Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Sayang


__ADS_3

''Permisi Tuan, saat ini pasien sudah bisa di jenguk.'' Ucap seorang perawat.


''Benarkah.'' Jawab Shaka senang.


''Tuan silahkan pakai ini dan cuci tangan di sebelah sana. Setelah itu baru tuan bisa masuk.''


Shaka langsung menuruti ucapan sang perawat. Dia ingin sekali melihat Elena dengan langsung.


Shaka tidur tidak tidak nyenyak malam ini. Bisa di bilang dia hanya memejamkan matanya sebentar dan pagi hari sudah menyapa.


Pagi ini dia di bangunkan seorang perawat.


Dia sangat senang bahwa dia bisa segera bertemu dengan Elena.


Jika sudah di perbolehkan menjenguk itu tandanya keadaan Elena sudah lebih baik.


Shaka masuk dan menemui Elena di dalam.


''Permisi, bolehkah saya berbicara dengan istri saya berdua.?'' Tanya Shaka pada perawat yang menemaninya masuk.


''Baik tuan, silahkan. Anda hanya bisa melihatnya selama 15 menit.''


''Ini demi kenyamanan pasien.'' Ucap perawat dan keluar meninggalkan Shaka dan Elena yang terbaring dengan berbagai selang di tubuhnya.


''Sayang..'' Ucap Shaka sambil memegang tangan Elena.


Tanpa sadar dia mengucapkan kata itu. Ntah keberanian dari mana Shaka bisa mengatakan kata itu pada Elena.


''Maafkan aku selama ini tidak bisa menjagamu dengan baik.''


''Andaikan aku memiliki waktu lebih banyak denganmu mungkin ini tidak akan terjadi.''


''Aku minta maaf tidak memperhatikan kamu dan ayah.''


''Maafkan aku. Aku akan melakukan yang terbaik tapi kumohon bangunlah.''


''Kamu sudah terlalu lama tidur. Bangunlah Elena.''


''Banyak hal yang harus kukatakan padamu.''


''Kamu harus mendengarkannya secara langsung. Kumohon bangunlah.''


''Jangan coba-coba untuk meninggalkan aku dan anak-anak. Kamu tau kami tidak akan sanggup.''


''Melihatmu seperti ini sudah sangat membuat aku sakit. Kumohon bangunlah sekarang.''


Shaka membanjiri Elena dengan ucapan memohon agar Elena segera sadar.


Tak terasa waktu 15 menit telah habis. Shaka di minta untuk menunggu di luar oleh perawat.


''Permisi, maaf tuan waktu anda sudah habis. Silahkan menunggu di luar.''


Shaka tidak mengatakan apapun. Dia hanya menuruti ucapan perawat lalu pamit keluar pada Elena.


''Aku akan menunggu kamu di luar, Segeralah bangun.'' Ucap Shaka lalu melepaskan tangan Elena.


Shaka kembali duduk untuk menunggu Elena.


Ken sudah tiba di rumah sakit. Membawa sebuah paper bag berisi pakaian ganti untuk shaka.

__ADS_1


''Selamat pagi tuan. Bagaimana perkembangan nona Elena.?'' Tanya Ken.


''Elena masih belum sadar Ken. Tapi aku sudah bisa menjenguknya walau hanya 15 menit itu tidak masalah untukku.'' Jawab Shaka.


''Syukurlah tuan, semoga nona Elena segera sadar.''


''Saya sudah dari rumah untuk mengambil pakaian ganti anda tuan.''


''Silahkan tuan berganti pakaian dulu. Aku akan menunggu nona Elena tuan.'' Ucap Ken pada Shaka.


Shaka baru sadar dia memang belum berganti pakaian sejak ke rumah sakit.


Dia masih memakai kemeja putihnya. Shaka mengambil paper bag dari Ken.


''Terima kasih Ken.'' Ucap Shaka.


''Tuan, anak-anak akan ke rumah sakit siang ini. Mereka ingin melihat nona Elena.''


''Ken untuk saat ini jangan biarkan anak-anak datang ke rumah sakit. Ayah mertua keadaannya masih belum stabil.''


''Aku tidak mengatakan apa-apa padanya terkait keadaan Elena.''


''Aku akan berbicara pada pak Mul untuk tidak membawa anak-anak ke rumah sakit.''


Shaka melarang anaknya datang ke rumah sakit. Dia ingin setelah Elena sudah di pindahkan ruang rawat inap baru bisa datang.


Situasi sedang tidak baik-baik saja sekarang. Sebaiknya anak-anak nya jangan ke rumah sakit. Itulah yang sedang Shaka pikirkan.


