
Adrian yang memeluk pinggang zee dengan sangat posesif membuat para wanita menjadi iri salah satunya sonia, yah sonia hadir diacara itu untuk menemani ayahnya. Ayah sonia adalah kolega papi ardhan dan ayah hendra yang tak lain adalah ayah dari kevin, ayah sonia yang mempunyai perusahaan yang belum bisa di bilang terkenal tapi ia hanya bermodal sok akrab.
"Hai tuan ardhan, apa anda sudah sehat oh iya perkenalkan ini putri ku teman sekolah putra anda dulu."
"Oh ya, tapi seingat saya adrian tidak perna mempunyai teman wanita ia hanya bisa berteman dengan kevin, randy dan derren saja."
"Tapi kata anak saya sonia pernah dekat dengan adrian."
"Hahaha.. Anda terlihat lucu jika bercanda tuan sanjaya.
"Anda bisa saja tuan, oh iya bagaimana jika kita menjodohkan saja adrian dan sonia.
"Maaf putra saya sudah memiliki 4 orang anak dan istri yang begitu sempurna."
"Oh ya, setahu saya menantu anda tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan anak saya."
kata sanjaya
"Memangnya apa yang bisa di banggakan dengan putri anda tuan sanjaya, putri anda yang anda bangga kan ini hampir merusak rumah tangga putra ku dan istrinya begitu."
"Hahahaa.. sonia tidaklah merusaknya ia hanya menolong anda biar orang tahu jika anda memiliki menantu sperti istri adrian yang sekarang akan membuat anda malu seorang ardhan alson menikahkan putra nya dengan seorang wanita yang tak jelas asal usulnya."
"Tutup mulut mu, aku tau kehidupan menantu ku dan aku juga tahu siapa menantu ku sebenarnya."
Zee datang menghampiri ardhan yang terlihat marah, zee ingin membawa ardhan pergi dari situ ia takut jika ardhan tak bisa mengontrol emosinya jantungnya akan kumat.
"Pih, udah dong nggak usah di dengar omongan orang itu."
"Wah ini dia wujud asli istri seorang adrian alexander alson, tidak ada yang bisa di banggakan dari dirinya."
ucap sanjaya dengan nada arogan.
"Memang kenapa dengan saya tuan sanjaya yang terhormat, apa begini juga wujud asli seorang sanjaya hanya bisa mempermalukan orang dan lebih parahnya mendukung putri untuk menjadi pelakor."
"Diam kamu, putri ku bukan pelakor sonia yang lebih dulu mengenal adrian di banding kamu putri ku juga perna dekat dengan adrian waktu itu.
"Oh ya, tetapi kenapa suami saya sering menghindari putri anda jika putri anda memang perna dekat dengan suami saya. Maaf apa mungkin putri anda memiliki sakit pada otak nya hingga ia mnggaku memiliki hubungan dengan suami saya."
Semua yang mendengar perkataan zee menahan tawanya, tetapi ada yang memperhatikan zee dengan sangat lekat ia adalah raynan adipta Hans mantan suami zee.
"Ternyata kamu sudah menikah zee, dan kamu terlihat sangat cantik dan elegan. Aku harus menemuinya, oh iya niel dan angelkan anak ku aku akan memperalat mereka untuk merebut zee kembali."
Acara pertungan kevin dan alicee segera di mulai zee dan mengajak ardhan untuk duduk di meja yang sudah ada anak-anaknya di sana.
"Pih ayo kita duduk disana, cucu papi juga berada di sana."
"Ya sudah ayo kita duduk."
"Kami permisi dulu tuan sanjaya dan nona pelakor, Upsss.... maaf, saya keceplosan maksud saya nona sonia. Zee pergi dengan senyum kemenangan di wajahnya, tapi saat ia ingin menghampiri suami dan anak-anaknya ia sempat melihat mantan suaminya.
Huff...
"Mungkin aku terlalu banyak fikiran akhir-akhir ini hingga sampah yang sudah aku buang pun masih terlihat lagi."
Sonia dan ayahnya di yang di buat malu oleh zee mereka sangat marah dan sonia melihat zee menggendong arthur ia tersenyum smirk dan mengepalkan tangannya.
"lihat aja zee aku akan membuat menangis darah nantinya."
Acara tukar cincin kevin dan alicee berjalan lancar, zee yang ingin ke toilet karna kebelet pipis menitipkan arthur di adrian.
"Abang jangan tinggalin anak-anak zee ingin pipis dulu, kasian jika abang ninggalin mereka juga."
"Iya kamu tenang saja abang akan menjaga mereka, sudah sana cepat kita juga mau pulang setelah ini papi masih cerita lagi dengan teman-temannya.
Zee segera pergi ke toilet karna kebelet, setelah selesai zee yang ingin ke tempat adrian tiba-tiba tangannya di tarik oleh ray. Zee yabg kaget dan sangat marah ketika tangan nya di sentuh oleh mantan suaminya yang ia anggap sampah.
