
Shaka sudah mulai melepaskan dirinya dari kelamnya masa ketika dia kehilangan istrinya.
Semua bisa berubah seiring dengan kebersamaan dia dengan Elena.
Shaka yang melihat dan menyaksikan anak pertamanya begitu hebatnya bisa bernyanyi di atas panggung membuat dia sadar.
Dia terlalu egois untuk menahan bakat anaknya hanya karena perasaan kecewanya pada istrinya yang sudah meninggal.
Shaka mulai membuka hati untuk menyadari bahwa kedatangan Elena membuat semuanya kembali menjadi hidup dan hangat.
Suasana di dunia Shaka saat ini sudah menjadi lebih hangat dari sebelumnya.
Dia menyadari betapa Elena sudah bekerja keras dan banyak berkorban untuknya dan anak-anaknya.
*
*
*
Hari-hari berlalu begitu cepat. Shaka mulai memperlihatkan perhatiannya pada Elena. Anak-anak nya yang sudah menerima Elena sepenuhnya.
...***...
Di kantor Shaka sudah memiliki jadwal yang sangat padat sehingga membuat dia harus pulang lama.
Dia mencoba menghubungi Elena untuk memberitahukan bahwa dia akan pulang lama.
Ponsel berdering tapi tidak di angkat. Shaka mencoba beberapa kali untuk menelpon tetap tidak ada jawaban.
Shaka mulai gelisah, Elena biasanya langsung menerima panggilannya.
Dia akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan.
...***...
Ken selain sibuk dengan pekerjaan kantor, dia juga sibuk dengan pencariannya tentang fakta di balik kelumpuhan sang Kakak.
Ken masih bekerja sama dengan Randy untuk sama-sama menjatuhkan Shaka.
Ponsel Ken berdering. Dia kaget nama yang menelpon.
''Halo..''
''Jangan hubungi saya ketika saya masih di kantor.'' Ken langsung memutuskan panggilannya dengan sepihak.
Randy adalah orang yang menghubungi Ken. Akhir-akhir ini Randy sangat membuat Ken tidak nyaman. Selalu menghubungi pada saat jam kerja.
Ken tidak ingin pekerjaan nya terganggu, karena dia tau Randy.
Dia setuju untuk bekerja sama dengan Randy karena Ken tau Randy sangat membenci Shaka.
''Tuan sekarang sudah pukul 17:00.'' Ucap Ken yang sudah berada di ruangan Shaka.
''Sejam lagi Ken, saya harus selesaikan berkas ini.'' Jawab Shaka sambil menunjuk berkas di meja nya.
''Baik tuan.'' Ken keluar dari ruangan Shaka.
...***...
Dokter tiba-tiba menghubungi Elena terkait kesehatan ayahnya yang mendadak menurun.
Elena yang mendengar kabar itu langsung buru-buru ke rumah sakit. Tanpa meminta ijin Shaka dia langsung pergi sendiri tanpa di antar pak banu supirnya.
Elena menitip pesan pada pak Mul.
''Pak Mul saya mau ke rumah sakit, saya titip anak-anak ya pak.'' Ucap Elena sambil berjalan menuju ke pintu luar.
__ADS_1
Baik nona.'' Jawab pak Mul.
Pak Mul tidak lagi memberitahukan apa yang sedang di lakukan Elena pada Shaka. karena belakangan hubungan keduanya baik-baik saja.
''Ayah..''
''Ayah..''
Elena berteriak memanggil ayahnya.
''Elena, tadi ayah kamu sempat pingsan, sekarang sudah di tangani. Tinggal kita tunggu sampai ayah kamu sadar.''
''Sejauh ini keadaannya baik-baik saja, semuanya normal. Tadi tiba-tiba pingsan makanya saya langsung menghubungi kami.'' Jelas dokter yang merawat ayah Elena.
''Terima kasih dokter sudah langsung menghubungi saya.''
''Kamu yang tenang dan sabar ya, saat ini ayah kamu baik-baik saja. Biarkan ayah kamu istirahat dulu.''
''Setelah itu baru kamu bisa melihatnya.'' Ucap dokter .
''Baik dokter.'' Elena berjalan menunggu di depan ruangan ayahnya.
Elena sedang duduk menunggu ayahnya sadar. Elena sudah semakin takut karena sudah berlalu beberapa bulan.
