
Di kediaman dirgantara..
Kevin yang masih penasaran dengan tingkah adik akhirnya menanyakan langsung ke kania.
Tok Tok Tok...
"Dek ini kakak, apa kamu udah tidur?"
"Belum, masuk aja."
Teriak kania dari dalam kamarnya, kania yang sedang mengerjakan tugas nya. Kania jika di kampus ia sangat pintar dan berprestasi cuman kepolosannya dan yang lalod membuat orang yang di sekeliling harus extra sabar.
"Katanya engak sibuk tapi sepertinya kamu lagi mengerjakan sesuatu."
"Udah beres kok kak, kania cuman meriview ulang aja tugas kania takut ada salah."
Ucap kania sambil membereskan meja belajarnya.
"Oh... dek kamu kenapa, apa ada masalah dan sepertinya kamu menghindari randy..?
"Lah.. emangnya kania kenapa, dan mengapa harus kania menghindarinya kak randy kan bukan siapa-siapa kania lagian dia cuman sahabat kakak."
Alis kevin berkerut mendengar jawaban kania.
"Dek.. Kakak tahu kamu, pasti yang terjadi sesuatu sama kamu."
"Serius kak, kania engak apa-apa. Kalau udah engak ada yang mau kakak omongin kania udah mau bobo."
"Hmmm... Selamat malam.
Sambil mengusap lembut kepala kania"
Setelah kevin keluar, barulah kania bernafas lega.
"Maafkan kania kak, kania tak bermaksud menyembunyikan nya dari kakak. Kak randy adalah sahabat kakak, kania engak mau kalian akan saling berseteru nantinya."
******
Mansion Alson
Ardhan yang masih menunggu randy di dalam ruang kerja nya sambil memikirkan masa depan randy, walaupun randy bukan anak kandungnya tapi bagi ardhan randy adrian dan zee adalah anak-anaknya.
Tok tok tok..
"Pih ini randy.."
"Masuk nak."
Setelah randy masuk dan duduk di hadapan ardhan, ardhan menatap randy dengan serius dan membuat randy bertanya-tanya.
"Nak papi to the point aja, apa kamu benar-benar engak mau menikahi kania atau kamu sudah mempunyai wanita lain?"
"Maksud papi apa, randy engak pernah dekat dengan wanita pih. Lagian pasti papi akan tahu itu jika randy mempunyai wanita atau pacar, memang ada apa pih."
"Ran sekali lagi papi tanya kamu apa benar kamu engak mau dengan kania, jika engak papi akan membatalkan pertunangan kamu dengan kania pas bertepatan pernikahan kevin."
DEG...
__ADS_1
Suara tegas ardhan tak pernah main-main, dan melihat ardhan yang tampak serius membuatnya masih bingung.
"Pih.. randy engak tahu pih, randy harus bagaimana. Kania sudah randy anggap adik sendiri tapi melihat kania tadi berbeda tak seperti biasanya membuat hati randy penasaran."
Yah, randy hanya akan terbuka pada ardhan atau adrian yang ia anggap saudara kandungnya.
"Tanyakan pada hati mu nak, dan papi pernah melihat mu di mall 2 hari yang lalu ada seorang wanita yang terlihat akrab dengan mu. Papi fikir kamu sudah mempunyai wanita lain, makanya kamu menolak kania."
"Hah.. Itukan viza pih, ponakan mami."
"Apa.. Sejak kapan anak itu berada di prancis?"
"Entahlah pih, tapi katanya ia ada kontrak model di kota ini."
"Kamu harus membawanya kemari, betul-betul anak itu."
"Baik pih, randy akan membawanya besok."
"Dan satu lagi, sepertinya kamu yang akan mengejar kania saat ini. Kania cantik ran, walaupun lalod tetapi banyak pria yang antri."
sambil menggoda randy, yang terlihat gusar.
Berbeda dengan adrian yang masih memandang wajah zee yang tertidur nyenyak, setelah adrian membersihkan badan zee dan memakaikan piyama yang nyaman untuk istrinya.
"Aku memang begitu mencintai sifah waktu ia masih ada, tapi aku engak pernah sampai sebucin begini ke dia dulu. Tetapi zee yang dulunya adik angkat ku dan tak pernah akur bila bertemu, sekarang ia berada di samping ku sebagai pendamping hidup ku dan lebih parahnya lagi aku lah yang paling bucin terhadap zee. Gumamnya.
