
''Maaf mas, aku gak tau kamu sedang buka baju.'' Ucap Elena masih membelakangi Shaka.
''Mas setelah selesai keluarlah, anak-anak ingin bermain.'' Elena pergi keluar dari kamar.
''Apa yang dia lakukan.?''Ucap Shaka sambil geleng-geleng kepala.
Shaka keluar kamar menemui Elena dan anak-anaknya.
Melihat ayahnya datang, mereka langsung menceritakan bagaimana pertemuan mereka dengan sang kakek.
''Bagaimana keadaan ayah.?''
''Ayah sudah semakin baik mas, kata dokter semua berkat kemoterapi yang di lakukan.''
''Lain kali jangan pergi sendiri, aku akan akan menjenguk ayah.'' Ucap Shaka.
Mendengar ucapan Shaka membuat Elena tersenyum, Shaka sudah sangat perhatian pada ayahnya.
Dokter mengatakan jika Shaka mengganti semua alat kesehatan untuk ayah jadi yang terbaik.
''Makasih mas.''
''Kenapa harus minta maaf, ayahmu sudah ayahku jadi aku juga harus menjenguknya.''
Elena hanya tersenyum mendengar jawaban Shaka.
''Mas kamu gak lupa kan besok hari apa.?'' Tanya Elena.
''Emang besok hari apa.?'' Pertanyaan Shaka membuat Manse kesal.
''Ayah, bukannya kata Kaka ayah akan datang ke acara sekolahku.?'' Tanya Manse kesal.
''Apakah itu besok. Maafkan ayah nak. Iya besok ayah akan datang.''
Manse langsung tersenyum kegirangan mendengar ucapan ayahnya.
Selama ini ayahnya tidak pernah ada yang datang ke sekolah mereka. Membuat Evan masih ragu kalau ayahnya datang ke acara Manse.
...***...
''Saya sudah mengingatkan tujuan saya adalah tuan Shaka bukan Elena. Jika anda ingin tetap bekerja sama jangan pernah mengganggu Elena.'' Ucap Ken pada Randy.
Randy yang sangat membenci Shaka membuat dia ikut membenci Elena. Sampai dia ingin merencanakan sesuatu untuk mengganggu Elena.
Ken yang mendengar itu langsung marah, karena tujuannya adalah Shaka bukan Elena.
''Apa Shaka tau kalau kamu menyukai Elena.?'' Pertanyaan Randy membuat Ken semakin tersulut emosinya.
''Elena tidak ada hubungannya dengan kerja sama ini, kita hanya punya target yang sama yaitu Shaka.''
''Aku akan tetap melakukan pencarian tentang kecelakaan yang terjadi hari itu.''
''Aku akan segera menghubungi anda tuan. Permisi.'' Ken langsung pergi meninggalkan Randy.
Di rumah sakit Ken masih bertanya -tanya tentang siapa perawat yang datang dengan sukarela mengurus kakaknya.
Kaka Ken adalah seorang psikolog. Dia tau bahwa istri Shaka Mitha adalah pasien dari kakaknya. Hanya itu saja yang dia tau.
Kecelakaan mobil istrinya itu mengakibatkan Kakaknya lumpuh hingga sekarang.
...***...
Di kantor Shaka mendapat jadwal rapat mendadak yang harus di ikuti. Ken sudah mencoba membicarakan dengan perusahaan yang mengadakan rapat mendadak. Tapi rapat ini tidak bisa di tunda akhirnya Ken dan Shaka pergi untuk mengikuti rapat itu.
Elena sudah beberapa kali menghubungi Shaka,tapi tidak di angkat. Dia memutuskan untuk pergi ke kantor menjemput Shaka.
''Pak Mul tolong bawa anak-anak masuk lebih dulu, saya akan menunggu mas Shaka.'' Ucap Elena sambil berlari ke parkiran.
Sesampainya di resepsionis, dia langsung menanyakan keberadaan Shaka.
''Mba tuan Shaka ada.?'' Tanya Elena.
''Tuan Shaka sedang mengikuti rapat di perusahaan Neon nyonya.'' Jawabnya.
