
''Mas aku nggak bisa dengan ini. Aku harap kamu segera menggantinya.'' Elena terkejut dan merasa tidak pantas menerima hadiah warisan dari paman Shaka.
''Aku nggak pantas mendapatkan ini dari paman. Lagian masih ada anak-anak mas.'' Elena berpikir anak Shaka lebih pantas dari dapa dirinya. ''Bagaimana kalau ..''
''Kalau apa.?'' Shaka memotong ucapan Elena.
''Aku sudah bilang, kita tidak akan pernah berpisah. Kita sudah membahas ini sayang. Aku pikir sejak awal paman memang sudah merasa yakin dengan kita. Aku justru lebih bersyukur paman meninggalkan ini untukmu.'' Shaka mencoba meyakinkan Elena.
''Sekarang kamu hanya perlu persiapkan diri untuk mulai bekerja di perusahaan paman. Aku tidak akan memaksa kamu, kalau kamu tidak ingin, biarkan Ken mengurus semuanya untukmu.'' Jelas Shaka.
Ken yang ikut mendengar namanya di sebut pun menoleh.
Tidak ingin mendengar pembicaraan Shaka dan Elena lebih lama. Ken memutuskan untuk keluar dari ruangan Shaka.
''Maaf tuan, bagaimana dengan pertemuan di restoran Xx.?'' Tanya Ken hendak menjauh dari pasangan itu.
Shaka melihat arloji di tangannya lalu melihat Elena yang juga sedang melihatnya.
''Mas kamu ada rapat. Aku tidak apa-apa, lagian sebentar lagi mau jemput anak-anak.'' Ucap Elena seolah menjawab tatapan Shaka.
''Ken aku tidak bisa ke sana. Aku harap kamu bisa mengurus semuanya.'' Titah Shaka tersenyum pada Ken tapi pandangannya ke Elena.
''Baik tuan, saya akan segera menghubungi tuan.''
''Permisi tuan, nona.'' Ken pamit meninggalkan ruangan Shaka.
Shaka dan Elena yang tinggal berdua di ruangan kini membuat Elena merasa canggung. Shaka yang sekarang lebih menunjukkan sisi romantisnya membuat Elena tersipu malu.
Saat ini posisi duduk Shaka sudah berpindah ke sebelah Elena.
''Sayang, aku harap kamu tidak menolak peninggalan paman ini. Anggap aja ini sebagai hadiah pernikahan kita dari paman. Kamu tidak harus mengurus ini sendiri. Aku akan mengurus semuanya untukmu.''
'' Mas, aku sudah memutuskan.''
''Aku akan menerima hadiah dari paman ini. Aku hanya merasa ini tidak adil untuk anak-anak.''
''Sayang, tidak ada yang tidak adil. Kamu adalah ibu mereka. Jadi kamu pantas menerimanya.'' Ucap Shaka tegas.
''Deg..''
Jantung Elena berdetak kencang, mendengar kata ibu dari Shaka. Tanpa sadar air matanya jatuh.
''Sayang...'' Shaka yang melihat Elena menangis pun langsung memeluknya.
__ADS_1
''Apa aku terlalu memaksamu.?'' Tanya Shaka masih memeluk Elena.
Elena menggelengkan kepalanya.
Elena melepas pelukannya.
''Mas, aku merasa aku adalah salah satu wanita yang beruntung di dunia ini. Aku bisa dipertemukan dengan kamu, anak-anak dan juga paman. Walau sebenarnya aku memulainya dengan cara yang tidak benar, tapi aku tetap bersyukur kamu bisa menerima aku.''
''Aku sudah memutuskan, aku menerima hadiah paman ini. Aku akan melakukannya.'' Ucap Elena tersenyum manis pada Shaka.
''Aku tahu, kamu pasti bisa melakukannya. Aku akan selalu ada untuk membantumu.''
Elena memutuskan akan menerima hadiah warisan dari paman Andy. Terlalu serius dengan Shaka sampai Elena tiba-tiba teringat dengan anak-anak.
''Mas, ini sudah jam pulang anak-anak, Ayok kita jemput mereka.'' Elena yang merasa sudah sedikit terlambat menjemput anak-anak di sekolah langsung bergegas berdiri dari duduknya.
''Kita sudah terlambat, ayok mas.'' Elena menarik tangan Shaka yang masih duduk.
