
Shaka yang sudah di rumah sakit, tanpa bertanya langsung menuju ruang inap Rony. Dia tahu persis karena sudah berkali-kali bertemu dengan Ken di dekat sana.
Dia masuk tanpa mengetuk pintu. Shaka terkejut dengan sambutan yang di terimanya.
''Ken kamu sudah..'' Ucapan Mitha menggantung karena terkejut melihat siapa yang datang.
''Apa yang kamu lakukan di sini.?'' Tanya Shaka pada Mitha.
Shaka langsung memastikan siapa pasien yang sedang terbaring di ranjang itu. Mitha tampak sedang membersihkannya.
''Rony..!''
''Ada apa ini. Bagaimana kamu bisa merawat Rony. Dan kenapa Rony bisa seperti ini.?'' Tanya Shaka marah.
''Mas, aku minta maaf.'' Balas Mitha ketakutan.
''Maaf, maaf, maaf yang selalu kamu ucapkan.''Shaka marah.
''Aku tidak perduli dengan air matamu itu Mitha. Yang aku inginkan apa yang sebenarnya kamu lakukan.?'' Seolah Shaka tidak ingin luluh dengan air mata Mitha yang sudah membasahi pipinya.
''Sekarang jawab pertanyaanku.!''
''Kamu selingkuh di belakangku dengan Rony.?''
Mitha mengangguk, membuat Shaka tidak habis pikir.
''Apa selama ini kamu tahu keberadaan Rony di sini.?''
Lagi-lagi Mitha mengangguk, membuat Shaka semakin marah pada Mitha.
''Apa penyebab kecelakaan itu bisa terjadi.?''
''Pada hari kejadian itu Rony ingin membawaku pergi keluar negeri agar bisa pisah dengan kamu. Tapi aku menolak dan aku mencoba memutar setir mobil yang di kendarai Rony. Karena emosi yang tidak terkendali akhirnya aku tetap memaksa Rony berhenti tapi Rony tidak mendengarkan ku. Saat aku mencoba menghentikan mobil dengan merebut setir dari Rony, mobil yang kami kendarai akhirnya oleng ke jurang yang tinggi dan terjun ke sungai.''
''Aku di selamatkan oleh seseorang di desa. Setelah keadaanku pulih aku mencoba mencari tahu tentang keadaan Rony, aku akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di desa itu. Pada waktu itu aku hanya berpikir tentang keadaan Rony.''
''Aku memutuskan untuk merawatnya, dan akhirnya aku kembali ke pinggir kota ini. Aku minta maaf, aku tahu aku salah. Tapi hanya itu yang bisa ku katakan padamu mas.'' Mitha mengakui apa yang sebenarnya terjadi pada Shaka.
''Kamu sungguh kejam Mitha. Aku nggak menyangka kamu bisa Setega itu padaku dan anak-anak. Kamu lebih memilih laki-laki lain dari pada menyelamatkan rumah tanggamu.''
''Sejak kepergian mu aku sudah mengikhlaskan dirimu dan sekarang aku sudah membuka hatiku kembali dengan wanita lain.''
''Sekarang kembalilah sebagai kekasih untuk Rony. Aku tidak bisa memberimu kesempatan lagi.''
''Semoga kekasihmu segera pulih.'' Setelah mengatakan itu Shaka pergi meninggalkan Mitha.
Mitha menangis histeris karena merasa sangat hina di hadapan Shaka. Sungguh dia tidak menyangka dia akan melihat Shaka bertemu dengan Rony.
''Kita ke makam paman.'' Setelah pulang dari rumah sakit, Shaka tidak langsung ke kantor. Dia ingin mengunjungi makam pamannya.
__ADS_1
Setelah hampir 1 jam menelusuri jalanan akhirnya Shaka sampai di makam pamannya. Dia ingin menenangkan diri di sini. Tidak lagi bertemu Elena, karena Shaka takut Elena akan mengatakan akan pergi meninggalkannya.
Di makan pamannya Shaka tidak melakukan apapun. Dia juga tidak berbicara. Dia hanya diam dan merenungi apa yang telah terjadi.
Setelah 2 jam Shaka hanya berdiam di makan pamannya. Dia akhirnya memutuskan untuk pulang.
''Hubungi Elena untuk tidak menjemput anak-anak. Kita akan menjemput mereka.''Perintah Shaka membuat supirnya heran. Biasanya dia akan sangat senang berbicara dengan istrinya tapi kali ini dia bahkan tidak ingin bicara dengannya.
''Tuan, ponsel saya ketinggalan di rumah. Saya akan menghubungi nona dengan ponsel tuan.'' Supir Shaka berbohong karena ingin membuat Shaka tidak jadi menyuruhnya menghubungi Elena.
Shaka mengambil ponselnya dari saku jasnya dan memberikannya pada supirnya.
Ide brilian muncul lagi dari sang supir. Dia tidak menghubungi Elena, melainkan mengirimkan pesan.
''Sayang, siang ini kamu tidak usah jemput anak-anak. Aku akan menjemput mereka.''
Tidak lupa dia menyematkan kata sayang, karena Shaka memanggil istrinya dengan panggilan itu.
''Sudah tuan, aku sudah mengirimkan pesan pada nona.'' Supir mengembalikan ponsel Shaka.
Lima menit berlalu belum ada balasan dari Elena dapat di ketahui dari ponsel Shaka yang tidak ada dering pemberitahuan.
Sepuluh menit berlalu ponsel Shaka berdering. Shaka yang mencoba istirahat sejenak di mobil pun langsung menerima panggilan masuk tanpa melihat nama yang menghubungi nya.