__ADS_1
''Apa.?''
''Maaf mba.'' ucap Elena karena hampir berteriak di depan resepsionis.
''Kalau begitu saya permisi. terima kasih.'' Elena kembali ke mobil dan mencoba menghubungi Ken.
''Ken, dua jam lagi acara Manse di mulai.''
''Bukankah jadwal rapat hari ini kosong.?''
''Ken boleh saya bicara dengan Shaka.?'' Elena ingin mengingatkan Shaka bahwa dia gak boleh mengingkari janjinya.
''Maaf nona, tuan Shaka sedang rapat.!''
''Ken tolong sampaikan padanya kalau dia harus datang.''
''Baik nona, akan saya sampaikan.''
Elena mengakhiri panggilannya dengan Ken. Dia berpikir akan kembali ke sekolah Manse tempat acara di adakan.
Tapi Elena berpikir Shaka akan mengingkari janjinya Hal ini tidak boleh terjadi. Dia memutuskan untuk pergi ke perusahaan Neon.
''Pak antar saya ke perusahaan Neon.''
Ken melihat arloji di tangannya. Ini sudah hampir 3 jam rapat tapi belum juga selesai. Dia ikut gelisah menunggu tuannya.
Di resepsionis Elena langsung menanyakan jadwal rapat Shaka.
''Halo mba, Rapat tuan Shaka dari Sanjaya Group selesai jam berapa.?''
''Selamat sore Bu, sebentar kita konfirmasi dulu ya.'' Sang resepsionis menelpon seseorang.
''Kemungkinan selesai sekitar 2 jam lagi Bu.''
''2 jam. Elena melihat arlojinya waktu mereka ke sekolah Manse tinggal 1 jam lagi. Ini akan sangat telat jika harus menunggu sampai rapatnya selesai.''
''baik mba. terima kasih.'' Elena menunggu di depan resepsionis.
Dia berpikir keras apa yang harus dia lakukan.
Ken yang membaca pesan itu langsung turun ke bawah menemui Elena.
''Nona.'' Suara Ken menyadarkan Elena.
''Ken bagaimana ini bisa terjadi, bukannya harusnya kamu menunda rapat ini.?''
''Kita butuh waktu sejam lagi ke sekolah Manse, sedangkan rapatnya selesai dalam dua jam.''
''Apa yang akan aku katakan pada Manse.?''
Elena menghujani Ken dengan pertanyaan kesalnya.
''Maaf nona, saya sudah mencoba menunda rapat ini tapi ini rapat mendadak dan harus segera di selesaikan nona.'' Jelas Ken.
''Ken aku harus bicara pada Shaka.''
''Aku sudah menghubungi beberapa kali tapi dia tidak mengangkat panggilannya. Beritahu Shaka aku harus bicara padanya.'' Elena memohon untuk bicara dengan Shaka.
Jika Shaka sudah rapat, dia akan lupa janjinya dengan Manse. Ini gak boleh terjadi.
Tidak masalah jika Shaka harus marah padanya karena menggangu rapatnya. Dia tidak peduli, dia hanya mau Shaka datang ke acara Manse.
''Nona saya akan mencoba berbicara dengan tuan.''
''Terima kasih Ken, kuharap aku tidak mendengar alasan lagi ''
''Baik nona.'' Jawab Ken lalu pergi meninggalkan Elena.
Elena menunggu dengan gelisah kabar dari Ken. Waktu begitu cepat berlalu sekarang.ereka hanya memiliki waktu 30 menit.
Jika dalam waktu 30 menit ini Shaka belum selesai rapat, maka Manse akan kecewa karena ayahnya tidak menepati janjinya.
Usia Manse yang masih sangat kecil butuh perhatian penuh, terutama soal menepati janji. Orang tua tidak bisa mengingkari janji yang di ucapkan pada anak.
__ADS_1
Hal itu membuat anak akan lebih mudah mengingat bahwa orang tuanya tidak menepati ucapannya.
Sebagai orang tua harus bisa mempertanggung jawabkan ucapannya pada anak.
