
Elena yang sudah memutuskan akan mengenalkan Shaka pada ayahnya mencoba untuk menghubungi Shaka.
Elena menghubungi beberapa kali, panggilan nya selalu di tolak oleh Shaka.
Elena memutuskan untuk mengirim pesan pada Shaka.
''Ini nomorku, jangan lupa di simpan di panggilan pertama.''
''Karena aku adalah pacarmu maka namaku harus di dial pertama.''
Setelah mengirim pesan teks itu, Elena kembali menghubungi Shaka.
Kali ini Shaka sudah mengangkat panggilannya.
''Ada apa.?'' Jawab Shaka cuek.
''Apakah kamu sudah menyimpan nomorku.?''
''Jika kamu hanya ingin menanyakan itu, aku akan menutup teleponnya.'' ancaman Shaka membuat Elena langsung mengatakan tujuannya menelpon.
''Aku ingin bertemu, ada yang ingin aku bicarakan.''
''Katakan sekarang aja, kenapa harus bertemu.?'' Shaka menolak bertemu dengan Elena.
''Ini tidak bisa dibicarakan di telepon, aku harus membicarakannya secara langsung.''
Shaka yang mendengarnya pun mencoba untuk mempercayai Elena. Dia meminta Elena untuk datang ke kantornya besok.
''Besok datanglah ke kantor, hari ini aku di rumah paman tidak bisa ke sana sekarang.''
''Baiklah, besok aku akan ke kantormu.''
''Sampai jumpa besok kekasihku.!'' Ucap Elena dengan nada mengejek.
Shaka pun langsung memutuskan telepon tanpa aba-aba. Dia berdecak kesal atas ulah Elena.
''Ck.''
''Dasar kekanak-kanakan.''
Shaka kembali masuk ke ruang keluarga, dimana mereka sedang sedang mengobrol dengan pamannya.
...***...
Ayah Elena terbangun. Melihat putrinya sedang datang langsung mencoba untuk duduk dari tidurnya.
Elena bergegas menghampiri ayahnya agar tidak usah duduk.
''Ayah, tiduran aja.''
''Bagaimana perasaan ayah sekarang, apa lebih baik.?''
''Ayah baik-baik saja sekarang.'' jawab ayah Elena lemah.
''Ayah butuh sesuatu.?''
''Nggak.'' jawab ayah Elena sambil geleng kepala.
Elena memutuskan untuk menemani ayahnya di rumah sakit. Dia berniat untuk menginap di rumah sakit agar bisa menemani ayahnya.
...***...
Matahari yang cerah kembali menerangi bumi. Menandakan segala aktivitas di bumi akan kembali di mulai.
__ADS_1
begitu juga dengan Elena, melihat pantulan sinar dari kaca rumah sakit dia memutuskan untuk Bagun dari tidurnya.
Dia bangun dan bersiap siap untuk mengurus ayahnya agar dia bisa pergi berangkat bekerja.
''Ayah Elena akan berangkat kerja sekarang, ayah jaga kesehatan ya. Jangan sampai pingsan lagi. kalau ada apa-apa langsung hubungi dokter dengan menekan tombol ini.''
''ayah sampai jumpa nanti.''
Ayah Elena hanya menundukkan kepala tanda setuju.
Elena hari ini memutuskan untuk langsung ke kantor Shaka. Sebelum ke sana dia ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian.
''Selamat pagi nona, Tuan Shaka sudah berada di ruangannya. Apa perlu saya antar.?''
Sapaan dan pelayanan CS di kantor Elena. Dia belum mengatakan apapun sang CS sudah tau tujuannya datang hari ini.
''Selamat pagi, tidak apa-apa, saya bisa sendiri. Terima kasih.'' Tolak Elena dengan sopan.
''Baik nona, silahkan.''
Elena naik melalui lift menuju ruangan Shaka.
''Selamat pagi.'' Elena menyapa sekretaris Shaka yang ada depan di ruangan Shaka.
''Apakah saya bisa bertemu dengan Tuan Shaka.?''
''Selamat pagi nona, silahkan nona.'' Sekretaris langsung menyuruh Elena masuk.
Lagi-lagi Elena heran, kenapa semua langsung mempersilahkan dirinya tanpa bertanya tujuan untuk bertemu dengan Shaka.
Elena memutuskan untuk langsung masuk ke ruangan Shaka.
''Selamat pagi tuan Shaka.'' Sapaan Elena ketika pintu sudah terbuka, suaranya langsung mengecil ketika melihat Shaka sedang berbicara dengan seorang perempuan.
Dia diam mematung di depan pintu, dia berniat untuk keluar dan akan kembali nanti.
Elena menuju meja sang sekretarisnya.
