
Rencana Elena yang menginap di rumah sakit bersama ayahnya sendiri gagal. Tadinya Elena tidak ingin kalau Shaka ikut bersamanya.
Elena sudah menghubungi Ken, karena Elena ingin menanyakan sesuatu pada Ken.
Dia harus membatalkan pertemuan diam-diamnya dengan Ken pada Shaka.
Elena nggak mau jika Shaka mengetahui hal yang sedang dia ingin tau.
Shaka dan Elena berangkat ke rumah sakit di antar oleh supir Shaka.
Di tengah perjalanan Shaka ingin mampir ke sebuah restoran untuk makan malam bersama Elena.
''Pak, kita mampir ke restoran xx.'' Titah Shaka.
''Baik tuan.''
''Kita makan malam dulu. Kamu kan belum makan malam.'' Ucap Shaka pada Elena seolah-olah Shaka tau maksud tatapan Elena.
Elena hanya merespon dengan anggukan.
Setelah menikmati makan malam mereka langsung menuju rumah sakit.
...***...
''Ayah aku kembali.'' Ucap Elena girang sambil mendekati ayahnya.
''Ayah, bagaimana keadaan ayah.?'' Tanya Shaka dari belakang Elena sambil membawa koper.
Ayah Elena merasa kaget atas kedatangan putri dan menantunya.
''Ayah kami akan menginap untuk menemani ayah di sini.'' Ucap Elena.
''Kamu tidak perlu melakukan itu, bagaimana dengan cucuku?''
''Mereka baik-baik saja ayah, ada pak Mul yang akan menjaga mereka.''
''Ayah tidak perlu kwatir soal anak-anak, kami akan tetap memantau mereka walau kami di sini menemani ayah.''Ucap Shaka meyakinkan ayahnya.
Ayah Elena mengangguk tanpa menolak lagi kedatangan mereka.
Kini keadaan ayah Elena bisa dikatakan baik tapi mengingat ucapan dokter beberapa bulan lalu membuat Elena sedikit kwatir.
Dia memutuskan untuk menemani ayahnya. Dia tidak ingin hilang kesempatan momen bersama ayahnya.
Waktu yang di sebutkan dokter tinggal beberapa bulan lagi, Elena ingin menghabiskan waktu bersama ayahnya.
Walau ayahnya belum bisa di bawa pulang ke rumah, tidak masalah baginya menghabiskan waktu di rumah sakit dengan ayahnya.
Setelah 1 jam mengobrol dan sambil bermain catur. Mereka kedatangan seseorang.
''Ken.'' Ucap Shaka kaget melihat Ken ada di depan pintu ruangan ayah mertuanya.
Ken pun ikut terkejut melihat keberadaan tuannya di sana. Elena mengatakan padanya ingin menemuinya di rumah sakit karena dia akan menginap di rumah sakit.
__ADS_1
Ken tidak menyangka akan melihat tuannya di sana.
''Selamat malam tuan.'' Sapanya.
''Ada perlu apa Ken datang ke sini malam-malam.'' Tanya Shaka curiga.
''Maaf tuan ,saya sedang menjenguk Kaka saya. Jadi sebelum pulang saya ingin melihat ayah nona.'' Bohong Ken.
''Bagaimana keadaan anda tuan.?'' Tanya Ken pada ayah Elena.
''Aku baik-baik saja nak. Terima kasih sudah sering datang menemui ku.''
''Kuharap kakakmu bisa segera pulih, aku sangat prihatin melihat keadaannya seperti itu.
''Kamu harus tetap sabar dan kuat menjaganya.'' Ucap ayah Elena pada Ken.
''Terima kasih tuan. Semoga anda juga selalu sehat.'' Balasnya.
Ayah Elena terlihat begitu dekat dengan Ken membuat Shaka merasa di abaikan. Karena sejak Ken datang ayah Elena lebih banyak mengobrol dengan Ken.
Elena yang gelisah mencoba menenangkan dirinya, karena Ken sudah membantunya dengan tidak menyebutkan namanya pada saat Shaka bertanya.
Elena bisa melihat Shaka sudah kembali memasang wajah datarnya.
''Ayah sudah malam, ayah sebaiknya istirahat.'' Ucap Elena.
Mendengar ucapan itu membuat Ken merasa bahwa dia harus pamit. Dia berpikir itu adalah tanda Elena ingin dia kembali.
''Sebaiknya tuan istirahat sekarang. Saya juga akan kembali sekarang.''
