
Setelah mencari di ruang aula tempat acara di adakan tampak terlihat Elena di ganggu oleh Kirana dan menyiramkan minuman ke pakaian Elena. setelah itu Elena keluar.
Ken lalu membuka cctv di daerah toilet, benar saja Elena di halangi oleh dua pria berbadan besar yang memakai penutup kepala.
Pria itu menyeret Elena. Tidak perduli seberapa kuat Elena melawan mereka tetap menarik paksa dan membawanya.
Kini mereka tau keberadaan Elena ada di lantai paling atas gedung ini.
Shaka dan Ken langsung berlalu menuju tempat Elena berada.
''Elena..''
''Elena..''
Teriakan Shaka terdengar di telinga Elena. Dia senang bahwa Shaka bisa menemukannya. Setelah 4 jam di kurung di Disini elena hampir pingsan saking dinginnya. dia hanya memakai dress lengan pendek yang sudah basah di tumpahkan minuman oleh Kirana.
Dia benar-benar kedinginan dan itu membuatnya lemas. Untung Shaka datang sebelum dia pingsan.
''Elena ..''
Shaka yang melihat keadaan Elena langsung membuka ikatan tangan,kaki dan penutup di mulutnya. dia langsung memeluk Elena.
Pelukan itu sangat erat sampai membuat Elena terkejut.
Elena memang butuh kehangatan tapi dia masih sadar posisi dengan Shaka hanya sementara.
Dia tidak menyangka reaksi Shaka yang langsung memeluknya.
''Maafkan aku.''
''Harusnya aku tetap bersamamu.''
''Maafkan aku.''
''Aku kedinginan.'' ucap Elena pelan.
''Shaka langsung membuka jasnya dan memakaikan untuk Elena.''
''Ken siapkan kamar untuk Elena sekarang, aku akan membawanya ke sana.'' perintah Shaka.
Ken langsung bergegas turun untuk memesan kamar untuk Elena.
Shaka langsung memangku Elena turun ke bawah, menuju kamar yang di pesan Ken.
Ken langsung membuka kamar hotel yang telah di pesan nya.
Shaka menurunkan Elena di tempat tidur lalu menyelimutinya.
''Ken tolong pesankan makanan untuk Elena.''
''Baik tuan.''
Shaka membuat minuman hangat untuk Elena, lalu memberikannya pada elena.
''Elena, minum dulu biar badan kamu gak kedinginan lagi.''
''Nggak. Aku mau tidur, aku ngantuk.'' ucap Elena lemah.
''Iya setelah minum kamu bisa kembali tidur.'' Shaka membantu elena untuk duduk dan memberikan minuman hangat itu untuk di minum.
Ken yang telah selesai memesan makanan untuk elena pun kembali melanjutkan pekerjaannya untuk menangkap laki-laki yang berani mengurung istri bosnya.
''Halo, siapkan semua rekaman cctv nya padaku. aku akan mengambilnya nanti.''
__ADS_1
''Cari tau apakah ada hubungan nya semua ini dengan Kirana. Karena sebelum bertemu laki-laki itu nona Elena di siram minuman oleh Kirana. aku ragu kalau ini semua ulah Kirana.''
Ken menyuruh anak buahnya untuk mengungkap kejahatan yang menimpa Elena.
Ken menghubungi Shaka untuk memberitahukan bahwa semua akan segera di temukan, dia sudah menyuruh orangnya untuk memeriksa lebih dalam.
''Halo ''
''Tuan , semuanya akan segera terungkap, saya akan menyelidiki kasus ini.''
''Baik tuan.''
Ken memutuskan sambungan telepon, lalu berjalan menuju ruangan cctv berada. malam ini dia harus menemukan siapa dalang di balik ini semua.
...***...
Shaka menemani Elena tidur. Belum berapa lama dia di selimuti sudah langsung tidur nyenyak.
Ini efek dia kedinginan di tambah takut di kurung di gudang itu.
Hal yang membuat Shaka sangat menyalahkan diri sendiri, karena dia terlalu sibuk dengan tamunya sehingga dia melupakan Elena.
Shaka sadar walau hubungannya dengan Elena sementara tapi apa yang telah dia lakukan sudah salah. Dia harusnya bisa menjaga Elena dari segala kemungkinan marabahaya.
Shaka memandangi wajah Elena,dia merasa sangat bersalah.
Shaka sadar belum menghubungi pak Mul untuk memberitahukan malam ini mereka tidak pulang.
Dia akhirnya memutuskan untuk menghubungi pak Mul.
''Halo, Pak Mul malam ini kami akan menginap di hotel.Ada kejadian tidak terduga, Elena sedang tidur, dia lagi gak enak badan.Tolong jaga anak-anak pak.''
''jangan sampai anak-anak tau kejadian ini.''
''Terima kasih ''
Setelah beberapa jam Elena tertidur, dia pun akhirnya terbangun.Dia melihat Shaka yang duduk di sebelahnya sambil bersandar.