''Mas..''
Suara ini ucapnya dalam hati. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat nama yang menghubunginya.
''Kamu yakin jemput anak-anak. Bukannya kamu sibuk di kantor. Biar aku aja yang jemput mereka. Lagian aku seharian di rumah terus bosan.''Ucap Elena membuat Shaka seolah luluh hatinya.
''Aku sudah selesai, aku akan menjemput mereka. Lagi pula aku harus membagi waktu untuk menjemput mereka, kelak jika kamu pergi aku sudah bisa melakukannya.''Ucap Shaka dingin membuat Elena sedih.
''Aku akan menjemput mereka, kamu istirahat aja.'' Shaka memutuskan panggilannya.
''Maafkan aku mas.'' Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Elena. Dia merasa sedih dengan apa yang dikatakan Shaka.
*
*
''Ayah, jemput kami lagi, kak Elena kemana.?'' Tanya Evan yang penasaran karena tidak melihat ibu tirinya. Biasanya kalau ayahnya jemput, ibu tirinya pasti ikut.
''Kita akan makan di luar. Elena lagi istirahat di rumah. Hari ini ayah ingin menghabiskan waktu bersama kalian.'' Ucap Shaka menjadi rasa penasaran Evan.
Shaka sudah membawa anak-anak nya makan di sebuah restoran mewah. Setelah selai makan, Hana dan Manse sibuk dengan permainan masing-masing. Sedangkan Evan sedang berbicara dengan ayahnya.
''Evan, ada yang ingin ayah bicarakan denganmu.'' Ucap Shaka mengajak Evan bicara serius.
''Ada apa ayah.?'' Tanya Evan.
__ADS_1
''Ibu kalian telah kembali.!''Ucap Shaka dengan hati-hati.
''Apa maksud ayah.? Ibu kan sudah pergi untuk selamanya.'' Evan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
''Ada kesalahan waktu itu, ibu kalian selamat dan sekarang sudah kembali ke kota ini. Sekarang dia lagi di rumah paman Randy.''
''Kenapa ibu nggak pulang ke rumah. Kenapa ke rumah paman.?'' Tanya Evan walau masih syok atas kabar yang di dengarnya.
Hatinya campur aduk sedih dan bahagia. Mengingat ayahnya sudah memiliki istri baru dan mereka sudah menyanyangi istri kedua ayahnya.
''Ibu kalian membuat ayah kecewa. Ayah tidak bisa membawanya kembali ke rumah. Ayah minta maaf.''
''Ayah ingin kamu tahu, bahwa ayah sudah mengikhlaskan kepergian ibumu setelah ayah membawa ibu Elena ke rumah. Ayah tidak bisa meninggalkan ibu Elena. Maafkan ayah.'' Shaka mengakui pada Evan bahwa dia mencintai Elena dengan tulus.
''Kenapa ayah kecewa sama ibu.?'' Evan masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
''Cukup ayah yang tahu sayang. Ayah hanya ingin kamu tahu bahwa ayah tidak bisa membawanya kembali ke rumah. Cukup ayah yang kecewa, kalian tidak boleh kecewa padanya.''
'' Kalian akan segera bertemu dengan ibu kalian. Ayah janji akan membawa kalian bertemu dengannya. Ayah harap kamu bisa mengerti situasi ibu kalian kenapa bisa kembali sekarang.''
''Apa kamu mengerti apa yang ayah katakan.?'' Shaka memastikan bahwa Evan bisa menerima apa yang dia katakan dengan baik.
''Hm.. Aku mengerti ayah. Kami juga menyayangi Kak Elena. Kami akan lebih baik lagi pada Kakak.'' Ucap Evan pada ayahnya.
Shaka langsung memeluk Evan karena kedewasaan Evan membuatnya kagum.
''Makasih nak.'' Ucap Shaka lalu mengelus kepala Evan.
''Hana, Manse ayok habiskan minumannya kita akan pulang sekarang.''Shaka menuju meja kasir untuk membayar makanan mereka.
Setelah semuanya selesai mereka kembali ke rumah. Kalau Elena meminta Shaka untuk membawa anaknya ke rumah utama dia tidak mendengarkannya, dia tetap pulang ke rumah Elena.
''Kalian sudah pulang, kok tumben lama.?'' Tanya Elena karena sekarang sudah jam 3 sore mereka baru sampai di rumah.
''Mas,'' Sapa Elena yang melihat Shaka ikut masuk ke rumah.
Shaka mencium kening Elena. Membuat Elena terkagum. Dia sudah merindukan sentuhan kecil Shaka walau baru 2 hari Shaka bersikap dingin padanya.
''Ayok anak-anak, sekarang kalian bersih-bersih ya. Istirahat lah sebentar di kamar, aku akan membangunkan kalian setelah waktunya mandi sore.
Evan, Hana dan Manse pun ke kamar untuk istirahat tidur siang. Beda dengan Shaka yang sudah duduk di sofa menunggu Elena.
''Mas, kamu gak ke kantor.?'' Tanya Elena mendekati Shaka.
''Tidak apa-apa, ada Ken yang mengurus semuanya.''Jawab Shaka santai.
Shaka menepuk sofa di sebelahnya, meminta Elena duduk di dekatnya.
''Sayang, aku sangat merindukanmu. Jangan seperti itu lagi, aku nggak sanggup. Rasanya sangat sakit melihatmu tanpa bisa memelukmu seperti ini, menciummu.'' Ucap Shaka masih di pelukan Elena.
__ADS_1
''Apakah kita harus berpisah.?''
...****************...