Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Shaka menyelidiki Ken


__ADS_3

''Ken tolong urus Rapat sore ini, aku ingin pulang lebih awal.'' Shaka menghubungi Ken.


''Kita ke kantor istriku.'' Ucap Shaka pada supirnya.


Shaka memutuskan untuk tidak kembali ke kantor, dia ingin meredakan emosinya karena bertemu Mitha.


Dia ingin menemui Elena.


*


*


''Hai sayang..'' Sapaan manis untuk Elena. Dia langsung mendekati Elena yang terkejut melihat Shaka sudah ada di depannya.


Shaka memeluk lalu menciumi Elena. Walau Elena melarang tetap saja Shaka menciuminya. Dia


mengabsen semua Wajah Elena dan terakhir di bibir ranum Elena.


Elena menghentikan Shaka karena takut ada asistennya. dia akan sangat malu kalau ketahuan sama asistennya sedang bermesraan dengan Shaka.


''Mas, kita di kantor loh.''Ucap Elena memeluk dan mengecup bibir Shaka.


''Ayok mas, kita duduk dulu. Kamu udah makan siang.?'' Tanya Elena lembut.


''Aku tidak lapar.'' Shaka langsung tidur di paha Elena.


''Kamu sedang mikirin apa mas. Kamu Kok seperti bayi sih, aku siap mendengar ceritamu mas.''Elena penasaran dengan suaminya. Dia mengelus wajah suaminya yang kelihatan seperti banyak beban.


''Sayang, apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalin aku dan anak-anak.'' Ucap Shaka tiba-tiba.


Elena hanya menganggukkan kepala dan tersenyum menjawab ucapan Shaka. Entah kenapa rasanya dia sangat sedih atas permintaan Shaka.


''Aku baru saja bertemu dengan Mitha.'' Shaka masih dengan posisi tidur di paha Elena. Dia melihat dengan jelas ekspresi wajah Elena yang selalu melihatnya.


''Apa semuanya berjalan lancar.? Apa mba Mitha sudah bersedia kembali.?''Tanya Elena penasaran. Wajahnya masih selalu tersenyum pada Shaka.


''Aku tidak bisa menerimanya.''


Deg...


Jantung Elena berdetak kencang mendengar ucapan Shaka barusan.

__ADS_1


''Aku sudah melupakannya. Kini aku sudah memutuskan menaruh dirinya dalam masa laluku bukan masa depanku. Masa depanku saat ini adalah kamu.


''Aku sangat mencintaimu sayang. Jangan pernah pergi dariku.''Ucapnya lalu bangun. Shaka memegang kedua bahu Elena.


''Mulai sekarang jangan pernah mencoba untuk pergi. Kamu adalah istriku, aku tidak akan peduli dengan apa yang terjadi. Aku sudah memilihmu menjadi pendampingku.'' Ucap Shaka tegas dan meyakinkan Elena.


Mendengar ucapan Shaka, Elena langsung memeluknya dengan erat. Betapa hangatnya pria yang sedang di peluknya ini. Dia juga sangat mencintai pria ini, pria yang sudah jadi suaminya beberapa bulan itu. Elena merasa bersalah karena masih membatasi dirinya dari Shaka.


''Mas, aku juga sangat mencintai kamu mas.''Ucapnya masih dalam pelukan Shaka.


Shaka melepaskan pelukannya.


''Aku belum bisa mempercayainya sebelum aku memilikimu seutuhnya.''Jawab Shaka tersenyum, lalu mencium kening Elena.


''Bagaimana dengan pekerjaanmu sayang?'' Tanya Shaka mengalihkan pembicaraan dengan Elena.


''Aku masih mencobanya mas. Tuh asisten kedua kamu ngasi berkas sebanyak ini.'' Ucap Elena mengadu pada Shaka yang kesal karena Amran mengantar banyak berkas ke mejanya.


''Asisten kedua.?'' Tanya Shaka heran.