''Mas Shaka.''
''hmm. Kamu butuh sesuatu.?'' tanya Shaka sigap.
''Tidak,aku hanya ingin ke toilet.''
''Aku akan mengantarmu.Ayo..''
''Aku bisa sendiri mas.''
Elena mencoba untuk bangun dari tidurnya, tiba-tiba dia terjatuh. Tenaganya masih belum pulih, melihat itu Shaka pun langsung berdiri.
''Ayo, aku akan membawamu ke dalam.''
Shaka memapah Elena berjalan menuju toilet. Tubuh Elena yang masih gemetar tandanya keadaannya masih belum membaik.
''Mas,tolong keluar aku bisa sendiri.'' Elena menyuruh Shaka keluar.
''Panggil aku jika sudah selesai.'' lalu Shaka keluar.
Elena melakukan aktivitas nya di toilet. dia merasa tidak nyaman dengan dress yang di pakai. Andai saja dia punya pakaian ganti, akan lebih nyaman untuknya.
Dia juga menghapus make up di wajahnya. setelah itu dia mencoba untuk keluar sendiri tanpa bantuan Shaka.
Melihat Elena keluar dari toilet sendiri dan masih dengan jalan yang lemas, Shaka langsung setengah berlalu untuk membantu Elena kembali ke tempat tidur.
__ADS_1
''Mumpung kamu sudah bangun, gimana kalau kamu makan dulu. Tadi aku udah pesanan makanan tapi kamu sudah tidur. makanannya udah dingin, apa mau pesan yang baru.?''
''Aku makan yang ini aja mas nggak apa-apa.Lagian sayang kalau sampai di buang.'' ucap Elena.
''Mas, aku ingin ganti pakaian. bisakah carikkan aku baju ganti.?'' Ucap Elena sambil melirik Shaka takut kalau-kalau Shaka menolak.
''Oh baiklah, sebentar aku akan menghubungi ken.'' Jawaban itu membuat Elena kaget lalu menolak untuk di cari pakaian ganti.
''Jangan Ken, gimana aku bisa bertemu dengannya besok kalau pakaian ganti ku dia yang cari.'' protes Elena.
''Dia hanya menyuruh orang untuk mengantarnya bukan dia yang memilih.''Jawab Shaka.
''Ken, tolong kirimkan pakaian ganti untuk Elena, dia sudah bangun dan katanya ingin pakaian ganti.''
''Hmm, terima kasih.'' Shaka menutup teleponnya.
''Kamu makan aja dulu sambil menunggu pakaian gantinya datang.''
''hmm.Baiklah.'' Ucap Elena.
Elena menikmati makan malamnya di temani Shaka, Dia mencoba menawarkan untuk makan bersama tapi Shaka menolak.
Elena nggak sanggup harus menghabiskan makanan yang dia pilih, akhirnya dia menyerah dan menyudahi makannya.
''Mas, aku udah selesai.''
''Makanlah lagi, biar tenaga mu cepat pulih.''
''Nggak sanggup mas, udah kenyang.''
''Baiklah, silahkan bersandar dulu, sampai pakaiannya datang.''
''hmm.'' jawab Elena.
Shaka membereskan piring bekas makan elena.Dia bertingkah layaknya sebagai seorang suami yang selalu siaga pada saat istrinya sakit.
Melihat perlakuan baik Shaka, elena merasa hangat. Di balik sifatnya yang cepat marah ada tersembunyi sifat yang lemah lembut.
20 menit berlalu tanpa mereka saling mengobrol, pakaian ganti elena pun sudah sampai. Shaka mengambil pakaian nya di depan pintu hotel, lalu langsung menyerahkannya pada Elena.
''Makasih.''
''Aku akan berganti pakaian. mas bisa keluar sebentar.?'' ucap Elena.
''Kamu gantilah, aku tidak akan melihat. apa kata orang jika tau aku keluar pada saat kamu berganti pakaian.''
''Benaran mas gak akan ngintip.''
''hmm, cepat lakukan.'' ucap Shaka yang sudah membelakangi Elena.
Elena pun akhirnya mengganti pakaian nya. Dia heran ukurannya sangat pas dengannya. Hebat sekali orang yang memilih ini.
''Mas udah.''
Shaka kemudian berbalik dan melihat Elena yang sudah selesai ganti pakaian.
''Kamu istirahat lah lagi.''
''Mas nggak tidur.?''
''Nanti kalau aku sudah ngantuk aku akan tidur.'' ucapnya.
malam ini di habiskan mereka dengan menginap di hotel. Elena sudah tidur dengan nyenyak. Shaka masih berjaga. Shaka akhirnya merasa lelah juga, dia ingin mencoba untuk berbaring. siapa tau dia bisa tidur.
__ADS_1
Tanpa dia sadari, dia juga ikut hanyut dalam tidurnya. Shaka dan elena menghabiskan malam ini dengan tidur di ranjang yang sama.
...****************...