Shaka mengganti pakaian nya menjadi pakaian santai. Dia kembali ke kursi dimana mereka menunggu Elena.


''Ken pergilah, aku serahkan perusahaan hari ini padamu.''


''Baik tuan. Kalau begitu saya akan ke kantor tuan. Saya akan menghubungi tuan jika terjadi sesuatu.''


Ken pergi meninggalkan Shaka sendirian.


''Halo pak Mul.''


''Untuk saat ini pastikan anak-anak tidak datang ke rumah sakit.''


''Keadaan Elena masih di UGD.''


''Baiklah, tolong jaga anak-anak pak.


''Terima kasih pak.''


Shaka menghubungi pak Mul untuk melarang anak-anak nya datang ke rumah sakit.


Shaka pergi ke ruangan ayah mertuanya untuk melihat kondisi.


''Ayah kenapa ayah keluar. Ayah harus banyak istirahat.'' Ucap Shaka melihat ayah mertuanya sedang di luar ruangannya.


''Ayah sudah sehat, ayah sedang jalan-jalan melihat orang yang di rawat di sebelah.'' Jawab ayah Elena.


''Ayok ayah kita masuk ke dalam. Ayah harus sarapan kan. Aku akan menemani ayah.'' Shaka mengajak ayah mertuanya masuk.


''Kapan Elena bisa datang ke sini.?''


''Aku merasa tidak biasanya dia tidak datang ke sini atau tidak meneleponku.'' Tanya ayah Elena.

__ADS_1


''Ayah tenang saja, Elena baik-baik saja kok. Aku hanya ingin lebih dekat dengan ayah makanya aku yang gantikan Elena ke sini.'' Jawab Shaka.


Ayah Elena tidak tau harus berkata apa lagi. Dia selalu menanyakan kabar Elena tapi menantunya selalu menjawab baik-baik saja.


Dia mencoba untuk mempercayai ucapan menantunya.


Makanan telah datang, ayah Elena akhirnya sarapan di temani Shaka.


Kondisi ayah Elena sudah lebih baik dan pagi ini ayah Elena sudah jalan-jalan sendiri.


Shaka melihatnya sudah cukup lega. Dia berniat akan menemui dokter yang menjaga ayah mertuanya.


''Ayah, aku akan menemui dokter sebentar.'' Shaka pergi menuju ruangan dokter.


''Permisi dokter. Saya mau menanyakan kondisi ayah mertua saya.'' Ucap Shaka.


''Silahkan tuan.'' Jawab dokter.


''Dokter Untuk saat ini bagaimana keadaan ayah mertua saya.?'' Tanya Shaka.


''Keadaan beliau sudah lebih baik tuan, hanya saja saya tidak bisa memastikan kondisinya akan selalu baik.''


''Kemoterapi yang di lakukan beliau sudah sangat membantu keadaan beliau semakin baik. Tapi terkadang keadaan seperti kemarin akan terjadi lagi.''


''Lebih baik tetap jaga agar pikiran pasien selalu tenang tanpa beban.''


''Itu jauh lebih baik untuk menjaga kondisi nya tetap baik.''


Dokter menjelaskan panjang lebar pada Shaka. Shaka hanya mengangguk tanda mengerti ucapan dokter.


''Baik dokter. Saya titipkan ayah mertua saya pada dokter.''


''Saya percaya dokter akan selalu ada untuk ayah mertua saya ketika beliau mengalami hal yang tidak kami inginkan.''


Shaka dan Elena memang sudah sangat percaya pada dokter ayahnya.


Dokter selalu menjaga dan merawat ayahnya dengan sangat baik selama ini.


''Saya akan selalu melakukan yang terbaik tuan.'' Jawab dokter.


''Bagaimana keadaan Elena tuan.?'' Tanya dokter.


''Saat ini Elena masih belum sadar dokter. Ayah sudah selalu menanyakan Elena tapi saya belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada ayah.'' Jawab Shaka lemas.


''Tuan apa yang sudah anda lakukan adalah yang terbaik. Menjaga pikiran agar tetap tenang sangat membantu beliau.''


''Saya doakan semoga Elena segera sadar tuan.'' Ucap dokter.


''Terima kasih dokter.''


''Baiklah dokter saya harus kembali. Terima kasih sudah selalu baik pada ayah mertua saya.''


''Sama-sama tuan, itu sudah tugas saya.'' Jawab dokter tersenyum.


Shaka pergi meninggalkan dokter. Dia akan kembali ke ruangan ayah mertuanya untuk pura-pura pamit ke kantor.


Dia ingin kembali melihat kondisi Elena. Dia berharap ketika dia ke sana Elena sudah sadar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2