Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena


__ADS_3

Elena sudah bersama anak-anak sambungnya di mobil. Kali ini dia tidak berani untuk membawa anak-anak keluar lagi. Mereka langsung di bawa pulang ke rumah.


Seperti biasa di rumah mereka akan bermain dan belajar di kamar masing-masing.


Elena membuat cemilan dan minuman untuk di antar ke kamar anak-anaknya.


Dia selalu berusaha mendekati mereka, terutama Evan dan Hana. Mereka anak yang baik hanya saja masih bersikap dingin pada nya.


Elena masuk ke kamar Evan, dia melihat Evan sedang tidak berada di kamarnya. Kamar Evan sangat berantakan, pakaian berserakan di lantai dan tempat tidur.


Elena membereskan kamar Evan,saat hampir selesai di rapikan, ada sebuah foto yang dimana ada Evan di sana. Foto itu sepertinya sebuah sampul boyband.


Evan bersama ketiga temannya. Elena menyimpulkan bahwa Evan diam-diam menjadi vokalis band nya.


Evan yang baru masuk ke kamar kaget melihat Elena ada di sana dan memegang foto undangan band miliknya. Dia lalu merampas foto itu dari tangan Elena.


''Evan, apa ayahmu tau kamu bermain musik.?''


Evan hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Elena.


''Aku akan merahasiakan ini dari ayahmu, tapi kamu harus segera meminta ijinnya agar kamu bisa bermain musik tanpa harus diam-diam seperti ini.''


''Ayah tidak akan mengijinkan ku.'' Ucap Evan.


''Ayah pasti ingin yang terbaik untukmu, jadi kalau kamu benar-benar serius dengan musik, kamu harus melakukan yang terbaik dan berusaha mendapatkan ijin dari ayahmu.''


Elena memberikan gambaran pada Evan dengan nada lembut.


''Baiklah, sekarang kamu belajar yang baik. Aku akan mencoba berbicara dengan ayah.''


Elena lalu keluar dari kamar Evan. Dia berpikir Shaka benar-benar tidak memiliki waktu untuk anak-anaknya. Elena berpikir harus membuat Shaka bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.


Elena masuk ke kamarnya dan melihat banyak kertas berserakan di tempat tidurnya. Dia langsung kenal itu pasti ulah Manse.


Bukan marah melainkan sebaliknya, Elena tersenyum tipis, dia merasa Manse pasti sedang bosan karena tidak ada teman bermain. Dia lalu membereskan kertas-kertas itu tapi dia terkejut. Sebagain kertas itu adalah milik pribadinya yang dia simpan di dalam koper.


Dia langsung berlari memeriksa isi koper. Sungguh kejadian yang tidak bisa di pungkiri kertas yang ada di dalam kopernya di pake oleh Manse.


''Kertas itu salah satu surat perjanjian antara aku dan Shaka.''


''Aa aa.. Bagaimana ini, kemana dia membawa kertas itu.?''


Elena mengatur nafasnya agar tidak panik. Masuk ke kamar Manse.


Melihat Elena masuk Manse langsung kegirangan. Dia menceritakan bahwa dia sudah bisa membuat katak dari kertas itu.


''Kaka, lihatlah aku sudah bisa membuatnya. Aku sudah buat sangat banyak.'' Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Elena terpaksa memberikan pujian dan senyuman pada Manse.


''Wah, hebat sekali Manse. Apakah katak yang kamu buat sudah selesai.?''


''hmm. Aku sudah selesai, aku membuat katak untuk Kaka,Ayah,paman dan bibi.''


''Aku sudah menaruhnya di meja kerja ayah.''


''Tadi bibi datang jadi aku memberikannya pada bibi.''


Manse menceritakan tentang katak kertas yang dibuatnya sudah diberikan pada orang yang ingin dia kasi.


Sekarang dia bingung kemana harus mencari katak yang kertas nya adalah surat perjanjian nya dengan Shaka.


Kalau sampai ada yang tahu isi dari surat itu, tamatlah riwayatnya bersama Shaka. Dia membayangkan jika surat itu sampai di tangan tuan Randy dan istrinya maka tamatlah riwayatnya bersama Shaka. mereka akan di kirim ke penjara karena membohongi banyak orang.


