
''Apa yang kamu lakukan di sini.?''Tanya Ken dingin yang melihat Mitha sedang di ruangan kakaknya.
''Aku sudah bilang padamu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.''Jawab Mitha cepat.
''Tidak ada yang ingin aku dengar, sekarang pergilah dari sini. Jangan pernah datang ke sini lagi.''Ken mengusir Mitha dari ruangan itu.
''Ken, tolong dengarkan aku.!'' Mitha berteriak karena Ken enggan untuk bicara dengannya.
''Aku dan Rony mengkhianati Shaka. Kecelakaan itu bukanlah salah Shaka, tapi salahku.'' Mitha mengakui dan menjelaskan kebenaran tentang kecelakaan yang menimpa dirinya dan Kakak Ken.
''Apa maksudmu mengkhianati tuan Shaka.?'' Tanya Ken melihat Mitha dengan emosi.
''Aku dan Rony memiliki hubungan di belakang Shaka. Hubungan pernikahan kami memang baik-baik saja, tapi kesibukan Shaka membuatku kesepian. Rony yang selalu ada di saat aku butuh.''
''Kami tahu apa yang kami perbuat salah, pada hari kejadian itu Rony ingin membawaku pergi keluar negeri agar bisa pisah dengan Shaka. Tapi aku menolak dan aku mencoba memutar setor mobil yang di kendarai Rony. Karena emosi yang tidak terkendali akhirnya aku tetap memaksa Rony berhenti tapi Rony tidak mendengarkan ku. Saat aku mencoba menghentikan mobil dengan merebut setir dari Rony, mobil yang kami kendarai akhirnya oleng ke jurang yang tinggi dan terjun ke sungai.''
''Aku di selamatkan oleh seseorang di desa. Setelah keadaanku pulih aku mencoba mencari tahu tentang keadaan Rony, aku akhirnya memutuskan untuk bersembunyi dari kota ini. Pada waktu itu aku tidak punya nyali untuk bertemu dengan Shaka apalagi mengetahui keadaan Rony seperti ini.''
''Aku yang salah Ken, bukan Shaka. Akulah penyebab kecelakaan itu. Aku pula lah yang menyebabkan Rony seperti ini.''
''Aku tidak akan kembali pada Shaka. Aku akan merawat Rony sampai pulih kembali.'' Mitha berbicara panjang lebar menjelaskan pada Ken kejadian yang sebenarnya.
Mitha tidak mampu menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia merasa bersalah pada Shaka dan Rony. Melihat keadaan Rony yang sampai saat ini belum ada perkembangannya.
Shaka yang di salahkan semua orang atas apa yang terjadi padanya. Sungguh Mitha merasa hancur karena dirinyalah penyebab semua orang yang di sayanginya hancur berantakan.
''Ken, maafkan aku. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku hanya ingin mengurus Rony. Ijinkan aku melakukan tugasku sampai dia pulih.'' Mitha memohon pada Ken.
Ken yang mendengar penjelasan Mitha pun meneteskan air mata. Perasaannya campur aduk, setelah sekian lamanya dia merasakan dendam pada orang yang tidak bersalah.
Ken merasa malu atas apa yang telah di rencanakannya untuk menghancurkan Shaka. Shaka akhirnya meninggalkan Mitha di ruangan kakaknya.
*
*
*
__ADS_1
''Ayok turun. Aku anggap aku tidak mendengar yang kamu ucapkan di taman.'' Shaka sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Elena.
Mau tidak mau Elena tidak berani melawan ucapan Shaka. Ada anak-anaknya di rumah. Elena tidak ingin jika anaknya melihat mereka bertengkar.
''Hai sayang, maafkan aku tidak bisa jemput kalian ke sekolah.'' Elena menyapa anak-anaknya yang sedang bermain di ruang tamu.
''Hai kak, tidak apa-apa kok, kata pak Mul Kakak sekarang kerja.''.Balas Evan.
Manse langsung berlari memeluk Elena, begitu juga dengan Hana yang cuek tapi tetap mendatangi Elena dan Elena pun memeluknya.
''Apa belajarnya hari ini lancar.? Ada yang ingin cerita tentang hari ini pada kakak dan ayah.?'' Tanya Elena pada anak-anaknya.
''Ayah, kak hana katanya sedang jatuh cinta.'' Ucap Manse yang mengadu pada ayahnya.