__ADS_1
"Tolong anda melepaskan tangan anda dari tangan saya tuan ray."
"Zee, mas bisa jelasin mas di jebak oleh mama dan bella waktu itu hingga mas terpaksa menghianati kamu."
"Hahahaha... lucu sekali, anda di jebak oleh mama anda tapi anda keterusan begitu. Hei tuan ray apa anda fikir aku bodoh anda yabg berada di atas kunkungan sekretaris anda dan melakukan enak-enak sedangkan aku harus berjuang melahirkan putri kamu, lalu anda bilang anda di jebak. Wah... ternyata ada juga orang tidak tahu malu seperti anda."
Zee yang ingin pergi dari hadapannya tetapi ray menariknya begitu keras, zee yang ingin melawan tetapi zee kalah telak. Tapi ray terjungkal saat derren datang meninjunya hingga mulutnya mengeluarkan darah.
"Bunuh aja kak sekalian sampah itu."
"Zee aku ini suami kamu papa anak-anak kamu, tega kamu menyuruhnya membunuh suami kamu sendiri."
"Mantan suami ya tuan, bukan suami lagi. Dan kamu bilang papa dari anak-anak aku, hei apa anda lupa tuan jika anda sendiri yang menghianati kami."
Zee dan derren segera pergi dari sana, derren yang penasaran akhirnya bertanya ke zee.
"Kakak fikir kamu jago dalam bela diri kenpa tiba-tiba kamu kalah sih."
"Isss... itu bukan kalah tapi zee di kunci duluan, terima kasih ya kak."
"Hmmm.. Dia mantan suami kamu?"
"Iya kak."
Saat mereka ingin ke tempat adrian zee melihat angel menangis depan pintu masuk mencari adrian.
"Loh.. nak kamu kenapa menangis daddy mana, lagian kenapa kamu bisa di sini"
"Mama angel mencari daddy karna ada nenek sihir mendorong adik arthur hingga terjatuh kepala nya berdarah"
DEG...
"Apa dimana adik kamu nak?"
Zee sudah menangis mencari anak-anaknya.
Zee segera berlari melihat anaknya menangis kejer dengan kepala yang berdarah.
"Sayang ini mama nak, sudah ayo kita ke RS aja."
"Loh.. Arthur kenapa zee kenapa bisa sampai seperti ini."
Adrian yang baru saja datang menerima telfon entah dari siapa.
"Abang dari mana saja zee kan bilang jagain anak-anak sebentar zee ingin pipis tapi abang ninggalin anak kecil begitu saja, aku betul-betul kecewa dengan kamu bang."
"Zee ayo bawa segera arthur ke RS kasian kepalanya masih mengeluarkan darah."
Derren yang menghentikan perdebatan zee dengan adrian, Zee berlari lalu derren menggendong angel yang masih menangis dari tadi, tetapi al dan niel di gandeng oleh randy sambil menangis yang baru datang mencari adrian.
"Mama daddy nggak ada niel dan abang al pergi mencari daddy tapi tak ketemu juga."
"Sudah sayang adik kamu jatuh dindorong tadi ayo cepat ke RS kak."
Randy segera melajukan mobilnya yang di ke RS terdekat, ketika mereka sampai zee langsung berteriak minta tolong anak segere di tangani. Zee yang bergetar menangis melihat arthur tak berenti menangis ingin di gendong zee tapi dokter tak mengizinkan zee untuk mendekati arthur yang sedang di tangani apa lagi baju zee yang tadinya warna putih menjadi merah karna darah arthur yang menetes.
"Abang kemana tadi, kenapa abang meninggalkan mereka. Abang tahukan jika mereka berempat masih terlalu kecil untuk tempat keramaian seperti itu."
"Abang tadi angkat telfon, tapi suaranya terlalu ribut jadi abang keluar dulu. Maafkan abang zee abang lalai menjaga anak-anak, maafkan abang ."
Tetapi zee hanya diam dan memandang adrian dengan kecewa, tak lama derren dan anak-anak zee datang sambil manangis mencari mama nya.
"Mama maafkan kakak niel meninggalkan adik arthur, tadi kakak dan abang pergi mencari daddy yang katanya menerima telfon tapi tadi kakak juga hampir di bawa pergi oleh papa ray untuk uncle randy menolong niel tadi."
"Iya mah abang tadi sama niel mencari daddy tapi kami malah ditarik yang katanya papa niel dan angel."
__ADS_1
"Apa jadi dia menarik kalian, apa kalian baik-baik saja tidak ada yang lukakan nak..."
Huaaaa..... zee menangis keras melihat anak-anaknya yang hampir saja di bawa pergi, adrian ingin memeluk zee tapi adrian juga sadar dirinyalah yang paling bersalah saat ini.
"Mama tadi nenek sihir itu yang mendorong angel dan adik arthur, tangan angel sakit lalu kepala adik yang berbentur mah."
"Apa... siapa nak yang mendorong adik kamu, katakan pada daddy, siapa itu nenek sihir sayang daddy tidak mengerti yang kamu maksud."
