
Shaka melihat Ken sedang berada di depan pintu kamar mandi. Melihat Elena yang tidak ada di ranjang sudah bisa di pastikan bahwa Elena ada di dalam kamar mandi.
Wajah Shaka berubah datar melihat kedekatan Ken dengan Elena.
Elena tidak bisa menunggu dirinya atau bisa saja minta bantuan perawat.
''Maaf tuan nona Elena sedang di kamar mandi.'' Ucap Ken.
''Aku tau.'' Jawab Shaka datar.
Ken tau perubahan raut wajah Shaka. Dia akhirnya memilih untuk ijin pulang aja.
''Maaf tuan , saya hanya ingin melihat keadaan nona. Sekarang saya akan pulang.''
''Lain kali sebaiknya jaga jarak dari Elena Ken.''
''Kami bisa saja meminta bantuan perawat alih-alih membawanya sendiri ke kamar mandi.'' Ucap Shaka.
Shaka memang sudah melihat selama ini gerak gerik Ken yang sepertinya menyukai istrinya.
Dia tidak ingin Elena semakin dekat dengannya sehingga Elena akan mengetahui perasaan Ken.
Ken merasa semakin patah hati melihat tuannya yang sudah mulai menaruh hati pada Elena. Ken sadar pernikahan mereka hanya di atas kontrak tapi akhir-akhir ini Shaka malah lebih perhatian pada Elena.
''Maaf tuan, saya hanya berniat membantu nona. Saya akan pulang sekarang tuan.''
''Permisi.''
Ken pamit pada Shaka. Dia lebih memilih keluar dari pada berada pada situasi canggung itu.
Shaka masih memasang wajah datarnya, dia berpikir apa sebaiknya dia menegur Elena atau membiarkannya.
Shaka sadar keadaan Elena yang masih belum sehat total membuatnya ragu untuk menegur Elena. Dia ingin Elena fokus dengan kesehatannya lebih dulu.
Shaka menarik nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.
Pintu kamar mandi dibuka. Elena keluar dari sana dengan memegang botol infus.
Mendengar suara pintu kamar mandi di buka, Shaka langsung menghampiri Elena. Membantu Elena menuju ranjang.
''Mas Ken kemana.? Tadi dia masih ada di sini.'' Tanya Elena.
Pertanyaan Elena kembali membuat wajah Shaka kembali datar. Setelah tadi dia sudah berusaha menetralkan perasaannya kini elena malah memulai percakapan yang tidak di sukai nya.
__ADS_1
''Ken sibuk, banyak pekerjaan jadi dia sudah pulang.'' Ucap Shaka singkat.
Elena mengangguk tanpa menanyakan lebih tentang Ken. Dia bisa melihat raut wajah Shaka yang terlihat kesal.
''Mas , kamu kok lama baliknya. Tadi antar anak-anak sampai mana.?''
''Aku antar sampai parkiran aja, tapi tadi ada kebetulan ketemu sama teman dari perusahaan kerjasama. Makanya kita ngobrol bentar.''
''Maaf kamu menunggu lama.'' Ucap Shaka.
''Nggak apa-apa mas.'' Jawab Elena tersenyum tipis.
''Rasanya aku udah sangat bosan di rumah sakit. Bisakah kita pulang saja.?'' Tanya Elena santai. Dia sudah bersandar di ranjangnya dengan nyaman. Ditemani Shaka duduk di kursi di dekatnya.
''Kamu baru beberapa hari di rawat, belum bisa pulang. Kamu harus benar-benar pulih baru bisa pulang. Aku nggak mau terjadi sesuatu yang nggak di inginkan di rumah.''
''Kalau tiba-tiba kamu merasa sakit gimana.?''
''Nggak bisa, kamu harus sehat dulu baru kita pulang dari rumah sakit.''
Ucap Shaka panjang lebar. Dia tidak ingin membawa Elena pulang dengan keadaan belum sehat total.
''Tapi aku bosan mas, aku nggak tau harus melakukan apa di sini. Berbaring terus membuat tubuhnya ku makin lemah.'' Pinta Elena.
''Mulai besok kita akan keluar dari ruangan ini untuk jalan-jalan di taman rumah sakit. Sekarang aku tidak bisa membawamu sudah sore tidak baik untuk kesehatanmu.'' Jawab Shaka.
