Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat

Terpaksa Menikah Dengan Abang Angkat
85.


__ADS_3

Alicee yang saat ini baru saja selesai menyiapkan baju kantor kevin tiba-tiba ia merasakan mules di perutnya, ia sudah tahu tanda-tanda akan melahirkan alicee pun segera menyiapkan semua baju-baju bayi nya maupun dirinya.


Kevin yang baru saja selesai mandi, dan melihat istri yang seperti ingin minggat ia langsung kaget dan menghampiri sang istri.


"Sayang kamu ingin kemana, apa kakak punya salah jika ia maafkan kakak dan kita bicarakan baik-baik dulu."


Alicee yang mendengar penuturan kevin membuatnya ingin tertawa tetapi mules di perutnya semakin sakit, akhirnya ia meringis.


"Kak pakaian cepat, lalu antar el ke RS sekarang. Sepertinya anak kita ingin keluar, cepat kak..."


Kevin pun tersadar, dan segera berpakaian lalu memanggil bunda nya untuk mempersiapkan mobil.


"Bun suruh supir siapkan mobil, el harus segera di bawa ke RS."


"Hah... Apa el sudah ada tanda-tanda ingin brojol?"


"Iya bun, cepat bun kevin nggak mau el kesakitan seperti itu."


"Iya iya nak.. Tadi kamu nyuruh bunda apa, bunda lupa soalnya."


Kevin sangat ingin marah, tetapi ia sadar jika bundanya memang mempunyai otak yang begitu lalod.

__ADS_1


"Bun suruh supir....


Belum sempat kevin menjelaskannya ulang, tetapi bunda sarah langsung meninggalkan kevin begitu saja hingga membuat kevin mengelus dada nya dengan kasar.


Huff....


"Sabar kev, bunda kamu memang seperti itu."


Kevin pun segera ke kamar lalu menghampiri alicee yang masih berjalan-jalan di kamar sambil meringis.


"Sayang, sakit banget yah?"


Alicee tersenyum lalu, mengngguk ia seperti nggak mampu untuk berbicara saat ini karena sakit di pinggang dan perutnya begitu kuat.


Alicee hanya pasrah saat kevin langsung menggendong nya ke mobil dan di ikuti bunda sarah yang saat ini sibuk mebghubungi besannya maupun suaminya ayah dirga yang saat ini berada di luar kota.


Drrtt.... Drrt..


"Halo jeng, el sepertinya akan brojol kami bertiga sedang menuju ke RS kita bertemu di sana aja yah."


"Baik-baik jeng, titip el ya jeng."

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa sih, el juga putri ku dan nggak ada kata titip sudah kewajiban aku untuk menjaganya."


"Terima kasih ya jeng."


"Iya sama-sama."


"Pak cepatan ke RS nya, nanti menantu saya brojol di sini lagi."


"Eh... Pak jangan di balap, entar jantung saya copot lagi."


Kevin sama sekali tak menegur bundanya, karena ia terlalu fokus ke alicee yang saat ini begitu pucat. Saat mobil mereka tiba di lobby RS, ternyata mami dan papi alicee sudah menunggu nya dan sudah tersedia dengan berangkar.


Kevin pun ikut mendorong brangkar alicee ke ruang pemeriksaan, dan ternyata mami sasa sendiri lah yang membantu menolong persalinan alicee.


"Ayo sayang buka paha kamu, mami mau priksa dulu kamu tarik nafas yah."


Kevin yang melihatnya ia begitu meringis, saat jari mami sasa masuk ke lubang jalan lahir anak nya dan langsung memeluk alicee saat alicee meringis kesakitan membuatnya nggak tega.


"Wah.. Cuci mami sebentar lagi akan keluar, sisa 1 pembukaan lagi sayang. Kamu yang sabar yah, dan ingat jika bayi kamu akan segera lahir jadi mami harap kamu tetap tenang dan jangan mengedan jika belum waktunya. Nantinya jalan lahirnya bengkak dan akan terjadi robekkan, jika sakitnya datang kamu tarik nafas dalam-dalam lalu buang secara perlahan oke.."


"Iya mih, el harus kak."

__ADS_1


Kevin segera memberikan air aqua ke istrinya, keringat di dahi alicee begitu banyak mengalir dan alicee kembali meringis saat sakitnya kembali menyerang dan alicee melakukan apa yang mami sasa ajarkan barusan.


Bersambung..


__ADS_2