"Huaaaa... daddy payah, itu aunty yang memakai baju merah tadi dad..."
Angel menangis keras karena adrian tidak mengerti yang ia maksud nenek sihir.
"Angel apa yang kamu maksud itu aunty yang memakai gaun merah di atas lutut yang tadi berdebat dengan opa nak."
Angel langsung mangangguk dan menunjukkan tangannya yang merah karna sonia mendorongnya dengan keras dan belakangnya sangat sakit.
"Iya mah, itu dia nenek sihirnya aunty itu mendorong angel dan belakang angel sangat sakit jika di tegap kan."
"Ayo mama antar ke dokter yah, biar angel di priksa dulu."
Zee langsung menggendong angel ke ugd biar bisa di priksa, sekalian zee ingin melihat anaknya yang masih menangis memanggil nya.
"Sus, tolong anak saya juga di priksa katanya tadi ia di dorong dan terjatuh begitu keras."
"Saya ingin melihat putra saya juga sus, tolong saya biarkan saya masuk."
"Baiklah bu silahka."
Kevin yang baru saja datang bersama alicee dan ardhan karena barubdi kabari randy.
"Bang ada sebenarnya apa yang terjadi, kenapa anak-anak kamu bisa menangis seperri ini."
Ardhan bertanya ke adrian yang sedang menggendong niel karna masih menangis dan merasa bersalah tidak bisa menjaga adik-adiknya.
"Huaaaa.... opa, ini salah niel nggak bisa menjaga angel dan arthur. Tadi angel dan arthur di dorong sama aunty yang gaun merah.
Alis ardhan berkerut lalu menyuruh kevin mencari rekaman cctv di acara tadi. Tak cukup 10 menit rekamannya sudah di dapat oleh kevin semua yang di situ melihat siapa yang mendorong angel dan arthur.
Mereka melihat sonia yang ingin membawa arthur tapi angel menghalanginya, sonia yang jengkel di halangi oleh angel ia mendorong angel dengan keras hingga belakang terkena kursi. Arthur yang melihat angel terjatuh lalu menangis ingin turun dan memegang angel tapi sonia yang ingin segera membawanya tiba-tiba bahunya di gigit hingga sonia refleks melempar arthur dan kepalanya terkena sudut meja sonia yang baru sadar langsung berlari pergi.
Semua yang melihat rekaman itu marah dan alicee menangis bisa-bisanya sonia mendorong angel dan melempar arrhur hingga terkena meja, adrian jangan di katakan lagi mukanya sudah sangat merah karna terlalu menahan marah.
"Derren gue minta tolong ke loe, suru anak buah loe menculik sonia dan mantan suami zee mereka berdua yang membuat anak-anak ku menangis terutama sonia."
"Iya kamu tenang saja."
"Papi kecewa sama kamu bang, kamu tidak menjaga anak-anak kamu padahal istri kamu sudah menitipkan sebentar ke kamu."
"Maafkan abang pih."
Saat ini zee menjaga kedua anak di ruangan perawatan, zee meminta anaknya di jadikan 1 ruangan biar ia bisa menjaga anak-anaknya. Arthur yang lelah menangis akhirnya tertidur dengan tangan kecil ada infus yang tertancap, sedangkan angel tulang belakang yang mendekat tulang ekornya tergeser jadi harus di rawat. Angel yang paling tersiksa karena jika ia ingin duduk harus di bantu.
"Maafkan mama sayang, jika mama lebih cepat lagi pasti kalian tidak akan seperti ini."
Zee kembali terisak melihat kedua anaknya di rawat, adrian yang dari tadi di ruangan itu di cuekin oleh zee. Adrian merasa bersalah telah lalai menjaga anak-anaknya selalu meminta maaf ke zee, tapi zee yang terlanjur kecewa sedimit pun tak meresponnya.
"Sayang maafkan abang, abang yang salah dalam hal ini. Jika abang tidak mengangkat telfon pasti anak-anak aman dan tak terjadi sperti ini. Abang janji sonia akan abang siksa lalu abang jebloskan ke penjara."
"Tidak perlu, zee sendiri yang mengurusnya. Abang fikirkan saja pekerjaan abang, engak usah fikirkan zee dan anak-anak."
DEG...
"Sayang apa maksud kamu, abang minta maaf karna membuat kamu kecewa.Abang tidak akan mengulangi nya lgi."
" Seharusnya abang belajar dari masa lalu abang, jika abang tidak mementingkan pekerjaan kak sifah pasti masih di sini."
__ADS_1
Tangan adrIan mengepal, ia tersinggung dengan ucapan zee. Adrian yang tak ingin menyakiti zee langsung pergi begitu saja, zee hanya diam saja.
Keesokan harinya zee meminta ke randy dan ardhan untuk menemani angel dan arthur sebentar karna ia juga ingin pulang mengganti bajunya. Tiba di mansion adrian yang baru keluar dari kamarnya melihat zee tapi mereka tak saling menegur.