Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Shaka Membuka hati


__ADS_3

Ken asisten yang sangat bertanggung jawab dalam semua tugasnya. Dia memilih bekerja dengan shaka karena ingin membalaskan dendam karena Shaka membuat kakaknya lumpuh sampai sekarang.


Walau tujuan sebenarnya bekerja dengan Shaka untuk balas dendam tapi,dia tidak pernah membahayakan Shaka. Hanya saja dia belum mendapatkan titik terang dari masalah kakaknya.


Sehingga belum bisa membuat keputusan apa yang harus di lakukan nya.


Ken adalah orang yang sangat teliti, dia tidak mau bertindak sebelum kebenaran terungkap.


Titik terang dari kecelakaan itu satu persatu mulai terungkap. Hal paling mengejutkan ada pada pencatatan orang meninggal.


Istri Shaka yang meninggal ternyata selama ini di laporkan menghilang bukan meninggal. Ken semakin penasaran, dia berpikir istri Shaka masih hidup.


Dia mengutus seseorang untuk mencari tau lebih dalam tentang informasi keberadaan istri Shaka.


Mendengar berita itu Ken ingin segera bertemu dengan seorang perawat yang rela mengurus kakaknya.


Dia ke rumah sakit untuk meminta perawat menghubunginya kalau relawan itu datang kembali ke ruangan kakaknya.


...***...


Setelah beberapa hari lalu Elena membawa Shaka menghadiri acara pertunjukan Manse. Hari ini Elena akan membawa Shaka untuk menonton konser Evan.


Elena tidak memberitahukan bahwa ini adalah konser Evan, dia hanya mengajak Shaka keluar menonton konser.


Elena sudah meminta pak Mul membawa Manse dan Hana lebih dulu. sedangan Elena ke kantor untuk menjemput Shaka.


''Selamat sore nyonya.'' Sapaan security.


''Pak saya mau ketemu tuan Shaka.'' Ucap Elena.


Security sudah mengetahui bahwa Elena adalah istri bos nya. Dia hanya mau menyapa Elena tapi tidak di sangka Elena bertindak seolah-olah dia adalah tamu di perusahaan.


''Silahkan nyonya, tuan Shaka ada di ruangannya.'' Ucap security.


Resepsionis yang melihat kedatangan Elena pun langsung mempersilahkan Elena naik ke ruangan Shaka.


Elena melihat si pemilik meja tapi tidak ada. Sekretaris Shaka sedang tidak ada, dia langsung masuk ke ruangan Shaka.


''Mas, aku..'' Ucapan Elena menggantung.


Lagi-lagi dia selalu datang di waktu yang tidak tepat. Kali ini Shaka kedatangan tamu seorang wanita yang terlihat lebih tua sedikit dari Elena.


Elena yang melihat itu memilih pamit menunggu di luar.


''Maaf mas, aku akan menunggu di luar. Silahkan lanjutkan rapat kalian.'' Ucap Elena memegang gagang pintu hendak keluar.


''Nggak apa-apa, tunggu di dalam aja. Kami udah mau selesai.'' Larang Shaka.


Elena tetap merasa dia akan mengganggu, dia tetap ingin menunggu di luar.


''Nggak apa-apa mas, kebetulan juga aku ada perlu dengan Ken.'' Ken adalah satu-satunya alasan untuk Elena.

__ADS_1


Elena keluar dan Shaka melanjutkan rapatnya.


Elena menunggu di meja sekretaris Shaka. Sebelumnya orangnya tidak ada saat ini sudah ada.


''Halo Nona, apa kabar.?''


''Maaf nona, tadi saya lagi ada di kamar mandi, jadi nggak liat nona datang.''


''Kabar baik. Aku belum sempat bicara pada Shaka. Dia sedang ada tamu.'' Ucapnya pelan.


''Tamu tuan Shaka Itu dari perusahaan Neon nona.''


''Perusahaan Neon.?'' Ucap Elena pelan.


Perusahaan sebesar itu di pimpin oleh wanita, wah dia sungguh wanita yang luar biasa. Elena berucap dalam hati.


30 menit menunggu Elena sudah mulai bosan. Dia ingin pergi jalan keliling di perusahaan Shaka.


''Aku akan keliling sebentar.'' Elena pun pergi meninggalkan sekretaris Shaka.