''Selamat malam.'' Ucap Ken.
Selepas Ken keluar dari ruangan ayah Elena, Shaka pamit keluar sebentar pada Elena.
''Aku akan keluar sebentar.'' Ucapnya lalu beranjak keluar dari ruangan itu.
''Ken..''
Shaka memanggil Ken yang belum jauh dari ruangan itu. Ken berhenti lalu membalikkan badan untuk melihat Shaka yang sedang memanggilnya.
''Ya tuan.''Jawabnya.
''Ken aku merasa kamu tau kalau Elena hari ini ingin menginap di rumah sakit. Apakah aku salah?'' Tanya Shaka menelisik.
''Maaf tuan, saya benar-benar tidak tau kalau tuan dan nona ada di rumah sakit malam ini.''
''Saya sedang menjenguk kakak saya, lalu ingin mampir sebentar bertemu ayah nona.'' Ucap Ken menjelaskan.
''Baiklah Ken, kuharap apa yang kamu katakan itu benar.''
Shaka langsung meninggalkan Ken yang sedang berdiri di depannya.
Shaka merasa ada sesuatu yang tidak beres, bukan kebetulan yang di sengaja Elena ngotot ingin menginap di rumah sakit sendiri.
__ADS_1
Masih untung Shaka menemani Elena di rumah sakit, kalau tidak mungkin Ken dan Elena sudah berbincang berdua.
...***...
Elena semakin kwatir karena Shaka pamit keluar. Itu artinya dia pasti ingin menemui Ken.
''Semoga Ken tidak memberitahukan bahwa akulah yang mengundangnya datang.'' Ucap Elena dalam hati.
''Nak, ayah juga ingin cucu dari kamu. Apa kamu tidak membicarakannya dengan Shaka.?'' Tanya ayah Elena tiba-tiba.
Elena yang di tanya dengan pertanyaan itu langsung terkejut. Dia merasa sudah sangat jahat membohongi ayahnya dengan pernikahan ini.
Ayahnya yang menginginkan cucu darinya. Itu hal yang tidak mungkin. Selama menikah kontrak dengan Shaka dia tidak pernah di sentuh karena mereka membuat perjanjian tidak akan ada kegiatan mesra apalagi ranjang.
''Ayah, aku belum membicarakannya dengan mas Shaka. Elena belum ingin memiliki anak ayah. Elena ingin fokus pada Evan, Hana dan Manse.''
'' Lagian aku mau fokus pada kesehatan ayah dulu.'' Ucap Elena.
''Ayah sudah tidak memiliki banyak waktu. Ayah hanya ingin melihat putriku memiliki kebahagiaan yang utuh.''
Mendengar ucapan ayahnya, Elena langsung menghampiri ayahnya dan memeluknya.
Elena tak kuasa menahan air matanya, di saat kondisi ayahnya yang masih belum pulih. Ayahnya justru memikirkan kebahagiaannya.
''Ayah, Elena sekarang sudah bahagia.''
''Mas Shaka memperlakukan Elena dengan baik. Anak-anak juga sudah menerima Elena. Jadi Elena sudah bahagia.''
Elena melepaskan pelukannya.
''Elena hanya berharap ayah sehat dan bisa kuat.'' Ucapnya sambil menghapus air mata ayahnya yang juga menetes di pipinya.
''Ayah jangan menangis, Elena akan sangat sedih jika ayah seperti ini.''
''Maafkan ayah nak.'' Ucapnya lirih.
''Untuk apa ayah minta maaf?''
''Elena yang minta maaf. Elena belum bisa membuat ayah bahagia.''
''Maafin Elena ayah.'' Ucapnya sambil memeluk ayahnya kembali.
''Kamu tidak salah nak. Ayah senang dan bahagia melihat putriku sekarang sudah mendapatkan suami yang baik.''
''Ayah doakan kamu selalu bahagia nak.''
''Sayangi anak-anak suamimu seperti anakmu sendiri.''
''Mereka berhak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kalian berdua.''
Elena mendapatkan wejangan dari ayahnya. Elena sadar bahwa ayahnya sangat menyayangi anak sambungnya.
Elena merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan untuk membohongi ayahnya.
__ADS_1
Dibalik kebohongan yang dia ciptakan dia merasa bersyukur karena bertemu dengan sosok Shaka. Shaka memperlakukan dia dengan sangat baik saat ini.
...****************...