Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena Sadar


__ADS_3

''Ayah kata dokter keadaan ayah Sekarang sudah lebih baik.''


''Tapi ayah harus tetap jaga kesehatan. Jangan terlalu lama di luar.'' Jelas Shaka.


''Ayah mengerti.'' Jawab ayah Elena.


''Kalau begitu ayah aku akan ke kantor sebentar, nanti sore aku akan mampir lagi ke sini menemui ayah.'' Ucap Shaka ingin pamit.


''Tidak apa-apa jika banyak kerjaan nak, besok juga bisa datang lagi. Kamu pergilah. Aku akan di temani dokter dan perawat.''


''Sampaikan salamku pada anak-anak. Sudah lama mereka tidak ke sini.'' Ucap ayah Elena.


''Kalau mereka libur sekolah aku akan membawanya menemui ayah. Aku akan pamit sekarang ayah.''


Shaka keluar dari ruangan ayah mertuanya. Dia akan menemui Elena.


...***...


Di kantor Ken masih tidak bisa fokus bekerja, dia masih memikirkan keadaan Elena.


Shaka tidak memberitahu padanya apa yang terjadi. Itu membuat dia semakin penasaran dengan Elena.


Dia memegang ponselnya hendak menghubungi Shaka. Tapi dia kembali letakkan karena dia tidak bisa melakukan itu.


Ken sadar bahwa Elena adalah istri Shaka.


Ken di sadarkan oleh teriakan seseorang di depannya.


Dia bahkan tidak sadar sekretaris Shaka sudah berada di depannya.


''Permisi Tuan..''


''Maaf, saya sudah mengetuk beberapa kali tapi tuan bahkan tidak mendengar saya.''


''Setelah saya berteriak tuan baru mendengar saya.''


''Apa yang sedang tuan pikirkan. Kalau mau tuan bisa berbagi dengan saya.''


Sekretaris Shaka berbicara panjang lebar pada Ken. Itu membuat Ken sedikit kesal.


Ken selama ini tidak pernah dekat dengan orang lain apalagi sekretaris Shaka.


Dia hanya menganggapnya rekan kerja untuk melayani semua kebutuhan Shaka.


''Ada apa.?'' Tanya Ken tegas.


''Cih.. galak amat.'' Jawab sekretaris Shaka.


''Maaf tuan saya hanya ingin memberitahukan bahwa pertemuan dengan perusahaan xx akan di lakukan lebih awal dari jadwal yang sudah di tentukan.''


''Pertemuannya di lakukan lebih awal satu jam.'' Ucap sekretaris Shaka.


''Baiklah, saya mengerti.'' Jawab Ken.


''Kalau begitu saya permisi Tuan.'' Ucap sekretaris Shaka sambil melihat respon Ken yang sangat cuek.


''Cih dasar. Apa susahnya sih jawab dari pada diam aja.'' Ucap sekretaris Shaka.


''Saya bisa mendengarnya.'' Ucap Shaka melihat ke arah sekretaris Shaka.

__ADS_1


Sekretaris Shaka langsung meninggalkan Ken.


Shaka tidak masuk kantor, semua pekerjaan yang harus di lakukannya di alihkan semua pada Ken.


...***...


Shaka masih berperang dengan pikirannya sendiri. Keadaan Elena yang belum sadar membuatnya merasa sangat kacau.


''Permisi Tuan.'' Ucap seorang perawat.


Shaka di sadarkan oleh suara perawat.


''Bagaimana keadaan Elena, apakah Elena sudah sadar.?'' Tanya Shaka.


''Betul sekali pak, nona Elena sudah sadar. Sebentar kami akan memindahkan nona Elena ke ruangan rawat inap.'' Ucap perawat.


''Terima kasih.'' Ucap Shaka sambil tersenyum.


Wajah Shaka menggambarkan kebahagiaan mendengar Elena sudah sadar. Itu adalah hal yang paling dia tunggu.


''Baik tuan, saya akan memindahkan nona Elena sekarang.'' ucap perawat pergi meninggalkan Shaka.


Elena sudah keluar dari ruangan UGD. Melihat Elena keluar di bawa beberapa perawat dan dokter, membuat Shaka tersenyum.


Shaka langsung menghampiri ranjang Elena. Shaka memegang tangan Elena sambil berjalan menuju ruangan yang sudah di siapkan.


Elena di rawat di ruangan VIP. Ruangan nya yang luas dan lengkap dengan beberapa furniture membuat Shaka akan bisa istirahat dengan nyaman bersama Elena.


Elena belum mengatakan sepatah katapun. Dia hanya melihat Shaka yang terlihat kacau.


