Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Mengatur cerita kencan


__ADS_3

Ken yang membuat ide pura-pura berkencan mulai menceritakan, kapan mereka bertemu dan mulai saling mengenal.


Shaka dan Elena hanya bisa mengikuti semua saran cerita dari Ken.


Elena ragu , kenapa mereka harus melakukan ini sedangkan dalam waktu 1 bulan mereka akan berpisah.


Elena menarik nafas dalam-dalam.


''Kenapa kami harus melakukan semua ini, dalam waktu 1 bulan kami akan berpisah.''


''Sepertinya semua ini tidak perlu sampai sejauh ini.''


Ucap Elena kesal.


''Nona, setelah berita hari ini banyak orang yang akan menanyakan tuan Shaka tentang hubungan kencannya, jadi semua ceritanya harus di samakan untuk menghindari kecurigaan.'' Jelas Ken.


Elena menatap Shaka dengan penuh kekesalan.


''Kamu, jika memang seperti ini dari awal harusnya kamu tidak memulainya.''


''Jangan salahkan aku jika kamu terlibat dalam semua ini, kamu yang harus di salahkan.''


Shaka seolah mengerti dengan tatapan Elena, dia langsung memberikan ultimatum pada Elena.


''Semua ini salah anda tuan Shaka yang terhormat..''


Elena menekankan kalimatnya karena tidak terima dengan ucapan Shaka.


''Jika anda memberikan saya kesempatan untuk bicara, semua ini tidak akan terjadi.''


''Anda terlalu cerewet pada saat itu hingga membuat telingaku hampir pecah.''


Shaka bercak kesal.


''ckck''


''Kamu..''


Ken langsung menghentikan perdebatan yang tidak akan selesai.


Tuan dan nona sekarang bukan saatnya mencari siapa yang harus di salahkan.


Semuanya sudah terjadi, kita hanya perlu melanjutkannya.


Elena menarik nafas dalam-dalam.


''Baiklah, mati kita lanjutkan.''


Elena dan Shaka mulai bekerja sama untuk saling mengenal satu sama lain lebih jauh.


...***...


Kabar bahwa Shaka berkencan dengan seorang gadis biasa sudah tersebar di seluruh penjuru. Termasuk pada orang yang Shaka hormati.


Paman Andy adalah pria yang sangat Shaka hormati. Dia di besarkan oleh pamannya.


Sejak dia berusia belasan tahun, di tinggal oleh kedua orang tuanya. Paman Andy lah yang menjaga dan membesarkan dia sampai bisa menjadi sekarang.


Tuan Andy menghubungi Shaka untuk meminta bertemu.


''Halo paman.!'' Shaka menjawab ponsel nya yang berdering.

__ADS_1


''Shaka Paman ini bertemu denganmu hari ini.!''


''Shaka akan mengunjungi paman hari ini.''


''Paman akan menunggu.''


Tuan Andy mengakhiri panggilan telepon dengan Shaka. Dia cukup terkejut mendengar berita hari ini.


Tuan Andy ingin Shaka bisa memulai kembali sebuah pernikahan. Istrinya sudah 7 tahun pergi untuk selamanya. Sudah waktunya bagi Shaka menikah lagi.


Anak-anak Shaka butuh seorang ibu untuk menempati Tumbuh kembang mereka, terutama Manse. Manse yang tidak mengenal ibunya, sangat membutuhkan kasih sayang ibu walau ibu tiri.


...***...


''Ken hari ini kita akan ke rumah paman.''


''Baik tuan, hari ini jadwal anda sudah saya batalkan semua. Kita bisa pergi setelah ini.''


''Tuan bagaimana dengan nona Elena.?''


Elena yang mendengar namanya di sebut langsung menoleh pada Ken.


''Tidak usah di kenalin, takut nanti urusannya jadi panjang.'' ucap Shaka.


Urusan untuk mengatur cerita kencan Shaka dan Elena telah selesai. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri dan kembali ke kegiatan masing-masing.


Sepulang dari kantor Shaka , Elena memutuskan untuk pulang lebih awal tanpa harus kembali ke kantor.


Dia meminta ijin pada direktur untuk tidak kembali ke kantor. Dia memutuskan untuk melihat keadaan ayahnya di rumah sakit.


''Ayah..'' Elena masuk keruangan ayahnya di rawat.


Wajah yang tadinya senyum, tiba tiba berubah panik melihat ayahnya yang di kelilingi dokter dan perawat.


''Elena tadi ayah kamu jatuh pingsan tergeletak di lantai, untung saya memeriksa dan langsung segera di tangani.''