Shaka pun mengikuti langkah Elena keluar dari ruangannya. Dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena merasa tingkah Elena sangat menggemaskan.
''Mas nyetir sendiri.?'' Tanya Elena melihat Shaka yang mempersilahkannya masuk ke sebelah kemudi.
''Hmm. Setelah jemput anak-anak, kita akan makan siang bersama.'' Ucap Shaka.
Selama perjalanan menuju ke sekolah anak-anak, Shaka dan Elena tidak banyak bicara.
Hatinya selalu berdebar setiap melihat Shaka memperlakukannya sebagai istri yang sangat dicintainya.
'' Ayah...''
Manse yang menunggu di depan pintu masuk pun langsung teriak dan berlalu setelah melihat Shaka dan Elena berjalan mendekat.
''Manse, hati-hati.'' Teriak Shaka.
Shaka langsung memeluk Manse yang berlari ke arahnya.
''Mas , Evan dan Hana belum keluar. Sebaiknya kita menunggu di sana aja.''
Elena yang sudah terbiasa menjemput Anak-anak sudah tahu bahwa Manse selalu yang lebih dulu keluar.
Elena mengajak Shaka dan Manse menunggu di kursi yang ada di taman dekat pintu masuk sekolah anak-anak.
''Sayang apa kamu selalu menunggu mereka di sini?'' Tanya Shaka yang penasaran karena sepertinya Elena sudah biasa menunggu di sini.
__ADS_1
''Iya mas, Manse selalu lebih dulu pulang dari pada kakaknya, makanya kami menunggu di sini.''
''Terima kasih sudah setulus ini sama mereka.'' Ucap Shaka sambil memeluk Elena dengan tangan kanannya.
...***...
''Saya menuju ke restoran Xx. Kita Ketu di sana aja.'' Ken memutuskan panggilannya.
Ken dan asisten tuan Andy sudah menuju restoran Xx, untuk bertemu dengan seseorang yang di duga menyebabkan serangan jantung tuan Andy yang parah.
Sesampainya di restoran Ken dan asisten tuan Andy masuk bersamaan ke dalam restoran.
Pandangan Ken mengarah pada sebuah meja yang sudah di duduki oleh seseorang.
Ken dan asisten tuan Andy berjalan mendekat.
''Permisi no...'' Ucapan Ken terputus karena betapa terkejutnya Ken melihat wanita yang di depannya.
''Nyonya...'' Ucap asisten Andy menyapa wanita itu. Dia juga ikut terkejut dan tidak menyangka melihat wanita itu di depannya.
''Bagaimana anda bisa ada di sini..?'' Tanya Ken dingin penuh amarah.
''Ken.. aku..'' Ucapan Mitha terhenti.
Ya wanita yang sedang di temui Ken dan asisten Andy adalah Mitha , istri pertama Shaka.
''Kenapa anda tidak bisa bicara?. Bukankah anda sudah menyiapkan semuanya dengan Matang makanya anda menampakan diri sekarang.?''
''Apa tujuan anda sekarang. Setelah sekian tahun anda bersembunyi. Kenapa sekarang berani muncul.?''
''Bagaimana dengan kecelakaan itu.?''
''Apakah anda tahu keadaan kakak saya sekarang bagaimana.?''
Ken menghujani Mitha dengan berbagai pertanyaan. Mengingat kakaknya yang lumpuh di rumah sakit. Dia merasa sangat kecewa pada Mitha.
Tujuan dia bekerja untuk Ken adalah untuk mencari tahu kecelakaan yang menyebabkan kakaknya lumpuh.
Ken berencana akan menghancurkan Shaka sama seperti hidup kakaknya yang hancur.
''Saya senang anda akhirnya menampakkan diri. Saya akan melaporkan tuan Shaka pada pihak kepolisian atas kecelakaan yang di alami kakak saya. Saya ingin tuan Shaka mengalami kehancuran seperti yang di alami kakak saya.''
''Saya sudah cukup sabar menunggu sampai hari ini. Akhirnya saya punya saksi yang kuat untuk melakukan itu.''
__ADS_1
''Ken...'' Tegur asisten tuan Andy.
''Apakah kamu lupa tujuan kita ke sini.?'' Tanyanya pada Ken. Dia mengingatkan bahwa tujuan mereka adalah untuk menyelidiki siapa penyebab tuan Andy kena serangan jantung.