Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Kesabaran Shaka kembali di Uji


__ADS_3

''Halo kakek...'' Evan, Hana dan Manse menyapa kakeknya yang sedang duduk di sofa menonton sinetron kesukaan kakeknya.


''Anak siapa itu.?'' Ayah Elena heran mendengar suara anak-anak itu , dia belum menyadari bahwa dirinyalah yang di panggil mereka.


''Ayah. Bagaimana keadaan Ayah.?'' Shaka ikut menyapa ayah mertuanya.


''Oh ya ampun, ternyata cucuku..'' Ucap ayah Elena memeluk ketiga cucunya.


''Wah, kalian semakin cantik dan ganteng aja. Apa kalian merindukan kakek?'' Ayah Elena begitu terharu dan bahagia melihat kedatangan anak , menantu dan cucunya.


Anak-anak tiri Elena sangat baik. Mereka masih sangat kecil tapi hatinya sangat baik dan sopan, dengan cepat bisa menerima kehadiran ibu tirinya. Ayah Elena merasa tenang, hidup Elena sudah lebih baik sekarang.


''Ayah, anak-anak ingin makan bersama dengan ayah.'' Ucap Shaka membuat ayah mertuanya tersenyum penuh bahagia.


''Aku mau disuapin kakek.'' Ucap Manse yang manja pada kakeknya.


''Manse, tapi kakek harus makan juga. Kamu makan sendiri ya.'' Shaka melarang Manse disuapin kakeknya.


''Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya. Baiklah nak, ayok mendekat kakek akan menyuapi mu.''


Elena menyiapkan hidangan makanan yang mereka bawa untuk mereka makan.


Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya, melihat kebersamaan mereka.


''Ya Tuhan, kumohon kebersamaan ini jangan cepat berlalu.'' Ucap Elena dalam hati.


*


*


*


''Bagaimana kamu bisa bertemu dengannya.?'' Tanya Randy pada Ken yang hampir meninggalkannya.


''Aku akan mengirim kontak dan alamatnya, Secepatnya segera bawa dia kembali.'' Ucap Ken lalu pergi meninggalkan Randy.


Bagai tersambar petir. Perasaan Randy campur aduk mendengar kabar tentang adik perempuannya. Banyak pertanyaan yang ingin dia tau jawabannya.


Bagaimana bisa dia lalai dalam mencari keberadaan adiknya. Dia sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mencari adiknya tapi sampai saat ini dia tidak menemukannya.


Sedangkan Shaka bisa dalam sekejap menemukannya.


''Dimana kamu sembunyi. Kenapa baru muncul sekarang. Dan apa yang kamu lakukan sampai di tuduh membunuh paman Andy?'' Randy berbicara dengan dirinya sendiri.


Randy langsung berdiri dan pergi menuju alamat yang di kirimkan oleh Ken.


*


*


Ken memutuskan ke rumah sakit menemui kakaknya. Dia belum menghubungi Shaka terkait orang yang di temuinya.


''Kak, Istri tuan Shaka telah kembali dengan selamat. Bagaimana dengan kakak yang masih terbaring di sini. Harusnya Kakak seperti dia, kembali tanpa kurang satu apapun. Bagaimana bisa Kaka masih saja seperti ini.?''

__ADS_1


''Aku akan membuat dia mengakui bahwa Shaka yang menyebabkan kecelakaan itu. Aku ingin Shaka masuk penjara atas apa yang dilakukan pada kakak.''


Ken berbicara pada kakaknya. Walau sebenarnya dia tahu bahwa kakaknya tidak bisa menjawabnya tapi dia sadar bahwa memori kakaknya pasti bisa mendengar dan mengingatnya nanti.


Ken yang merasa frustasi atas apa yang sedang terjadi pun akhirnya dia membisu.


Dia keluar dari ruangan kakaknya lalu berjalan lunglai di koridor rumah sakit.


''Ken...!''


Ken mendengar namanya di panggil, dia melihat ke arah suara.


''Nona.''


''Ada apa denganmu Ken, apa kamu sedang sakit.?'' Tanya Elena yang melihat Ken tidak seperti biasanya.


''Apa yang harus saya lakukan nona.?'' Ken bertanya pada Elena, membuat Elena semakin menunjukkan kekuatiran.


''Ada masalah apa Ken. Apakah kakakmu baik-baik saja.?'' Tanya Elena penasaran.


''Ckck...! Bagaimana bisa baik-baik saja nona, membuka matanya aja belum sampai saat ini.'' Ken berdecak menjawab pertanyaan Elena.


''Nona saya ingin mengatakan sesuatu. Sebaiknya ikut saya ke ruangan kakak saya.''


''Nona, Istri tuan Shaka telah kembali.'' Ucap Ken pada Elena.


Elena yang mendengar ucapan Ken langsung lemas, dan hampir terjatuh. Ken langsung menangkap dan hampir memeluk Elena.


''Nona, silahkan duduk di sini.'' Ken membawa Elena ke sofa yang ada di ruangan kakaknya.


Baru saja dia dan Shaka menjalani kehidupan normal, tapi bagaimana bisa dia kembali sekarang.


