Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena Di Kurung


__ADS_3

''Apakah kamu sebahagia itu bisa menjadi istri Shaka.?'' Tanya Kirana yang tiba-tiba mendatangi Elena.


''Maksud kamu apa. Apakah salah jika aku bisa bahagia bersama suamiku sendiri.?''


''cih..''


''Jangan sombong kamu. kamu tidak tau bahwa Shaka itu sangat mencintai istri pertamanya, jadi jangan harap kamu akan diterima di hatinya Shaka. kamu hanya di di jadikan alat untuk melancarkan acara ini.''


''Acara ini sudah sejak lama di rencanakan, jadi demi menjaga kelancaran proses pelaksanaannya Shaka berniat menikahi mu.''


''Jangan pernah berharap bisa berada di hatinya.''


Kirana yang cemburu melihat kemesraan Shaka dan Elena membuat dia semakin marah, dan mengingat betapa sakitnya dia yang tidak pernah di lihat Shaka sama sekali.


Kirana sudah mengatur rencana liciknya untuk mempermalukan Elena di acara ini. Dia sudah mengajak beberapa temannya untuk mengerjai Elena.


Dari tadi mereka tidak bisa melakukan aksinya karena Shaka selalu berada bersama Elena.


Kini melihat Shaka sibuk berbincang dengan tamu tamu yang lain membuat mereka segera menjalankan aksinya.


''Perempuan murahan, berani sekali kami menggoda tuan Shaka.''


''Tuan Shaka nggak pantas untukmu.''


''Kamu itu hanya gadis kampungan yang norak. Jangan lupa dengan posisimu sebelum menjadi istri Shaka.Kamu masih punya muka rupanya sampai berani datang ke acara ini.''


Elena masih diam mendengar semua yang mereka katakan. Kalau di pikir memang dirinya hanya beruntung bisa bertemu Shaka yang tidak memandang latar belakang keluarganya.


walau hanya sementara tapi tetap saja apa yang mereka katakan benar adanya.


''Acara masih belum selesai, kuharap kalian pergilah dari sini. Tolong jangan membuat keributan.''


Elena meminta mereka dengan cara baik-baik agar tidak menimbulkan keributan. Tapi siapa sangka Kirana malah semakin menjadi, hingga menumpahkan minuman yang di ada di gelasnya ke baju Elena.


''Elena sadar dia tidak boleh marah atau membalas. karena dia tidak mau membuat acara ini berantakan.''


''Oops.. sorry tanganku kepleset.''


Mereka menertawakan elena yang sudah basah dan warna bajunya tidak sesuai lagi. warnanya sudah berubah dengan warna minuman yang di tumpahkan Kirana.


Elena hanya diam. Dia memutuskan untuk ke kamar mandi sebelum Shaka melihatnya.


Seperti pepatah sudah jatuh di timpa tangga pula. itulah yang sedang di alami Elena.


Belum juga urusannya dengan Kirana selesai sudah di tambah lagi kedatangan dua orang pria dari arah toilet pria.


Pria itu membawa paksa elena, menutup mulut nya lalu membawanya ke lantai paling atas hotel itu. Di sana ada sebuah ruangan yang di jadikan gudang.


Mereka membawa dan mengurung Elena di sana.


Elena mencoba untuk teriak tapi tidak mungkin ada yang mendengar. Dia tidak bisa bergerak. Tangan dan kakinya di ikat, mulutnya di tutup agar tidak bisa berbicara.


Elena memutuskan untuk diam dan berdoa semoga Shaka bisa menemukan nya.

__ADS_1


...***...


Acara masih berjalan seperti biasa. Shaka masih mengobrol dengan kolega-koleganya secara bergantian. Ken masih sibuk dengan keamanan di dalam aula tempat acara itu berlangsung.


Shaka dan Ken belum sadar kalau mereka kehilangan Elena.


Shaka yang merasa sudah cukup lama meninggalkan Elena pun akhirnya berpikir untuk menemui elena di meja yang mereka tempati.


Seolah tau arah Shaka akan ke meja, Elena pun langsung memanggil nya dan mengajaknya untuk mengobrol.


Seolah-olah tidak terjadi sesuatu, elena mengobrol dengan penuh semangat dan memancarkan wajah yang bahagia.


Shaka meladeni dengan baik. Biar gimana pun Kirana adalah termasuk koleganya juga.


Acara sudah hampir selesai, sebagian tamu undangan pun sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing.


Tersisa beberapa tamu lain yang terlihat asyik mengobrol dan bercanda gurau.


