
Shaka dan Elena sedang dalam perjalanan menuju ke rumah. Mereka tidak ada pembicaraan sama sekali. Tiba-tiba Elena kaget ponselnya berdering.
''Siapa ini, tidak ada nama.''
''Nggak usah di angkat Kalau begitu.''
''Kalau ada yang penting gimana.?''
''cih...''
''Kalau penasaran ya angkat aja.'' ucap Shaka sambil geleng-geleng kepala.
''Halo...''
''Oh baiklah, saya mengerti.''
''Dari siapa.?'' tanya Shaka
''Teman.''
''Benarkah.?'' Shaka sudah bisa menebak itu panggilan dari siapa.
''hmm.''
Shaka tak lagi bertanya, dia memilih untuk diam. Tak terasa setelah 15 menit mereka akhirnya sampai di rumah.
''Aku akan bersiap-siap untuk ke kantor.'' ucap Shaka.
''hmm, mas nanti aku mau ke kantor lamaku sebentar apa boleh. Sebelum jemput anak-anak aku mau ke sana. Gak akan lama mungkin sekitar 30 menit.''
''boleh, tapi mulai sekarang kamu harus di antar jemput supir.''
''Ah tidak bisakah aku seperti biasa bawa mobil sendiri.?''
''Jika ingin pergi ikutin saja apa yang aku katakan.'' Ucap Shaka membuat Elena mau gak mau harus mengikuti peraturan nya.
''Baiklah, kalau begitu.''
Elena memilih mengalah untuk tidak berdebat dengan Shaka. Kalau di pikir pada saat sakit kemarin Shaka bisa di ajak bicara dan dia pasti menurutinya.
''Dasar, gak mungkin juga aku harus sakit biar dia bisa menurut.''
''hihihi'' Elena tertawa kecil pada diri nya sendiri.
Shaka sudah berangkat ke kantor, Elena sedikit lebih lega karena dia bisa bebas untuk pergi diam-diam hari ini tanpa supir.
Bagaimana dia bisa pergi menemui Kirana kalau sama supir, bisa -bisa dia akan marah besar lagi.
Elena berjalan menuju pintu luar, dia hanya menitip pesan pada pak Mul. kalau dia sudah dia akan menjemput anak-anak.
''Pak Mul saya mau jemput anak-anak.''
''Baik nona.''
Pak Mul tau bahwa Elena sudah berjanji akan mengantar dan menjemput anak-anak. Mengingat kejadian kemarin sedikit membuatnya ragu. dia akhirnya memberanikan diri bertanya.
''Nona, apa keadaan nona sudah membaik.?''
''Aku baik-baik saja pak. Saya akan pergi sekarang.''ucapnya sambil senyum pada pak Mul.
Elena menuju mobil yang akan dia bawa tiba-tiba.
__ADS_1
''Nona, mobil sudah saya siapkan di depan. Tuan meminta saya menjadi supir nona kemana pun nona pergi.'' ucap pak Banu supir Elena.
Elena kaget dan mau tidak mau harus mengikuti apa kata Shaka. Elena berharap pak Banu tidak akan memberitahukan shaka kemana dia pergi.
''Pak kita ke restoran yang ada di jalan ... ''
''Baik nona.''
Setelah menelusuri jalanan selama 20 menit, akhirnya sampai restoran yang di tuju. Elena lalu keluar dan masuk ke dalam restoran.
Kirana yang melihat kedatangan Elena langsung berdiri dan memanggilnya. Dia mempersilahkannya untuk duduk.
''Elena silahkan kamu mesan makan atau minum dulu.'' ucap Kirana.
''Tidak, aku buru-buru. Langsung saja ke intinya.''
Elena ingin Kirana yang memulai pembicaraan mereka.
''Elena, aku minta maaf. Aku salah telah melakukan itu padamu.Aku bodoh telah gelap mata sampai tega menyakiti mu seperti itu.''
''Maafkan aku, aku tidak akan pernah mengulanginya.''
''Sebenarnya aku tidak pernah berani untuk melakukan itu, tapi aku terlalu bodoh.Aku salah.Tolong maafkan aku.''
Kirana bicara panjang lebar dan memohon maaf pada Elena.
Elena adalah gadis yang sangat baik dan sangat pengertian. Dia tau Kirana tidak sejahat itu.Mungkin itu akibat dari kekesalannya karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
''Kirana aku tau kamu adalah wanita yang baik dan berpendidikan, tapi cara kamu terlalu jahat. Kamu sangat keterlaluan sampai harus melakukan hal itu padaku. Apa aku pernah berbuat salah padamu?.''
''Selama aku bekerja sebagai wartawan, aku tidak pernah menerbitkan berita buruk tentangmu.''
''Aku berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di antara kita. Aku tidak akan segan-segan untuk menyebarkan berita yang selama ini kau tutupi.''
''Aku bukan gak berani melawan kalau kau mau main keroyokan tapi jangan di hadapan suamiku. Aku tidak ingin membuat dia harus turun tangan menyelesaikan masalahku. Apalagi masalah dengan wanita yang menyukai suamiku.''