Elena tiba-tiba teringat dengan seseorang yang di kejarnya. Dia mulai gelisah ingin cepat-cepat sehat kembali. Dia ingin mencari tahu tentang orang itu.
Elena yang masih berperang dengan pikirannya sendiri, di kejutkan oleh sentuhan lembut dari Shaka.
Shaka memegang tangan Elena sambil memanggil namanya.
''A.. ada apa mas.?'' Tanyanya sedikit gugup dan mencoba untuk menetralkan pikirannya.
''Kamu mikirin apa.?''
''Kamu marah karena nggak aku ijinkan pulang dari rumah sakit.? Aku hanya mikirin kesehatan kami Elena. Aku nggak mau kamu pulang sebelum sehat. Lagian dokter belum ada memberitahukan kapan kamu boleh pulang.'' Ucap Shaka yang merasa Elena kesal karena tidak bisa pulang ke rumah.
''Bu. Bukan begitu mas, aku ngerti mas mau menjaga kesehatan aku. Aku mau kok mas menunggu sampai pulih agar bisa pulang ke rumah.''
''Aku nggak marah kok sama mas.'' Jelas Elena tersenyum.
''Hmm.. Baiklah. Besok aku akan membawa kamu keluar supaya kamu nggak bosan.''
__ADS_1
''Makasih mas.''
''Tidak perlu, itu sudah tugasku sebagai suami.'' Tegas Shaka.
Elena yang mendengar ucapan Shaka merasa jantungnya berdegup kencang. Hari-harinya bersama Shaka sejauh ini sungguh harmonis. Walaupun mereka masih sering pisah ranjang dan belum pernah bersentuhan sekalipun.
Tapi Shaka tetap bersikap baik padanya, membuat Elena semakin nyaman berada di dekatnya.
Elena semakin merasa gelisah atas perasaannya sendiri pada Shaka. Dia tidak ingin menaruh hati pada Shaka.
Dia mengajak Shaka menikah bukan selamanya, justru sebaliknya hanya menikah kontrak. Dan dalam waktu dekat pernikahan itu akan berakhir.
Elena menahan perasaannya agar tidak tersakiti ketika pernikahan mereka berakhir.
Dia meyakinkan dirinya perbuatan baik dan perhatian Shaka padanya hanyalah bentuk tanggung jawabnya sebagai suami seperti diketahui orang-orang di luar sana.
Elena menarik nafas dalam-dalam. Dia harus menguatkan hatinya agar tidak terbawa perasaan atas perlakuan baik dari Shaka.
''Permisi Tuan dan nona, dokter ingin memeriksa kondisi nona Kirana.'' Seorang perawat dan dokter datang ke ruangan Elena.
''Silahkan dokter.'' Jawab Shaka sambil berdiri dari duduknya.
''Bagaimana perasaan anda sekarang Nona.? Apakah ada keluhan.?'' Tanya dokter sambil memeriksa Elena.
''Tidak ada dok. Aku hanya merasa masih lemas saja.'' Jawabnya.
''Itu normal nona, jangan terlalu di paksakan dulu untuk bergerak.''
''Tensi anda normal, suhu tubuh juga tidak panas.''
''Untuk bekas operasi apa anda merasa sakit atau perasaan tidak normal lainnya ?''
Dokter menanyakan kondisi Elena secara menyeluruh.
''Tidak dokter, aku hanya merasa tidak nyan sedikit, mungkin karena ini kali pertamanya untuk memiliki jahitan operasi.''
Dokter tersenyum.
''Syukurlah kalau nona tidak merasakan kendala lain.''
''Tuan, anda bisa membawa nona keluar untuk menghirup udara segar. Itu sangat bagus untuknya.Kondisi nona Elena saat ini sudah lebih baik. Kita akan lihat perkembangannya dalam 2 hari ini. Kalau memang kondisi semakin baik nona sudah bisa pulang ke rumah.'' Jelas dokter pada Shaka.
''Baik dokter, terima kasih. Saya memang berencana membawa dia untuk keluar besok.''
__ADS_1
''Baiklah saya akan memeriksa pasien lain, kalau ada keluhan silahkan langsung panggil saya.'' Ucap dokter lalu berlalu dari ruangan Elena Menuju ruangan pasien lain.
...****************...