
''Kenapa kamu bisa datang ke sini.''
''Aku kan sudah melarang mu mengunjungi ayahku.''
''Ada apa dengan menikah. bukannya kamu menolak.?''
''Ayahku akan terus menanyaiku.''
Elena berbicara panjang lebar pada Shaka. Dia benar-benar bingung dengan apa maksud Shaka bisa datang menjenguk ayahnya.
''Aku setuju menikah denganmu.'' ucap Shaka membuat Elena terkejut.
''Apa.Kenapa mendadak menyetujui nya. Kalau kasian dengan ayah tidak usah, aku bisa mengatasinya nanti.'' ucap Elena.
''Aku setuju menikah tapi hanya 6 bulan. Sesuai permintaan awal kamu hanya bilang 6 bulan, ayok kita lakukan.''
''Benarkah.?''
''Iya aku hanya perlu 6 bulan, sebelum itu kita harus melakukan perjanjian hal-hal yang tidak boleh di lakukan.'' Ucap Elena.
Dia begitu senang mendengar Shaka mau menikah dengannya selama 6 bulan. Elena tidak memikirkan kemungkinan akan lebih dari waktu yang di tentukan itu.
Mereka hanya butuh 6 bulan. Walau ini salah tapi ini demi kebaikan ayah dan pamannya agar tidak terlalu memikirkan masa depan mereka.
''Kita akan menikah pada hari ulang tahunmu.'' ucap Shaka.
''Apa.. itu terlalu cepat, ulang tahunku 3 hari lagi.''
''Bagaimana dengan persiapan pernikahan. Tidak - tidak , kita bisa melakukannya seminggu lagi. Kita harus mempersiapkan semuanya. Aku hanya ingin menikah sederhana tapi tetap aja itu butuh waktu.'' ucap Elena.
''Aku sudah setuju menikah denganmu. setelah ini aku yang akan mengurus semuanya.''
''Dalam 3 hari kita akan menikah. Mulai besok kamu tidak usah masuk kantor lagi. Sebaiknya kamu datang ke rumah untuk bertemu dengan anak-anakku.''
''Baiklah. Besok aku akan ke rumahmu untuk bertemu mereka.''
''Apakah ada keluarga yang ingin kamu undang?'' tanya Shaka.
''Tidak, aku hanya punya ayah dan teman-teman kantor.''
''Kalau begitu aku pulang dulu, ingat 3 hari lagi kita menikah.''
''Makasih sudah mau membantuku.''
''Tidak masalah, kita saling membutuhkan jadi tidak perlu berterima kasih.''
Setelah itu Shaka berdiri dan berjalan keluar dari rumah sakit di ikuti oleh Ken.
...***...
''Ken segera urus pernikahan ini. Sesuai permintaan paman sebelum ulang tahun perusahaan aku bisa menikah ''
''ck.''
''Takdir macam ini, bisa kebetulan pas seperti ini.'' ucap Shaka.
Shaka berdecak karena waktu pernikahan yg di minta ayah Elena 3 hari lagi, bertepatan dengan waktu yang di minta pamannya.
''Baik tuan.''
__ADS_1
Shaka dan Ken melanjutkan perjalanan mereka menuju kantor. Setelah ini Ken akan sangat di sibukkan dengan urusan tuan nya.
...***...
Hari ini adalah hari pertama Elena datang ke rumah Shaka.Dia sengaja datang setelah jam pulang sekolah agar bisa bertemu dengan anak-anak Shaka.
Evan, Hana dan Manse duduk di ruang keluarga. Mereka sudah di berita tahu akan kedatangan calon ibu mereka yang baru.
Evan dan Hana memasang muka tidak senang akibat ayahnya menikah lagi.
berbeda dengan Kaka dan abangnya Manse justru sangat senang. Dia mengakui dia benar-benar menyukai Elena.
''Halo anak-anak.''
''Perkenalkan aku Elena, hari ini kita akan main bersama.'' ucap Elena kikuk.
Elena merasa sangat kaku apalagi melihat reaksi anak pertama dan kedua Shaka. Tapi dia tidak boleh menyerah, dia akan berusaha membuat mereka menyukainya.
''Anak-anak silahkan sapa Kaka Elena.'' Ucap pak Mul asisten rumah tangga di rumah Shaka.
''Namaku Evan.''
''Namaku Hana.''
''Namaku Manse.''
''Senang bertemu dengan mu kak.'' ucap mereka secara bersamaan.