Kirana yang mendengar ucapan Elena pun kaget, masa lalu mana yang di ketahui oleh Elena. Dia kembali memohon untuk di maafkan oleh Elena.
''Elena, maafkan aku. Aku tau aku salah.Tolong maafkan aku.''
''Aku akan memaafkan mu kali ini, tapi tidak untuk kedua kalinya. Inilah adalah peringatan ku, jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama karena perasaan yang tidak berbalas mu itu.''
''Makasih sudah memaafkan ku. Aku akan memperbaiki diri.''
''Elena, tolong bantu aku bicara dengan Shaka.Aku nggak mau kalau dia membawaku ke kantor polisi. Aku janji akan memperbaiki diri, tolong berikan aku kesempatan.''
''Aku akan bicara dengannya. Tapi aku juga tidak bisa memaksanya.'' ucap Elena.
Kirana yang mendengar ucapan Elena langsung merasa lega.
''Terima kasih Elena, sudah mau memberiku kesempatan. Aku tidak menyangka kamu bisa sebaik ini.''
''Aku akan kembali sekarang, kuharap urusan kita selesai sampai di sini. Urusan perasaan dan urusan dendam aku anggap selesai saat ini.
Elena lalu pergi meninggalkan Kirana. Sesampainya di mobil dia memegang tangannya dan wajahnya.
''Keberanian dari mana yang ku punya sampai aku bisa bicara seperti itu pada nya.''
''Apakah aku terlalu jahat. nggak.. nggak.. ini yang terbaik. Aku gak mau dia berpikir aku wanita lemah.''
''Pak kita ke kantor mas Shaka ya.''
__ADS_1
Elena masih punya waktu sebelum jam pulang sekolah anak-anak. Dia memutuskan untuk menemui Shaka.
...***...
Shaka kedatangan tamu yaitu Randy, teman kuliah sekaligus saudara iparnya.Istri pertamanya adalah adik Randy.
Setelah 5 tahun kepergian sang adik, Randy masih berpikir bahwa Shaka lah penyebab kecelakaan itu. Itu sebabnya hingga saat ini Randy masih sangat membenci Shaka.
''Aku datang ke sini untuk membahas soal Kirana.''
''Apa kamu akan memasukkan dia ke penjara.?''
''Kirana selama ini menderita karena dirimu. Dia hanya berusaha untuk membalaskan sedikit perasaan sakit hatinya. Apa kamu juga tega melakukan itu padanya.?
''Kamu tau, dia sudah sejak lama menyukaimu tapi dia tidak pernah di kasi kesempatan.''
''Berbeda dengan istri yang kau cintai itu, mendapatkan mu dengan begitu mudah.''
''Aku tidak akan memohon padamu, aku hanya ingin kau tau bahwa dia seperti itu karena dirimu.''
''Pikirkanlah sebelum kau membawanya ke kantor polisi.''
Setelah itu Randy langsung pergi tanpa menunggu balasan dari Shaka.
Randy yang keluar dari pintu hampir menabrak Elena yang baru saja hendak masuk.
''Cih..''
''Sepertinya rumah tangga kalian sangat harmonis sampai istri tercintamu datang ke kantormu.'' sindiran itu membuat Shaka berdiri dan berjalan menuju pintu.
''Randy.''
''Aku tidak akan menyakitinya, aku hanya akan mengingatkan bahwa kau telah membunuh istri pertamamu. Jadi kau istri kedua bersiap siap lah.'' ucap Randy tanpa ragu.
Elena hanya bisa diam seribu bahasa, dia tau tuan Randy juga salah satu pemilik perusahaan saingan Shaka.
Elena terkejut atas ucapan tuan Randy.
''Me..membunuh..?'' Tanya elena pelan, dia berpikir itu hanya bisa di dengar olehnya tapi ternyata Randy mendengarnya.
''Iya membunuh istri pertamanya. Jadi kamu berhati-hatilah. Nikmati kemesraan kalian selagi masih ada waktu.'' ucapnya tertawa lalu pergi.
''Elena ada urusan apa ke sini.?'' Tanya Shaka.
''Mas, aku gak salah dengar. Kamu membunuh istrimu.?''
''Bukannya kamu bahkan belum bisa melupakannya. kenapa tuan Randy mengatakan hal itu. kamu seharusnya menjelaskan padanya mas. Jangan biarkan dirimu di tuduh seperti itu.'' ucap Elena.
''Elena, aku tidak ingin membahas itu. Ada urusan apa kamu ke sini.?''
''Aku mau kamu melepaskan Kirana, aku sudah memutuskan untuk memberikan dia kesempatan. Jadi biarkan dia jangan membawanya ke kantor polisi.'' ucap Elena.
Shaka heran kenapa Elena bisa semudah itu memaafkan. Dia yang sedang capek dan butuh sendiri pun langsung menyetujui ucapan Elena.
''Baiklah, aku akan melepaskannya. Sekarang pulanglah aku ingin sendiri.''
Elena yang melihat itupun sadar bahwa dia sudah menambah beban Shaka.
''Baiklah, aku akan pulang.''
Elena pulang dan akan menjemput anak-anak.
__ADS_1
...****************...