
Dokter dio memeriksa zee yang terlihat sangat lemah, dan dokter dio langsung menyarankan zee segera di bawa ke RS dan adrian dengan sigap mengendong zee dan menyuruh randy yang menyetir ardhan langsung menghubungi kedua orang tua zee untuk segera ke RS.
drrrrtt....
"Dad angkat dulu telfonnya seperti penting."
Ucap mommy layla yang berada di kungkungan sang suami.
"Aiiisss... Siapa sih, berani sekali mengganggu aktivitas ku."
Gerutu daddy edwind, tapi saat melihat nama yang tertera di ponselnya ia mengerutkan keningnya.
"Halo, ada apa dhan?"
Tanya edwind dengan nada kesal.
"Maaf mengganggu mu besan, tapi ini menyangkut putri kita. Zee akan di larikan ke RS karena kecapean, dan sedari tadi zee muntah-muntah dan badan nya panas."
"Apaaaaaa.... Baiklah aku akan segera ke RS."
Mommy layla yang mendengar suami yang terlihat kaget dan mendengar kata RS, dirinya menjadi tak karuan dan segera menanyai sang suami apa yang terjadi.
"Ada apa dad, siapa yang di RS?"
"Sayang kita bersihkan dulu tubuh kita, lalu kita berangkat ke RS. Zee di larikan ke Rs karena kecapean dan muntah-muntah dan demam."
"Apaaaa... Ayo dad cepat, mommy nggak mau terjadi sesuatu dengan putri kita. Ya ampun nak, kamu pasti kecapean seharian tadi."
Mommy layla dan daddy edwind pun segera membersihkan dirinya, dan segera berangkat ke RS tapi ia menitipkan cucu nya ke pelayan kepercayaan nya.
Zee yang sedari tadi berada di pelukkan adrian, ia lmeringis merasa kepala nya sangat pusing dan mual seperti ingin muntah tetapi ia tahan.
Mobil mereka pun tiba di RS, adrian segera membopong istri ke UGD dan meminta dokter untuk menangani zee.
Dokter pun memeriksa zee dan perawat menyuruh adrian untuk menunggu di luar, ardhan pun mengajak adrian untuk duduk di kursi tunggu dan tak lama daddy edwind dan mommy layla pun tiba.
"Mom dad, maafkan rian nggak becus menjaga zee."
Mommy layla hanya memberikan senyum ke adrian dan mengusap bahu menantunya.
"Sudah tak perlu minta maaf, kita doakan zee dan calon anak-anak kalian semoga baik-baik saja."
__ADS_1
Edwind pun berdiri di pintu UGD, dan tak sabar menunggu hasil pemeriksaan putri nya. Dan dokter yang baru selesai memeriksa zee keluar, saat ia melihat edwind dirinya kaget ternyata yang ia periksa tadi adalah putri dari raja yang berada di hadapannya.
"Eh... Yang mulia raja, maafkan...
"Sudah saya tak mau mendengar permintaan maaf mu, yang ingin saya dengar bagaimana dengan putri ku dan calon cucu-cucu ku."
Potong daddy edwind dengan tegas, ia masih kesal karena aktivitas malamnya terganggu tadi dan saat mendengar penuturan sang dokter kesalnya hilang malah ia begitu khawatir dengan kondisi putri nya begitupun adrian langsung bangkit.
"Begini yang muliah, putri zee mengalami maag akut dan sepertinya ia melupakan untuk mengisi perutnya seharian dan kata putri jika dirinya hanya memakan buah strawberry saja."
Daddy edwind pun menatap tajam ke adrian, seakan ia ingin menerkam menantunya itu. Adrian yang di tatap seperti itu ia semakin merasa bersalah, dirinya tadi siang memang ingin mengajak sang istri untuk makan tetapi zee malah menyuruhnya untuk segera ke apartemen derren karena viza dalam bahaya.
Adrian hanya menunduk, dan mommy layla menenangkan daddy edwind untuk tetap tenang dan ia meminta sang menantu untuk masuk melihat istrinya sendiri.
"Udah dong dad, jangan emosian dulu. Menantu kita juga sebenarnya lelah, seharian dirinya mengurus masalah derren jadi dirinya lupa dengan zee apa sudah makan atau belum."
Huff...
