
Shaka di kejutkan dengan kehadiran Ken asistennya.
Tok..tok..
'' Permisi Tuan, Saya di hubungi oleh nona Elena. Meminta untuk mengosongkan jadwal anda minggu depan.'' Ucap Ken membuat Shaka mengerutkan keningnya.
'' Dia menghubungimu.?'' Tanya Shaka dingin.
''Benar tuan, jadwal tuan di hari itu sudah saya kosongkan dan di double ke hari berikutnya.''
''Ini jadwal tuan untuk Minggu depan.''
''hah.''
'' Padahal aku sudah memintanya untuk tidak menghubungimu, tapi dia lebih memilih menghubungimu dari pada mengingatkan aku soal jadwal itu.'' Ucap Shaka menahan suaranya.
'' Maaf tuan.'' Ken ingin Shaka mengulangi ucapannya.
''Ah.. tidak-tidak, baiklah Ken terima kasih untuk jadwal nya.'' Ucap Shaka cepat.
''Baik tuan, permisi.'' Ken keluar dari ruangan shaka.
Shaka yang masih belum terima dengan perlakuan Elena akhirnya menurunkan egonya. Dia menghubungi Elena.
''Apa yang sedang kamu lakukan.?''
''Aku sudah melarang mu menghubungi Ken tapi kenapa kamu lebih memilih menghubungi dia di banding aku.?''
''Ken itu asistenku, bukan assisten kamu.''
Tanpa menunggu jawaban dari Elena Shaka langsung memutuskan panggilannya.
Tut..
Shaka tersenyum mengingat Elena pasti memasang wajah cemberutnya.
Sadar dirinya sedang tersenyum Shaka langsung geleng kepala.
''Apa yang sedang kulakukan.?'' ucapnya lalu melihat foto istrinya yang ada di meja kerjanya.
Di memandangi foto itu dengan tatapan sedih,marah yang dia nggak bisa luapkan.
''Aku tidak bisa memaafkan mu.''
''Aku lebih memilih memaafkan mu ketika pergi dengan pria lain, tapi tidak dengan ini. Kamu tega tanpa sepatah katapun pergi meninggalkan luka yang dalam untukku dan anak-anak.''
Shaka menarik nafas panjang. Dia mencoba untuk mengembalikan suasana hatinya.
Shaka memilih untuk kembali melanjutkan memeriksa berkas-berkas di mejanya.
...***...
Elena dan anak-anak sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Ponsel Elena berdering Shaka memanggil, dia langsung menerima panggilan itu.
''Halo ada apa mas tumben kamu nelpon jam segini.''
''Aku lagi di jalan pulang sama anak-anak.''
__ADS_1
Elena menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga nya, suara Shaka yang sedikit meninggi memarahinya karena menghubungi Ken.
''Halo.''
''Halo mas.''
''Cih dasar aneh. Nelpon tiba-tiba, matiin juga tiba-tiba.''
perjalanan mereka masih terbilang lama karena baru 5 menit dari sekolah. Elena mengajak anak-anak untuk istirahat di dalam mobil.
...***...
Pernikahan Shaka dan Elena sudah memasuki bulan ke 3. Mereka menikah sah tapi tidak ada yang tau kalau pernikahan itu pernikahan kontrak.
Sudah 3 bulan sah menikah, Shaka belum juga mendaftarkan pernikahannya. Shaka merasa tidak perlu mendaftarkan pernikahannya karena mereka menikah hanya 6 bulan.
Setelah 6 bulan dia tidak tau apa yang akan terjadi. Selama menikah dengan Elena, Shaka merasa Elena sudah banyak berkorban dan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Shaka merasa bersalah pada Elena karena dunia Elena berubah total. Elena tidak pernah keluar menemui teman-temannya.
Bahkan Shaka tidak pernah mengajaknya keluar baik sekedar makan malam.
Shaka berpikir akan lebih baik untuknya jika mengajak Elena keluar makan malam berdua.
Jadwal rapat Shaka hari ini selesai lebih awal. Dia memutuskan untuk langsung pulang agar bisa menghabiskan waktu lebih banyak di rumah.
''Ken kita langsung pulang sekarang.'' ucap Shaka
''Baik tuan.''