Di tengah pembicaraan Kirana dan Shaka,Randy datang menghampiri mereka. Randy salah satu musuh bebuyutan Shaka sejak adiknya Mitha meninggal dunia.


Randy berpikir Shaka adalah penyebab kecelakaan adiknya. Dia sangat marah ketika Shaka menikah lagi dan bahkan mengenalkan wanita itu sebagai istrinya.


''Kupikir kalian suami istri yang sangat bahagia. Kamu dengan bangganya membawa dia ke acara ini.''


''Apa kamu lupa, Mitha meninggal gara-gara kamu. Kamu tidak berhak untuk bahagia Shaka.''


''Kamu harus merasakan penderitaan yang di rasakan Mitha.''


''Aku akan membuktikan bahwa kamu adalah pembunuh adikku.''


Shaka yang langsung teringat istrinya langsung lemas, dia tidak berdaya lagi. Apakah memang istrinya meninggal karena kesalahannya.


Pikiran itu semakin terngiang-ngiang di kepalanya.


Dia tidak memperdulikan Kirana lagi, dia akan ke toilet untuk menenangkan hatinya.


Kirana yang melihat itu pun tidak hanya berdiam saja, dia lalu mengejar Shaka.


Dia sadar di saat seperti ini dia harus menenangkan Shaka.


''Shaka..!''


''Kirana aku ingin ke toilet, tolong jangan ikuti aku.'' ucapnya tegas.


''Cih.''


''Susah banget sih untuk bisa berdua bersama dia.'' ucapnya pelan.


Di kamar mandi Shaka mencuci mukanya, dia sadar acara ini sangat penting. makanya dia harus bertahan sampai acara selesai.


Setelah dia tenang, dia pun keluar dari toilet pria.Ponsel nya berbunyi Ken sedang menelpon.


''Halo, Ada apa ken.?''

__ADS_1


''Tuan Andy sudah pulang duluan tuan, beliau di antar oleh supir.''


''Baiklah.Itu lebih baik agar paman bisa istirahat lebih awal.''


Tut...


Shaka mematikan panggilannya. Dia kembali ke dalam aula acara. dia menuju meja yang di tempati Elena tadi.


Dia tidak melihat Elena di sana, Dia semakin mempercepat langkahnya benar saja Elena tidak ada.


Dia melihat seluruh ruangan tapi tidak menemukan Elena, tamu tamu pun sudah mulai sepi dan bahkan acara ini sudah berakhir. hanya saja satu dua orang tamu masih asyik mengobrol.


Dia mencari Elena, mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak masuk.


Dia akhirnya menghubungi Ken.


''Ken apa Elena ikut pulang dengan Paman.?''


''Kalau begitu Elena menghilang Ken.''


''Segera cari keberadaan Elena Ken.!'' Perintah Shaka marah.


Dia tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi pada Elena. Tadi Elena baik-baik saja waktu bersama dengannya. Siapa yang mencoba menculik Elena.?


Dia langsung kepikiran dengan Kirana. kemungkinan hanya Kirana yang akan melakukan itu setelah apa yang dia katakan beberapa hari lalu.


''Kirana, dimana Elena.?''


''Jangan coba-coba untuk menyakitinya.''


Shaka langsung menarik tangan elena agak menjauh dari teman-temannya.


''Aku tidak tau.'' Kirana berbohong dan tetap tidak mau memberitahukan keberadaan Elena.


''Kirana selagi aku masih baik, cepat katanya dimana Elena.?''


''Shaka aku tidak tau.!'' Kirana tetap tidak memberi tau keberadaan Elena.


''ah..'' Shaka Kesal.


''Kirana kalau sampai aku tau semua ini adalah ulah mu maka jangan salahkan aku. aku tidak akan segan-segan untuk memenjarakan mu.''


Ancaman Shaka membuat Elena sedikit ngeri.


''Shaka kamu benar-benar keterlaluan. Hanya karena wanita kampungan yang norak itu kamu sampai begini padaku. Kamu jahat.'' Setelah itu. Kirana pergi meninggalkan Shaka. di ikuti dengan teman-temannya yang lain.


Shaka benar-benar merasa kacau. kenapa dia bisa sampai melupakan Elena seperti ini.


Ken langsung menghadap Shaka.


''Tuan ayok ke ruang cctv hotel. saya sudah menghubungi pihak keamanan hotel.''


Shaka dan Ken berlalu ke arah ruangan tempat cctv berada. Kena mencari tau di setiap sudut hotel terutama di bagian aula hotel.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2