"Maafkan daddy sayang, kamu sudah menghubungi derren?"
"Nggak usah dad, besok saja. Lagian mereka baru aja menikah, dan lagian daddy paham kan dengan keadaan viza saat ini."
Adrian pun mendekati zee yang tangan nya sudah terpasang jarum infus, adrian begitu merasa bersalah. Lagi-lagi karena dirinya istri dirawat di RS dengan keadaan hamil, dan ia selalu menyalahkan dirinya.
Zee yang merasakan ada yang membelai lembut kepalanya, ia pun membuka mata dan tersenyum ke suaminya. Ia tahu jika saat ini suaminya khawatir dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus merawat istri dengan baik.
"By...
"Iya sayang, kamu mau butuh sesuatu?"
"Zee ingin pulang, zee nggak mau disini kasian anak-anak kita dirmah."
Adrian menghela nafas..
"Sayang, dengar abang kamu harus dirawat dulu di RS dan besok baru dokter memeriksa kandungan kamu untuk memastikan keadaan twins didalam sini."
Ucap adrian sambil mengelus perut zee.
Zee meneteskan air matanya, katakan lah zee lagi sensitif selama hamil dan terlalu gampang untuk menangis. Adrian menghapus air mata zee yang jatuh, lalu ia meminta zee untuk makan sedikit.
"Sayang kamu dulu ya, sedikit saja. Kasian twins jika kamu nggak mau makan, kamu mau twins kita kekurangan gizi nggak kan jadi abang mohon makan sedikit ya.."
__ADS_1
Zee pun mengangguk, tapi baru 3 sendok bubur yang masuk zee sudah mulai mulai mual lagi tapi ia tahan dan menyuruh adrian untuk berhenti menyuapinya.
"Sudah by, zee ingin mual dan ingin muntah. Zee ingin tidur saja."
"Baiklah, dan sepertinya kamar perawatan kamu sudah di sediakan jadi kita pindah dulu ke kamar perawatan kamu ya."
Zee hanya mengangguk, dan ia sudah mengantuk apa lagi sudah tengah malam.
Zee pun di pindahkan ke ruang perawatannya VVIP, adrian meminta kedua mertua dan papi nya pulang saja di antar oleh randy. Mereka berempat pun akhirnya pulang, dan tinggallah adrian menemani sang istri.
Adrian yang masih setia duduk di kursi sambil menatap zee yang terbaring lemah, dan zee membuka mata dan meminta sang suami untuk berbaring di sampingnya saja.
******
Di Indonesia..
Kevin dan alicee pun menikmati bulan madunya, sesekali kevin mengambil gambar alicee yang terlihat sibuk dengan pernak pernik di pasar tempat per ole-olehan.
Alicee membeli banyak ole-ole dan ia juga membelikan untuk anak-anak zee sebuah baju kaos yang kembar dan terlihat lucu. Kevin hanya tersenyum saat sang istri begitu terlihat senang setelah ngambek tadi, karena masih penasaran dengan masalah viza dan derren.
"Kak coba lihat, bagus nggak untuk kania dan ini untuk bunda?"
Tanya alicee sambil mengangkat tas yang terbuat dari rotan.
"Hmmmm... Bagus, jangan lupa untuk mami juga."
"Tentu saja, el sudah memilihkannya. Wah... Kak ini pasti cocok untuk angel, kita ambil tas yang ini ya kak. Angel pasti senang, dan terlihat cantik jika ia memakai tas ini dan dress bali ini."
"Iya kakak juga baru saja ingin mengambil itu tadi untuk angel, tapi kamu keduluan yang mengambilnya."
"Baiklaj, sisa kita carikan untuk zee dan kak adrian saja karena yang lain sudah ada."
"Loh.. perasaan tadi sudah ada untuk zee dan adrian, memangnya belum cukup."
"Masih ada yang el berikan ke zee kak, begitupun viza dan kania."
"Terserah kamu saja, tapi jangan sampai kecapean ya."
Alicee pun kembali memasuki toko perhiasan dan melihat gelang emas yang terlihat unik ia langsung mengambilnya dan ternyata ada 4 model yang berbeda, alicee pun mengambil keempat empatnya untuk dirinya zee viza dan kania.
Bersambung..
__ADS_1