya ada yang mengetuk jika zee pasti ia langsung masuk tanpa mengetuk.
Tok Tok..
"Ya.. masuk"
Sahut adrian, dan saat pintu kerjanya terbuka ia melihat mata putrinya yang merah seperti habis menangis.
"Loh sayang ada apa nak?"
"Daddy......
Ucap angel dengan nada yang begitu serak dan air matanya malah semakin mengalir, membuat adrian khawatir dan langsung menghampiri putri sambungnya itu dan menggendongnya ke sofa.
"Ada apa nak, kok putri cantik daddy menangis?"
"Daddy tadi ada teman sekelas angel dan mamnya ngatain angel anak pembawa sial, katanya angel itu lahir tak di inginkan dan kata mamanya angel nggak cocok dengan nama alexander."
Huaaaaaaa.........
Tangisan angel semakin keras dan segukan, adrian yang mendengar tangisan putrinya merasa sakit dan ia begitu murka ada yang menghina putri nya itu.
__ADS_1
"Besok daddy yang antarin kamu ke sekolah ya nak, angel tenang aja daddy akan membalas perbuatan mereka yang telah menghina putri daddy."
"Daaad dy, angel nggak mau sekolah di situ lagi. Angel malu karena teman sekelas angel yang lainnya ikut-ikutan menghina angel dad."
"Sudah sayang kamu jangan menangis terus, daddy janji akan membalas mereka semua. Pantas saja kamu nggak mau makan malam tadi ternyata, putri daddy sedang sedih yah."
Adrian berusaha menenangkan putrinya itu walaupun ia saat ini begitu murka, tetapi ia harus menahan nya adrian nggak mau putrinya takut.
"Sayang daddy suapin angel yah, angel makan ya nak entar angel sakit bagaimana?"
"Angel nggak mau dad, angel ingin memeluk mama tapi angel juga nggak mau jika mama nanti kefikiran dan membuat mama sedih."
"Ya udah sayang sini daddy pok pok belakangnya biar angel tidur yah."
"Loh by, angel kenapa?"
Shuuut....
"Abang ingin tidur dengan putri kita, acxel bangun lagi?"
"Iya by, sepertinya ia haus dan baby ar terlihat nyenyak dan tak pernah rewel ia begitu tenang."
"Oh yaaa... Haus banget ya nak, berterima kasih lah ke daddy nak karena daddy begitu baik."
__ADS_1
"Memangnya hubby baik kenapa?"
"Ya baiklah, abang rela berpuasa tak mengisap ini demi baby twins kita abang baikkan."
Adrian menunjuk buah melon zee yang tampak lebih besar dan padat lagi, membuat zee melotot dan menatap garang adrian yang tampak sok coolnya.
"By..... Jangan bicara sembarangan, nanti acxel dengar dan membuat pendengarannya tercemar."
"Ehh... Maafkan daddy nak, nggak usah di dengar ucapan daddy yang tadi ya nak."
Saat acxel tertidur adrian segera memindahkan acxel ke box nya, dan bergabung dengan zee yang sedang memeluk angel.
"By kok badan angel panas?"
"Hah serius.... Mungkin terlalu banyak nangis dan nggak makan tadi."
"Kok bisa nangis by, ada apa pasti ada yang hubby sembunyikan dari zee kan dan hubby nggak mungkin membawa angel kemari jika tidak terjadi sesuatu?"
"Angel tadi nangis dan katanya ada murid dan mamanya mengatai angel anak pembawa sial, dan teman sekelas angel ikut-ikutan menghina angel tapi kamu tenang aja biar abang aja yang mengurusnya kamu tetap tenang dan jangan banyak fikiran abang nggak mau kamu strees karena memikirkan hal ini angel pun sebenarnya nggak mau jika kamu mengetahui hal ini. Angel sempat berpesan ke abang jangan pernah mengatakan hal ini ke kamu."
Panas angel begitu tinggi membuat adrian langsung memeluk putri nya sambil mengompres dahi putrinya, zee mendengar gumaman angel membuat nya sakit tetapi adrian berusaha terus membuat zee tetap tenang.
Bersambung...
__ADS_1