''Ken, jadi orang yang saya lihat di rumah sakit pada waktu itu adalah benar. Aku melihatnya tapi aku kehilangan jejaknya pada saat itu. Apa yang harus aku lakukan.?'' Elena meneteskan air mata.


''Nona pasti tahu apa yang harus nona lakukan. Aku akan selalu ada bersama nona. Aku siap menjadi sandaran nona.'' Ken mencoba untuk menenangkan Elena dengan menawarkan diri sebagai sandaran Elena.


Tanpa Ken sadari dirinya sedang berusaha untuk mengambil hati Elena.


''Ken, aku ingin menemuinya.'' Ucap Elena setelah meyakinkan dirinya.


''Nona, untuk apa nona menemuinya. Lebih baik nona tidak usah menemuinya, itu akan lebih menyakitkan untuk anda nona.'' Tutur Ken.


''Tidak Ken, aku akan menemuinya. Tolong atur jadwalnya agar aku bisa bertemu dengannya.'' Paksa Elena.


''Tolong rahasiakan pertemuanku dengannya dari mas Shaka.


*


*


*


Di dalam ruangan ayah Elena, anak anaknya masih asyik bermain dengan kakeknya. Berbeda dengan Shaka yang gelisah menunggu Elena yang tak kunjung datang.

__ADS_1


Biasanya ketika bertemu konsultasi dengan dokter, tidak akan menghabiskan waktu selama ini.


Shaka bertanya -tanya, apa ada masalah yang serius pada ayah mertuanya sampai Elena belum kembali saat ini.


15 menit berlalu Elena belum juga kembali. Shaka akhirnya memutuskan untuk menyusul Elena ke ruangan dokter.


''Permisi dokter, Apa istri saya sudah selesai konsultasi?.'' Tanya Shaka pada dokter ayah mertuanya yang sedang sibuk berkutat di monitor yang ada di depannya.


''Maaf tuan, saya belum bertemu dengan Elena.'' Jawab dokter yang terkejut dengan pertanyaan Shaka.


''Ah benarkah. Kalau begitu biar saya aja.'' Ucap Shaka dengan raut wajah sedikit gelisah.


''Baik, silahkan duduk tuan.'' Dokter mempersilahkan Shaka duduk.


''Bagaimana kondisi ayah mertua saya dokter. Saya melihat kondisi beliau saat ini baik-baik saja. Dan saat ini masih kuat bermain dengan anak-anak.''


''Beliau langsung mengenali ketika kami datang berkunjung.'' Tanya Shaka.


''Benar pak, keadaan beliau untuk saat ini sudah lebih baik. Beberapa hari terakhir ini keadaan beliau sudah semakin baik. Beliau saat ini bisa di kategorikan sudah bisa pulang ke rumah. Semua keadaan beliau sudah stabil. Sebaiknya tuan tanyakan pada beliau apa ingin pulang atau akan tetap di rawat di sini. ''


''Kami tidak akan memaksa jika pasien ingin pulang, kami akan memberikan ijin terlebih kondisi beliau sudah lebih baik. Kami akan tetap memberikan jadwal kontrol pada beliau.'' Jelas dokter.


''Baik dokter, saya akan diskusikan dengan ayah dan istri saya dulu. Kalau begitu saya permisi dok. Terima kasih sudah menjaga dan merawat ayah mertua saya dengan sangat baik.'' Shaka pamit keluar dari ruangan dokter.


''Sama-sama pak. Sudah menjadi tugas saya.'' Balas dokter dengan ramah.


Ketika keluar dari ruangan dokter Shaka bertanya -tanya soal keberadaan istrinya. Shaka memutuskan kembali ke ruangan ayah mertuanya. Siapa tau Elena sudah kembali.


*


*


*


Setelah berbincang cukup lama dengan Ken, Elena akhirnya memutuskan untuk kembali dan pergi menemui dokter.


Dia sampai lupa tujuannya harusnya bertemu dokter, belum menemui dokter, dia justru di ruangan Kakak Ken.


''Aku harap kamu segera membuat janji temu dengannya. Aku harus menemuinya secepatnya.


''Aku akan kembali ke ruangan ayah, kuharap Kakak kamu bisa segera pulih.'' Elena keluar dari ruangan Kakak Ken.


Ken masih belum yakin kalau Elena sanggup menemui istri Shaka. Dia mengikuti Elena sampai di depan pintu ruangan kakaknya.


''Nona..!'' Tiba-tiba Ken memanggil Elena.


Elena yang dipanggil langsung menoleh ke belakang dengan cepat. Kecepatan badannya tidak sebanding dengan kakinya ketika menoleh ke belakang. Dia kesandung kaki sebelahnya.


Ken dengan sigap menangkap Elena, dan Elena membentur dada bidang Ken. Posisi mereka seperti pasangan yang sedang berpelukan. Jika ada yang melihatnya mungkin akan salah paham atas apa yang mereka alami.


...****************...


Posisi siapa yang lebih kuat sekarang. Elena istri kedua atau Lusi istri pertama dan mempunyai 3 orang anak.

__ADS_1


IKUTIN TERUS KISAH ELENA DAN SHAKA YA. !!


__ADS_2