''Tuan untuk sementara jangan membuat pasien banyak berbicara. Pasien masih harus istirahat.''


''Saat ini keadaan nona Elena sudah membaik. Kita akan menunggu sampai nona bisa pulih total.''


''Baik dokter, terima kasih.'' Jawab Shaka.


''Saya akan memeriksa pasien lain. Kalau terjadi sesuatu segera panggil saya.'' Ucap dokter lalu pergi keluar dari ruangan inap Elena.


Shaka langsung menghampiri Elena.


''Terima kasih sudah bangun cepat. Aku sangat sangat kwatir melihat keadaan kamu seperti ini.''


''Maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik.'' Ucap Shaka.


Mendengar ucapan Shaka Elena menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju jika Shaka harus minta maaf.


''Mas, maaf.'' Ucap Elena lemah.


''Kamu harus segera pulih. Anak-anak sangat ingin bertemu denganmu.'' Jawab Shaka.


Elena mengangguk tanda setuju.


''Mas, bagaimana keadaan ayah.?'' Tanya Elena lemah.


Dia benar-benar ingin tau keadaan ayahnya. Dia sadar kedatangannya ke rumah sakit karena ingin melihat ayahnya.


''Saat ini ayah sudah baik-baik saja. Kamu harus segera sehat supaya kita bisa melihat ayah.'' Jawab Shaka.


Shaka mengelus kepala Elena.

__ADS_1


''Kamu istirahat lagi ya,kalau mau sesuatu beritahu aku.'' Ucap Shaka sambil menyiapkan Elena untuk istirahat.


Shaka menarik nafas panjang. Dia sudah merasa lebih tenang sekarang. Dia menghubungi Pamannya dan Ken untuk memberitahukan bahwa Elena sudah sadar.


Shaka tidak ingin jika pamannya kwatir. Sejak pagi pamannya sudah menghubunginya.


Mengingat kondisi pamannya juga membuat dia harus extra menolak kedatangan pamannya ke rumah sakit.


Sambil menunggu Elena istirahat Shaka membuka notebook nya. Dia menyempatkan diri untuk melihat laporan yang di kirimkan oleh Ken padanya.


Shaka yang fokus dengan notebook nya di kagetkan dengan kedatangan sepasang suami istri yang sudah paruh baya.


''Permisi Tuan.'' Ucapnya.


Shaka melihat kedua pasangan itu. Shaka sudah mengenal siapa pria itu. Dia adalah supir yang menabrak Elena.


Shaka ingat ucapan Ken. Supir truk ini langsung membawa Elena ke rumah sakit. Dia adalah pria yang bertanggung jawab.


Dibalik dari musibah yang menimpa Elena, Shaka tetap tidak bisa mengatakan apapun pada supir truk.


Menurut penjelasan Ken, Elena lah yang tanpa sengaja datang ke jalan raya. Tapi tetap saja Elena tidak bisa dia salahkan.


Shaka memilih untuk diam tanpa membahas tentang kejadian yang menimpa Elena.


Sudah cukup baginya karena Elena sudah sadar.


''Tuan maafkan kami, kami datang untuk menjenguk istri anda tuan. Suami saya mengatakan dia benar-benar tidak sengaja.''


''Kami hanya ingin memastikan keadaan nona baik-baik saja.'' ucap istri pak supir.


''Istri saya sudah siuman, saat ini sedang istirahat.'' Jawab Shaka.


''Jika tuan mengijinkan kami akan mengunjungi nona setelah nona bangun.'' Pinta sang istri.


''Maafkan saya Bu, saya tidak ingin istri saya trauma dan mengingat kejadian itu ketika bertemu dengan kalian.''


Deg...


Ucapan Shaka benar-benar menusuk hati pasangan suami istri itu.


Mereka saling menatap. Sang istri sadar bahwa apa yang di lakukan suaminya salah.


Mereka akhirnya mengerti bahwa Shaka belum bisa menerima permintaan maaf mereka.


''Tuan, maafkan saya atas kesalahan saya.''


''Saya sangat menyesal terlalu lalai. Saya akan selalu mendoakan nona segera pulih kembali.''


''Kami akan pamit pulang, kami tidak ingin mengganggu pekerjaan tuan.''


''Permisi.''


Supir truk beserta istrinya keluar dari ruangan Elena tanpa mendengar jawaban dari Shaka.


Mereka sadar bahwa Shaka tidak akan mau menjawabnya.


Mereka hanya berharap Elena segera pulih.


Shaka hanya melihat kepergian pasangan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Dia menarik nafas panjang untuk mengontrol emosinya.


...****************...


__ADS_2