''Kenapa kamu tidak memberitahukan saya kalau tuan Shaka sedang ada tamu.?''
''Bagaimana jika tuan Shaka marah saya masuk dengan tiba-tiba.?''
Elena menanyai sekretaris Shaka dengan muka kesalnya. Sang sekretaris bukannya takut malah senyum-senyum dan menjawab.
''Maaf nona, tuan Shaka tidak sedang rapat, jadi Saya pikir nona tidak apa-apa jika langsung masuk. Bagaimanapun tuan Shaka tidak akan marah. Nona kan kekasih tuan.''
Elena senyum tipis menanggapi respon sekretaris Shaka. Pantas saja jalan saya menuju ke sini mulus ternyata mereka sudah menonton berita kemarin.
''Nona wanita yang di dalam adalah nona Kirana.''
''Saya tau.'' jawab Elena cepat.
''Nona kenal nona Kirana.?''
''Hmm iya saya kenal, siapa juga yang tidak mengenal Kirana, artis terkenal yang cantik dan memiliki sejuta prestasi.'' ucap Elena senyum.
''Jika nona kenal kenapa tidak menyapanya. Mumpung lagi berbicara dengan tuan Shaka. Hem nona cemburu ya.?''
Sekretaris Shaka menggoda Elena dengan pertanyaan nya.
Dia langsung merasa Elena itu adalah wanita baik, tidak peduli dengan penampilan yang sedikit norak. dia berpikir jika di poles sedikit akan sangat terlihat cantik dan menawan.
''Nona , tidak perlu cemburu. Tuan dan nona Kirana hanya bersahabat, mereka dulu kuliah di universitas yang sama.''
__ADS_1
''Hus sebaiknya kamu kembali bekerja, nggak usah bergosip seperti ini, tidak baik.''
''Saya akan menunggu di sini sampai Kirana pergi.''
Elena tidak ingin nanti ada orang yang mendengar mereka membahas Shaka dan Kirana. dia memutuskan untuk menunggu Kirana pergi. Dia tiba-tiba teringat dengan asisten Shaka.
''Tuan Ken dimana.?''
''Tuan Ken ada di ruangannya nona, di sebelah sana.'' ucapnya sambil menunjuk arah ruangan Ken.
''Baiklah saya akan ke sana, ada yang perlu saya tanyakkan. Tidak perlu mengantar saya bisa sendiri.'' ucapnya langsung.
''Baik nona.''
...***...
Tok..Tok.
Elena mengetok pintu ruangan Ken dan langsung masuk.
''Selamat pagi.''
Ken yang terkejut dengan kedatangan Elena langsung berdiri dan menghampirinya.
''Ada yang bisa saya bantu nona.?''
''Saya ingin bertemu Shaka, tapi dia lagi ada tamu. Jadi saya memutuskan untuk menemui kamu Ken.''
''Silahkan duduk nona, saya akan meminta di bawakkan minum dan cemilan.''
''Tidak usah Ken, saya hanya ingin mengobrol dengan kamu.''
Ken yang mendengar itu langsung menghampiri dan duduk di depan Elena.
''Saya ingin mengenalkan Shaka pada ayahku. Bagaimana menurutmu Ken.?''
Pertanyaan Elena di luar dari prediksi Ken.
''Nona, bukannya nona dan tuan hanya pura-pura.?''
''Saya tau, tapi ayah saya sedang sakit. Beliau selalu meminta saya untuk mengenalkan Kekasih. Saya tidak punya kekasih, Saya hanya punya Shaka sebagai kekasih pura-pura.''
Elena menjelaskan pada Ken tujuan kedatangannya hari ini.
''Nona sebaiknya membicarakan ini dengan tuan Shaka.''
''saya akan meminta bantuannya nanti setelah tamunya pulang.''
''Nona gimana kalau tuan menolak.?''
''Saya harus mencari pria lain untuk di jadikan pacar di depan ayahku. Tapi kuharap dia tidak menolak untuk membantuku.'' ucap Elena tersenyum tipis.
''Jika dia tidak menolak lebih baik, karena dalam 1 bulan kami akan berpisah, jadi menurutku tidak apa apa jika aku berbohong sekarang pada ayah. Aku takut dia akan semakin kepikiran dengan masa depanku.''
Elena berbicara panjang lebar pada Ken, tiba-tiba telepon Ken berbunyi.
''Halo.''
''Baik, saya akan ke meminta nona ke sana.''
Ken mendapat panggilan dari sekretaris Shaka bahwa Kirana telah pergi.
''Nona, tamu tuan sudah pulang l, sebaiknya nona membicarakan ini dengan tuan.''
__ADS_1
''Baiklah, terima kasih Ken.''
...****************...