''a... tidak-tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku harus bagaimana.Milik siapa duluan yang harus ku ambil.?''


Elena mencari cara untuk bisa mendapatkan salah satu katak yang berisi surat itu.


''Pertama aku harus mengambil katak dari ruang kerja, iya ruang kerja.'' Elena langsung berlalu menuju ruang kerja Shaka.


Dia mencari di meja kerja nya, tapi tidak menemukan katak itu.


''Di mana dia menyimpannya.?''


''Mungkin di sofa.''


Dia mencari di seluruh ruang kerja Shaka tapi tidak menemukan katak yang katanya di letak di ruang kerja.


Elena masih mencoba mencari kembali di meja kerja Shaka, dia menggeser beberapa buku yang ada di sana.


Shaka yang sudah pulang kantor mengejutkan Elena yang sedang di ruang kerjanya.


''Apa yang kamu lakukan di sini.?''


Elena menjawab terbata-bata.


''A.. aku hanya memeriksa buku yang ada di mejamu. Ternyata kamu rajin memeriksa tugas anak-anak.''


''Ck.''


''Mereka anakku, jadi aku harus tetap memeriksa tugas -tugas mereka.'' jawab Shaka.


''Berhubung kamu pulang cepat hari ini, aku akan menyiapkan makan malam.'' Elena meninggalkan ruangan Shaka.


Elena yang tadi akan menyiapkan makan malam bukan di dapur justru di kamar. Dia masih berpikir keras dimana Manse meletakkan katak untuk Shaka.

__ADS_1


''Bukannya mau menyiapkan makan malam.?'' Elena di sadarkan oleh suara Shaka.


''Iya, ini aku akan segera menyiapkannya.'' sambil melihat ke arah Shaka yang berjalan ke meja kerja yang ada di kamar mereka.


''Apa ini.?'' Dia melihat bentuk katak dan ada tulisannya untuk ayah.


Shaka senyum melihat Hadian yang dari Manse. Dia berjalan hendak menemui Manse.


Elena yang melihat itu langsung menyerang Shaka. Dia mencoba mengambil katak yang ada di pegang Shaka. Tapi Shaka langsung meninggikan tangannya ke atas sehingga Elena tidak bisa mengambilnya.


''Apa yang kamu lakukan.?'' tanya Shaka.


''Berikan itu padaku.''


''Ini di kasi untukku , kenapa aku harus memberikannya padamu.?''


Elena memaksa mengambil sendiri kertas di tangan Shaka. Dia terus mendorong Shaka sampai akhirnya kaki Shaka tidak kuat menahan dorongan Elena.


Shaka terjatuh dan hal tidak di inginkan pun terjadi. Elena jatuh tepat di tubuh Shaka yang menyatukan bibir mereka.


Itu membuat mereka kelihatan seperti sedang berciuman.


Mereka di kejutkan dengan kehadiran Manse di sana.


''Ayah.''


''Oh Manse, ada apa.?'' Shaka buru-buru berdiri dan menghampiri Manse.


Dia langsung membawa Manse keluar kamar.


''a.. Dasar bodoh..'' Elena menyalahkan bibirnya dan memukul bibirnya.


Dia yang merasa sial kenapa dia bisa jatuh seperti itu.


''Semua karena katak sialan ini.'' ucapnya sambil melihat kertas katak yang sudah ada di tangannya.


Elena segara membuka dan ini bukan kertas yang dia cari.


''Apa yang harus ku lakukan. Bagaimana caranya agar aku bisa datang ke rumah tuan Randy.?''


''Itu akan menjadi hal aneh yang pernah ada di dunia ini. Mereka pasti tidak mengijinkan aku masuk.''


Elena berbicara dengan diri sendiri.


Elena memutuskan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Dia harus menyiapkan telinganya Shaka akan marah padanya.


...***...

__ADS_1


Waktunya makan malam, semua anggota keluarga duduk di kursi masing-masing sambil menikmati makan malam yang di sajikan.


...****************...


__ADS_2