Shaka dan Ken berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan. Mobil keluar dari gedung perusahaan.
Ken merasa Shaka sudah mulai banyak berubah. Jam pulang kantor sekarang sudah lebih cepat. Dia sadar Shaka sudah banyak berubah sejak ada Elena di kehidupannya.
Nona Elena benar-benar membawa aura positif yang baik di keluarga ini. Ken bergumam sendiri sambil fokus menyetir.
Shaka berpesan pada Ken untuk langsung pulang, karena dia akan membawa mobil sendiri.
''Ken kamu pulang aja, aku akan mengajak Elena keluar. Biarkan aku bawa mobil sendiri.''
''Baik tuan.'' Ken akhirnya pamit langsung pulang.
Ken berencana akan ke rumah sakit menjenguk kakaknya.
Shaka masuk ke rumah dan di sambut oleh pak Mul, melihat rumah sedikit sepi dia bertanya keberadaan anak-anak dan juga Elena.
''Pak Elena dan anak-anak belum pulang.?''
''Sudah tuan, anak-anak sedang di kamar masing-masing. Nona Elena juga di kamar tuan.''
''Baik pak Mul, malam ini aku ingin mengajak Elena keluar. Tolong bantu anak-anak menyelesaikan tugasnya '' ucap Shaka.
''Baik tuan.''
Shaka berjalan menuju kamarnya untuk menemui Elena.
Di dalam kamar Elena masih sibuk mencari hadiah terakhir Manse yang masih menjadi misteri baginya.
__ADS_1
Surat itu benar-benar hilang tapi sudah mencari kemana-mana tetap tidak bisa menemukan.
Suara Shaka membuat dia kaget.
''Kamu cari apa.?''
''Mas... kamu membuatku kaget.'' Ucapnya sambil memegang dadanya.
''Tidak.. aku sedang mencari anting. Iya antingku sepertinya jatuh di sini tapi aku tidak bisa menemukannya.'' ucap Elena mencari alasan.
''Aku akan membantumu mencari, anting seperti apa.?''
''Nggak usah mas, nanti aku cari sendiri aja.'' Elena mencari alasan untuk menghindari Shaka membantunya.
Shaka mulai curiga, sikap aneh Elena mencari sesuatu yang hilang seperti nya belum selesai.
''Baiklah kalau begitu.''
''Aku ingin mengajakmu makan malam di luar.''
''Hah..?''
''Aku belum pernah membawamu keluar, jadi aku akan mengajaknya malam ini. Terserah kamu mau kemana.''
''Benarkah.?''
''Hm.''
''Bagaimana dengan anak-anak.?''
''Aku sudah menitip pesan pak Mul untuk menemani mereka.''
''Hm.. baiklah aku yang memilih tempatnya.''
''Aku akan mengajak kamu makan di suatu tempat yang sederhana tapi makanannya juara.'' Ucapnya sambil memberikan jempolnya pada shaka.
''Terserah, kamu siap-siaplah.''
Elena kemudian pergi dari hadapan Shaka untuk mulai bersiap-siap makan malam di luar.
Elena sibuk dengan warna dan model pakaian di tangannya. Dia bingung harus pakai yang mana.
Dia berjalan hendak meminta pendapat Shaka, tapi dia kembali ke lemari. Dia memutuskan untuk memilih sendiri pakaian yang akan dia pakai.
Selepas Elena pergi Shaka mencoba membantu Elena mencari anting yang hilang.
Dia mencari di bawah meja dan lemari yang ada di ruangan kerja itu.
Dia berusaha mencari sesuatu yang mungkin ada di bawah kolong lemari besar itu.
Dia sampai rela berjongkok di lantai untuk melihat kemungkinan ada sesuatu di bawah lemari besar yang ada di sana.
Tak berapa lama Shaka menemukan sesuatu di bawah lemari itu. Dia mencoba menggapainya sampai berada tepat di depannya.
Shaka tidak yakin jika Elena mencari anting yang hilang.
Kecurigaannya tidak salah bahwa elena kehilangan sesuatu yang berharga. Beberapa hari bertingkah aneh seperti kehilangan sesuatu.
__ADS_1
Shaka berpikir kenapa harus gelisah dan berhari-hari mencari benda ini. Dia baru sadar kalau ini adalah..
...****************...