Umur ayahnya yang di perkirakan dokter sudah mulai mendekat.Tapi Elena tetap percaya kalau ayahnya akan baik-baik saja.
Elena yang sedang menunggu tiba-tiba melihat seseorang. Dia mencoba mengejar orang itu.
Dia tidak melihat keberadaan orang yang di kejarnya. Elena melihat sekeliling tidak ada juga.
tit..tit..
sit...
Brak...
Supir truk yang merasa dirinya menabrak seseorang pun langsung turun dan melihat orang yang dia tabrak sudah berlumuran darah.
Dia langsung panik lalu meminta bantuan agar langsung membawa Elena ke rumah sakit.
Orang-orang banyak langsung berkerumun mengelilingi Elena yang sedang di bawa ke rumah sakit.
Supir truk yang sampai di depan pintu masuk langsung teriak memanggil dokter.
''Dokter..''
''Dokter..''
''Dokter tolong selamatkan dia.'' Ucap pak supir sangat takut melihat Elena yang sudah banyak keluar darah dan tidak sadarkan diri.
''Pak, mohon menunggu. Silahkan bapak daftarkan pasien.'' Ucap perawat sambil membawa Elena masuk ke ruang UGD.
Pak supir langsung menuju ke meja untuk kasir untuk mendaftarkan pasien.
Dia bingung karena sama sekali tidak mengenal Elena.
''Mba saya ingin mendaftarkan pasien. Tapi saya tidak tau namanya.''
''Saya tidak sengaja menabraknya di jalan.''
''Tolong langsung di tangani mba, saya akan berusaha untuk menghubungi keluarganya.'' ucap pak supir.
''Baik pak, pasien telah di tangani. Kami aku mencoba mencari tahu identitas pasien.''
Dokter yang merawat ayah Elena kebetulan lewat dari sana. Melihat seorang pria paruh bayar sedang kebingungan.
Dokter langsung menuju ke kasir dan menanyakan soal pak supir.
__ADS_1
''Apa yang terjadi.?'' Tanyanya.
''Dokter bapak ini menabrak seorang wanita, jadi tidak bisa menghubungi keluarganya.'' Jawab Kasir.
''Aku akan melihat pasiennya.'' Ucap dokter lalu pergi di antar oleh seorang perawat.
Pak supir sudah mulai duduk tapi masih dengan wajah yang menyimpan banyak kesedihan.
Tidak menyangka dia akan mengalami kejadian sial seperti ini.
Dia berharap bahwa orang yang di tabrak baik-baik saja.
Sangat beruntung Dokter ayah Elena berusaha membantu pak supir dengan mencoba melihat siapa pasien tanpa identitas itu.
''E..Elena..''
''Elenaa.''
Dokter panik dan langsung menghubungi Shaka.
''Halo ..''
''Tuan Shaka saya dokter yang merawat ayah Elena.''
''Saya ingin memberitahukan Elena sedang di rumah sakit.''
''Dia mengalami kecelakaan.''
''Di rumah sakit ayahnya di rawat.''
Dokter padahal sedang mencari Elena, karena tidak melihatnya di depan ruangan ayahnya.
Dokter pun pergi keruangan ayah Elena untuk melihat keadaan ayahnya kembali.
...***...
Shaka yang masih di kantor merasa gelisah. Setelah tadi dia menghubungi Elena beberapa kali tidak di angkat.
Dia mencoba untuk fokus kembali bekerja tapi pikirannya gelisah. Dia akhirnya memilih untuk pulang saja.
''Ken , kita akan pulang sekarang.'' Shaka menghubungi Ken.
Shaka dan Ken hendak menuju lift tiba-tiba ponsel Shaka berdering.
''Halo dokter. Apa ada masalah dengan ayah.?''
''Baiklah, saya akan menjemputnya ke sana. Saya kebetulan baru pulang dari kantor.''
''E..Elena...?'' Ucap Shaka lirih.
Bruk..
Ponsel Shaka jatuh dan Shaka pun lemas hampir terjatuh.
''Tuan.''
''Tuan apa yang terjadi.?''
''Elena.''
''Elena di rumah sakit. Kita ke sana sekarang.''
.Tanpa di tanya rumah sakit mana Ken sudah tau mendengar bahwa tuannya berbicara dengan dokter ayah Elena.
Ken membawa Shaka ke rumah sakit.
...****************...
__ADS_1