Anak-anak Shaka bukan lah anak yang bandal, mereka tetap patuh dan bisa di ajar. Elena berpikir dia bisa melakukan hal terbaik untuk mendapatkan hati mereka.
''Kalian mau bermain dengan Kaka. Kaka akan mengikuti kalian apapun yang kalian inginkan.''
''Aku akan belajar di kamar, tidak perlu ikut bermain.'' ucap Evan.
''Aku lagi ngerjain pr, bermain dengan Manse saja.'' ucap Hana.
Evan dan Hana terlihat sangat dingin, tapi sebenarnya mereka adalah anak yang baik.
''Nona, saya akan menunjukkan semua ruangan yang ada di rumah ini.''
''Mari ikut saya nona.'' Pak Mul mengajak Elena.
Sebelum berangkat ke kantor Shaka sudah memberitahukan pada pak Mul kedatangan Elena hari ini.
Pak Mul menjelaskan pada Elena semua ruangan yang ada di rumah termasuk kamar anak-anak dan kamar utama.
''Ini adalah ruangan nyonya Mitha, tidak ada yang boleh masuk keruangan ini. inilah sebabnya ruangan ini di kunci.''
Elena mengangguk tanda mengerti perkataan pak Mul.
Setelah selesai berkeliling rumah Shaka. Elena menemani Manse bermain.
Dia membuat minuman dan cemilan untuk mereka bertiga.
''Manse, ini minum dan cemilannya.Di makan ya.''
''Evan Kaka buat minum dan cemilan, silahkan di makan sambil belajar ya.''
''Hana.''
__ADS_1
''Aku tidak mau, jangan masuk.'' Hana langsung kesal mendengar suara Elena dari luar.
Elena tetap masuk.
''Hana, Kaka buat minum dan cemilan , nikmatilah sambil belajar.''
setelah itu Elena tidak mau berlama -lama, dia langsung keluar.
Manse di anak bungsu paling senang bermain dengan Elena. Mereka pun bermain sampai Manse kelihatan lelah dan akhirnya tertidur.
Elena bingung mau melakukan apa. akhirnya dia berkeliling di rumah Shaka. mulai dari dalam sampai keluar rumah.
Rumah Shaka yang sangat luas dan mewah membuat dia bergidik ngeri. Sebanyak apakah kekayaan Shaka.
Elena sibuk merenung di taman belakang rumah Shaka. Dia di kejutkan oleh pak Mul.
''Nona, tuan sudah pulang dan sedang mencari nona.''
''Hah. baik pak saya akan ke sana.'' ucap Elena dan bergegas masuk ke dalam rumah.
''Bagaimana dengan anak-anak.'' tanya Shaka ketika melihat Elena dari pintu.
''Manse sedang tidur, Evan dan Hana aku tidak berani mengganggu nya. Sepertinya mereka tidak menyukaiku.''
''Itu hal biasa, kamu harus bisa mengambil hati mereka.''
''Aku akan berusaha '' jawab Elena.
''Aku ingin mengatakan sesuatu. bisakah kita ke ruang kerja atau di tempat yang tidak ada orang mendengar.?''
Shaka membawa Elena ke ruang kerja nya.
''Aku mau kamu menandatangani surat ini. ini adalah hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan.''
Shaka melihat kertas yang di berikan Elena lalu membacanya.
''Ini tidak benar. Aku juga tidak akan melakukan kontak fisik dengan mu. Lagian ini bukan surat perjanjian ini adalah tulisan anak SD. '' Shaka berucap karena perjanjian yang di buat elena hanya sebatas poin yang tidak boleh di lakukan.
''Baiklah, kita akan membuat surat perjanjian yang benar.''
''Kamu ketikkan lah, aku akan menyebutkan poin-poinnya.''
''Kamu pihak pertama dan aku pihak kedua.''
''Bukannya laki-laki yang menjadi pihak pertama.?'' tanya elena sewot.
''Kamu yang membuat ide menikah maka kamu adalah pihak pertama.'' tegas Shaka.
''Ah baiklah, sama aja asal kamu tidak membuat poin-poin nya semua menguntungkan dirimu.''
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya surat itu telah di tandatangani oleh mereka berdua.
suratnya di buat 2 lembar masing-masing mereka menyimpan 1.
''Jangan sampai ada orang yang tau soal surat perjanjian ini. Kamu harus menyimpannya dengan baik.''
''Aku tau, aku akan menyimpannya di tempat aman.''
...****************...
__ADS_1