''Hah..? Emang Hana tahu artinya jatuh cinta.?'' Elena menimpali aduan Manse sambil tertawa.
''Di sekolah sedang ada seminar untuk tingkat SMA, salah satu pembicaranya adalah Suho Leader dari group Exo. Boyband dari Korea Selatan. Setelah melihatnya Hana langsung heboh dan katanya langsung jatuh cinta.'' Jelas Evan sambil geleng kepala.
''Ayah, kalau group Exo ada konser, bolehkah aku menontonnya.?'' Hana langsung berlalu memeluk Shaka.
''Ah.. kakak, jangan pakai syarat-syarat dong.''Hana merengek pada Elena.
''Syaratnya kalau Hana belajarnya rajin, nanti kalau ada konser Exo, ayah akan membawa kamu nonton konser. Sekarang ayok buat janji sama ayah.'' Hana kembali pada Shaka.
''Ayah janji.?'' Tanya Hana memastikan.
''Baiklah, ayah janji.''Jawab Shaka dan mereka membuat perjanjian kelingking.
Shaka melihat Elena dengan tatapan nanar. Bagaimana bisa Elena membuat janji dengan Hana, sedangkan dia akan pergi.
Walau Shaka berharap dia menarik ucapannya, tapi tetap saja tidak seharusnya dia membuat janji atas dirinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 21:10, Elena mengajak anak-anak untuk tidur karena besok harus kembali sekolah.
''Sayang sekarang sudah waktunya tidur, yuk kita beres-beres untuk istirahat.'' Elena mengajak mereka untuk bersiap untuk tidur.
Mereka masih tidur di kamar yang sama, memudahkan Elena agar tidak berduaan dengan Shaka. Elena berniat mulai besok akan membawa anak-anak kembali ke rumah utama.
__ADS_1
Shaka hendak masuk ke kamar tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama Amran memanggil.
Dia menjauh dari kamar Elena dan menerima panggilan Amran.
''Ada apa menghubungiku malam-malam begini.?'' Tanya Shaka tanpa basa basi pada Amran.
''Maaf tuan, saya hanya ingin memberitahukan bahwa Ken adalah adik Rony. Nyonya Mitha dan Rony diam-diam memiliki hubungan. Saat ini Rony sedang di rawat di rumah sakit. Ken mendekati anda hanya untuk balas dendam.'' Jelas Amran dari seberang telepon.
Amran telah menyelidiki Ken, dan menurut apa yang di dengarnya waktu itu bahwa Ken mendekati Shaka untuk balas dendam.
Betapa hancurnya hati Shaka mendengar kabar dari Amran. Mitha mengkhianatinya selama ini. Setelah kepergian Mitha Shaka benar-benar merasa kehilangan, dan sangat sulit untuknya bisa bertahan sampai saat ini.
Setelah dia mengikhlaskan Mitha dan membuka hatinya pada wanita yang baru, justru Mitha kembali muncul.
Munculnya Mitha membawa luka yang dalam untuknya. Di saat dia dan istrinya sedang berbahagia menjalani rumah tangga baru, justru dia muncul menghancurkan kebahagiaan itu.
''Ken, pantas saja dia selalu ke rumah sakit. Besok aku akan memastikannya langsung.''Ucap Shaka pada diri sendiri ingin menemui Rony di rumah sakit.
*
*
*
Malam berganti pagi, seperti biasa Shaka akan berangkat sekolah. Pagi ini Elena tidak menyiapkan pakaian kantornya. Dia bersiap sendiri seperti pertama kali menikah dengan Elena.
''Mas, aku nggak akan ke kantor. Aku akan mengantar anak-anak sekolah.''Ucap Elena yang melihat Shaka sudah keluar dari kamar.
''Lakukan sesukamu, itu adalah perusahaan kamu. Kamu yang menentukan kesuksesannya.''Jawab Shaka dingin.
''Aku akan berangkat lebih awal, ada rapat penting pagi ini. Sampai jumpa anak-anak.''Shaka pergi meninggalkan Elena dan anak-anaknya yang duduk di meja makan.
''Hati-hati mas.''Elena sedikit teriak karena punggung Shaka sudah tidak keliatan.
''Kita ke rumah sakit.''Perintah Shaka pada supirnya.
...****************...
__ADS_1