Elena berkeliling di perusahaan shaka. Dia sangat mengangumi semua yang ada di perusahaan ini. Bangunan yang sungguh megah.


Betapa hebatnya Shaka muda bisa membangun perusahaan sebesar ini.


Elena melihat arloji di tangannya sudah 1 jam dia menunggu Shaka selesai rapat.


''Kamu tau aku menunggu, sampai 1 jam berlalu.''


''Apa sebaiknya aku telepon aja kali ya.?''


Elena mengambil ponsel dari tasnya hendak menghubungi Shaka.


Ponsel yang di pegang berdering Shaka menelpon.


''Halo mas, apa masih lama?''


''Baik mas, aku akan segera ke sana.''


Shaka menelpon, rapatnya sudah selesai. Elena bergegas menuju ruangan Shaka.


''Mas,''


Shaka yang melihat Elena pun berjalan menuju sofa. Dia mengajak Elena duduk di sofa.


''Maaf seharusnya aku menelpon dulu jika ingin ke sini.''


''Kamu selalu ada tamu ketika aku ke sini.'' Ucap Elena.


''Aku sudah memintamu menunggu di dalam. Kamu yang keras kepala untuk menunggu di luar.'' Jawab Shaka.


''Mas kamu masih ada jadwal lain.?'' Tanya Elena

__ADS_1


''Hmm.. seperti nggak ada lagi. Ada apa.?''


''Aku mau ngajakin kamu nonton konser.''


''Aku harap mas nggak akan nolak.'' Ucap Elena.


''Apa kamu yakin kita akan nonton konser. Kamu nggak akan lari dari orang yang akan melakukan wawancara denganmu kan.?'' Tanya Shaka meyakinkan.


''Iya mas nonton konser. Kita nggak akan ketemu wartawan mas, Konsernya tertutup dan tiket nya juga di batasi.'' Jelas Elena.


''Ya sudah kalau begitu.'' Shaka Menuruti keinginan Elena menonton konser Evan.


''Ayok mas, kita harus pergi sekarang.'' Ajak Elena sambil berdiri.


Shaka yang melihat itu pun ikut berdiri langsung mengambil jasnya, lalu berjalan keluar ruangan Shaka bersama Elena menuju ke lantai satu.


Mobil yang di bawa Shaka menelusuri jalanan, menuju tempat konser diadakan.


Shaka tidak tau kalau konser ini adalah konser anaknya Evan. Elena membawanya tanpa memberitahu konser Evan.


Elena ingin memberikan support pada Evan bahwa keluarganya ada pada saat dia melakukan konser.


Sesampainya di gedung Shaka terkejut melihat foto Evan ada di sana.


''Elena, ada apa ini.?''


''Mas , ini adalah konser pertama Evan. Aku ingin memberi kejutan padanya dengan kehadiran ayah dan adik-adiknya.'' Ucap Elena.


Shaka masih belum menerima semua ini, dia akan kembali mengingat istrinya yang begitu menyukai musik.


Shaka sadar bakat Evan menurun dari ibunya.


''Mas.'' Ucap Elena pelan.


Melihat Elena yang memasang ekspresi memohon Shaka pun akhirnya melangkahkan kakinya mengikuti Elena masuk ke gedung konser itu.


Evan sudah menyanyikan beberapa lagu. Sampai pada akhirnya Evan melihat keberadaan ayahnya di sana.


Dia sempat kwatir tapi Elena memberikan dukungan padanya sehingga dia bisa fokus melanjutkan lagunya.


Elena melihat ada aura kagum di wajah Shaka, hanya saja Shaka belum berani memberikan dukungan penuh pada Evan.


Elena sudah mencari tau bahwa mantan istri Shaka memiliki bakat yang sama dengan Evan, sehingga dia tidak ingin Evan melakukan hal yang sama.


Shaka takut jika suatu saat Evan juga akan meninggalkannya.


Elena merasa bahagia bisa membawa Shaka ke konser pertama Evan. Ini adalah bukti bahwa dia bisa mengubah Shaka untuk lebih terbuka dengan perasaannya.


Konser pun tiba di penghujung acara. Evan menyanyikan sebuah lagu yang di persembahkan untuk ayahnya.


Hal itu membuat Shaka semakin terharu tak karuan, mendengar setiap lirik dari lagunya membuat Shaka meneteskan air mata.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2