"Abang sangat mencintai kamu saat ini, dan abang berharap kamu pun seperti itu terhadap abang. Sehat terus anak daddy."
Adrian mencium perut zee yang masih rata, dan membuat zee terbangun.
"Hubby kenapa, ini jam berapa kok hubby belum tidur??" Tanya, zee dengan suara seraknya.
"Zee ingin di peluk by."
"Ya udah sini abang peluk, apa kamu lapar?"
"Tidak, zee hanya ingin di peluk bau hubby sangat enak."
Sambil mengendus leher adrian dan memeluk suaminya dengan erat.
"Sayang, jika kamu seperti ini yang ada abang engak bisa tidur karena kamu membangun yang di bawa sana."
"Tapi zee ingin seperti ini, wangi tubuh hubby sangat harum dan sangat menyukainya."
"Terserah kamu, tapi jangan salahkan abang jika abang minta melakukannya lagi."
"Tidak masalah, zee juga sangat ingin."
Tanpa berfikir panjang adrian langsung mencium bibir zee, dan meminta zee yang di atas kerana adrian takut jika ia tidak sadar lalu menindis perut zee membuat anaknya berbahaya.
...................
1 hours later ๐
Setelah mereka membersihkan diri, zee yang begitu lapar karena tenaganya sudah terkuras habis setelah bergelud di atas kasur dengan adrian dan sekarang ia meminta adrian membuatkannya salad buah.
"Hubby zee lapar, tapi zee ingin makan salad buah dan hubby sendiri yang membuatnya."
__ADS_1
"Baiklah tuan putri, abang akan membuatkannya untuk tuan putri dan anak daddy."
"Makasi daddy.."
Dengan menirukan suara anak kecil, lalu mereka tertawa.
Ada yang kangen dengan abang al, kakak niel, tuan putri angel dan dedek arthur.
Abang Al
Kakak Niel
Si cerewet Angel
Dedek Arthur
"Oh.. iya by, Abang al dan kakak niel katanya sudah ingin sekolah. Tapi mereka ingin sekelas saja, zee baru ada waktu mau sampaikan ke hubby."
Zee menyampaikan permintaan kedua putranya itu kepada adrian sambil menyendok salad buah kemulutnya.
"Habis kan dulu yang baru bicara nanti kamu tersedak, iya besok setelah kita ke dokter untuk periksa kehamilan kamu kita langsung mencarikan sekolah yang terbaik untuk mereka."
Mendengar perkataan adrian zee tersenyum lalu mengangguk dan melanjutkan kembali memakan salad buahnya.
**********
Keesokan harinya, adrian menyuruh randy untuk mendaftar nama zee ke dokter kandung ia tidak ingin zee mengantri terlalu lama makanya ia menyuruh randy mendaftar nya terlebih dahulu baru ke Rs untuk memeriksa perut istrinya.
Setelah adrian dan zee bereda di RS mereka menunggu giliran di panggil, adrian selalu menggenggam tangan zee begitu pun zee banyak pasang mata yang melihat ke romantisan mereka berdua. Seluruh yang berada di RS itu semua mengenal mereka berdua Ceo Alexander Crop dan Ceo Alson Crop dan lebih parahnya ternyata zee adalah anak kandung raja edwind dan ratu layla penguasa di negara mereka.
Tiba-tiba terdengar keributan dari luar RS karena kedatangan raja edwind dan ratu layla beserta keempat cucunya begitu pula pengawal mereka.
Zee dan adrian melihat kedatangan orang tua ia segera memeluk daddy yang sedang menggendong angel begitupun mommy menggendong arthur.
"Mom kok arthur di gendong begitupun angel kan kasian mom and dad jika anak-anak zee di gendong terus begini, bawa kereta dorong nya engak."
Adrian yang merasa tidak enak melihat mertua menggendong anak-anaknya, dengan segera ia menyuruh pengawal mengambil kereta dorong anaknya.
"Sudah engak apa-apa, lagian mereka ringan kok. Mommy kan harus kuat cucu mommy juga engak lama lagi lahir, iya kan dad."
Ucap mom layla yang menangkan menantunya.
"NYONYA ALEXANDER"
Terdengar giliran zee yang di periksa.
"Itu kamu sudah di panggil nak, ayo masuk daddy enggak sabar melihat perkkembangan cucu daddy."
Daddy edwind yang terlihat antusias.
__ADS_1
*Maaf jika terlalu lebay๐