Elena yang gelisah tiba-tiba di kejutkan kedatangan Shaka dan Ken. Dia pun akhirnya senang Shaka bisa keluar dari ruang rapat itu.
''Mas, kenapa baru keluar sekarang. Waktunya 20 menit lagi.'' Ucap Elena yang melihat Shaka mendekat.
''Maafkan aku, aku tidak bisa menghindari ini.''
''Ayok kita harus bergegas jangan sampai Manse menangis di atas panggung karena kamu tidak datang ''
Ken yang menyetir mobil, mereka menelusuri jalanan yang macet membuat Elena tidak berhenti untuk menyalahkan Shaka.
Shaka tidak bisa berucap apa-apa lagi, dia lebih memilih diam mendengar elena yang tidak berhenti mengoceh.
''Kamu cerewet banget sih. Aku juga nggak mau ini terjadi. Sekarang pikirkan caranya agar kita analisa sampai ke sana secepatnya.'' Ucap Shaka.
Ken membawa mereka melewati jalan pintas, 25 menit berlalu mereka baru sampai di sekolah Manse. Mereka terlambat 5 menit.
Mereka lalu masuk ke aula melihat Manse yang hanya berdiam diri tanpa mengikuti temannya yang sedang menari.
Elena memanggil Manse agar dia menari.
''Manse, menari lah.Lakukan yang terbaik untuk ayah.''
Melihat Keluarganya lengkap Manse pun tersenyum dan mulai menari mengikuti teman-temannya.
Kedatangan Shaka bukan hanya membuat Evan dan Hana kaget, tapi juga pak Mul.
''Ternyata nona Elena bisa membawa tuan Shaka ke sini.Semoga rumah tangga tuan dan nona selalu harmonis. Nona Elena bisa merubah tuan Shaka.''
Evan melihat ayahnya yang tersenyum melihat Manse di panggung.
''Apakah ayah akan bahagia juga jika aku yang sedang di atas panggung.?'' Ucap Evan pelan.
Dalam waktu dekat Evan akan melakukan konser di sebuah gedung. Tapi dia belum memberitahukan pada ayahnya soal itu.
Dia berencana akan .ajukan konser itu diam-diam, jika tidak Konser akan gagal karena dirinya tidak di perbolehkan hadir oleh ayahnya.
Acara Manse telah berakhir saatnya mereka kembali ke rumah.
Shaka sedang bersama Evan menunggu Manse keluar. Sedangkan Elena dan Hana sedang ke kamar mandi.
Hana keluar dari kamar mandi dan menunggu Elena di depan pintu masuk kamar mandi. Tiba-tiba ada yang menggangu Hana.
''Hana, apa yang kau lakukan di sini. Ngapain kamu di sini, harusnya kau tidak boleh datang ke sini.'' ucap salah satu dari tiga anak perempuan yang sebaya dengan Hana.
Dia mendorong Hana, membuat Hana hanya diam tanpa membalas.
''Anak-anak jangan lakukan itu, aku akan melaporkan kalian jika mengulanginya.'' ucap Elena sambil berjalan mendekati mereka.
''Apa yang salah dengan Hana.?''
''Jangan ikut campur bibi, silahkan pergi.'' jawab anak itu.
''Siapa ini Hana.?'' Tanyanya lagi.
''Dia.. dia.. dia ibuku.''
''Ibu mereka menggangguku.'' Hana mengadu pada Elena.
''Jangan mengganggu nya, kalian mau dilaporkan pada guru.?'' Ancam Elena.
Mendengar kata ibu membuat dia jadi grogi untuk memarahi anak-anak itu.
Mereka telah berkumpul bersama, Shaka menggendong Manse, Elena memegang tangan hana di ikuti Evan di samping Elena.
Shaka mengajak mereka pergi jalan-jalan di daerah kota , di sana ada aquarium besar jadi bisa melihat lumba-lumba.
Elena yang membawa kamera mengabadikan gambar kebersamaan Shaka dan anak-anaknya.
Ken yang di sana melihat kebersamaan itu ikut senang sesaat. tapi mengingat kakaknya dia kembali bersikap dingin.
__ADS_1
...****************...