''Saat ini ayah kamu sudah baik-baik saja, biarkan dia kembali istirahat agar tenaganya pulih.''


Elena yang melihat keadaan ayahnya semakin memburuk membuat dia tidak mampu menahan air matanya.


Dia tinggal bersama ayahnya sedari kecil, sejak ibunya meninggal.


dan di depannya ayahnya tidak berdaya akibat penyakitnya. Elena benar-benar merasa sakit setiap kali mengingat ucapan dokter tentang ayahnya.


''Ayahh..''


''Kenapa Elena harus sendirian di dunia ini.''


''Bagaimana jika ayah juga pergi, Elena mau mengadu sama siapa.?''


Elena menangisi keadaan ayahnya. Tiba-tiba tangisnya berhenti ketika mengingat permintaan ayahnya yang di ucapkan beberapa hari yang lalu.


''Bagaimana ini.?''


''Apakah aku harus membawanya ke sini, agar hati ayah bisa lebih tenang.?''


Elena berpikir untuk membawa Shaka pria yang sedang pura-pura berkencan dengannya.


''Aku harus melakukannya, dia juga sudah memanfaatkan ku dari media.''


Elena memutuskan akan membawa Shaka untuk di kenalkan pada ayahnya.

__ADS_1


...***...


''Akhirnya setelah sekian lama, kamu baru mau datang ke rumah ini lagi nak.''


Tuan Andy senang melihat Shaka benar-benar langsung mengunjungi nya.


''Maaf paman, saya sangat sibuk. banyak kerjaan di kantor.'' Jawab Shaka.


Tuan Andy berdecak kesal.


''ck'


''Kamu selalu melakukan pekerjaan sebagai alasan.''


''Oh iya, kenapa kalian datang berdua Di mana calon istrimu.?''


Shaka dan Ken saling menatap mendengar pertanyaan pamannya.


''Paman, kami masih berkencan belum tentu jadi istri.''


''Shaka mau sampai kapan kamu berkencan?, tidak kah kamu kasian dengan anak anakmu. Mereka butuh sosok ibu.''


''Sudah saatnya kamu memulai hidup baru. Mitha juga tidak akan mau kalau kamu sendiri seumur hidup.''


''Bagaimana dengan wanita itu. Apa dia tau kalau kau tidak akan menikahinya.?''


''Shaka kamu jangan egois, kamu harus menjaga bagaimana perasaan wanita itu. Lagian anak-anak mu juga butuh seorang ibu. Ini adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali.''


Andy berbicara panjang lebar untuk meyakinkan Shaka. Dia tau betul betapa Shaka sangat mencintai istri pertamanya, tapi hidup harus terus berjalan.


Sudah saatnya bagi Shaka membuka hati. Sampai kapan dia harus menderita. Sejak istrinya meninggal dia menjadi Shaka yang dingin dan hampir setiap hari waktunya untuk bekerja.


''Paman, Aku ..''


Tuan Andy langsung memotong pembicaraan Shaka.


''Saya ingin kamu membawa dia ke sini. Saya juga perlu untuk mengenal dia lebih jauh.''


Shaka tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang pamannya minta. Shaka sangat menghormati paman Andy. Pria itu sudah sangat baik pada Shaka. Dia sudah seperti ayah bagi Shaka.


Apapun yang di minta Andy semua untuk kebaikan Shaka.


Shaka akhirnya mengalah kepada pamannya. Dia berjanji akan mengenalkan Elena padanya.


''Paman , berikan Shaka waktu. Aku akan membawanya ke sini.''


''Lagian dia juga bekerja, jadi aku tidak bisa asal mengajak dia. Akan Shaka tanyakkan kapan dia bisa.!''


Ken yang mendengar ucapan Shaka sedikit melirik.


Bukankah tuan tadi ya tidak setuju dengan ide ini. Kenapa sekarang malah memperumit dengan membawa nya ke sini.


Ken bermonolog dengan diri sendiri, dia harus mengatur rencana lain lagi untuk bisa mempertemukan Nona Elena dengan Tuan nya.


''Tuan saya akan mengatur jadwal pertemuan tuan dengan nona Elena.'' ucap Ken pada Andy.


''Tidak Ken, biarkan Shaka yang membawanya ke sini.'' Andy ingin melihat sampai sejauh mana Shaka bertindak.


''Baik tuan.''


Jika bukan saya , dia tidak akan bisa menyelesaikan urusan asmara nya tuan.

__ADS_1


Ken bicara dalam hati sambil tersenyum tipis.


...****************...


__ADS_2