''Iya, aku pikir dia bekerja untuk kamu,bukan aku. Dia melarang semua yang ingin ku lakukan. Aku hendak pulang tapi dia melarang. Dia menyuruhku memeriksa semua itu.'' Elena menunjuk berkas yang menunjuk di mejanya.


''Haha.'' Shaka tertawa gemas melihat kekesalan Elena.


''Dulu ayahnya bekerja dengan paman, ayahnya mengidap penyakit mematikan dan menitipkan dia pada paman. Sejak remaja dia sudah belajar menjadi asisten paman. Dia adalah orang kepercayaan paman. Kamu juga harus bisa mempercayainya.''


''Dia melakukan itu supaya kamu belajar sayang, bukan untuk membuatmu kesal.''


Shaka tersenyum pada Elena.


''Aku tahu kamu pasti bisa kok. Apa yang kamu inginkan cukup kasi tahu pada Amran. Dia akan mengurus semuanya untukmu.''


''Hmm.. Makasih mas. Aku akan mencoba sebisaku. Aku pikir dia bekerja untukmu.'' Ucap Elena tertawa kecil.


''Baiklah sayang, segeralah selesaikan pekerjaanmu. Aku ingin mengajakmu kencan.'' Ucap Shaka tersenyum.


''Hmm.. Iya mas. Sebentar ya aku akan segera menyelesaikannya.'' Elena mengecup bibir Shaka lalu berdiri dari duduknya menuju ke meja kerjanya.


Shaka menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah istrinya.


''Sekarang kamu sudah berani menggodaku sayang.'' Ucapnya tersenyum lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya.

__ADS_1


''Sayang aku keluar sebentar ya, kamu segera selesaikan pekerjaanmu. Aku akan segera kembali.''Shaka pamit keluar pada Elena.


''Iya aku sudah hampir selesai.''Jawab Elena sambil sibuk dengan berkas yang ada di mejanya.


*


*


''Amran..'' Ken masuk ke ruangan Amran.


''Halo tuan, maaf saya tidak tahu tuan datang.'' Amran langsung berdiri menyapa Shaka.


''Bagaimana hari pertama bekerja dengan istriku.?'' Shaka yang mencari tahu apa yang dilakukan Elena hari ini.


''Nona tidak ingin bekerja tuan, nona ke kantor hanya untuk mengalihkan warisan tuan Andy menjadi atas nama anda.''Jelas Amran yang tidak menyembunyikan apapun dari Shaka.


''Benar-benar ya dia.''


''Jangan pernah membantunya dalam pengurusan pindah nama warisan itu. Biarkan perusahaan ini di kelola istriku. Aku tidak tahu apa tujuannya mengalihkan itu, tapi yang jelas aku tidak akan mau menerima pengalihan itu. Pastikan dia tidak melakukan itu di belakangmu.'' Shaka memberi ultimatum pada Amran untuk membuat Elena menerima warisan itu.


Shaka merasa ada yang aneh dengan istrinya. Dia begitu ngotot untuk mengganti ahli waris. Shaka tidak ingin Elena pergi darinya, jadi dia ingin Elena yang mengurus perusahaan pamannya.


''Baik tuan, saya akan mencoba sebisa saya agar nona bisa betah mengelola perusahaan ini.'' Janji Amran pada Shaka.


''Apa yang terjadi dengan Mitha? Bukankah kalian sudah bertemu dengannya waktu itu. Kenapa kalian tidak melaporkan apapun padaku.'' Shaka sedikit kesal pada Amran.


''Maafkan saya tuan, saya rasa Ken lebih baik melaporkan pada tuan.'' Jawabnya sedikit grogi karena jelas jelas Ken yang melarangnya.


''Amran, tolong selidiki Ken, apa yang sebenarnya terjadi antara Ken dan Mitha. Aku ingin kamu segera mencari tahu semua tentang Ken.''


''Aku percaya padanya selama ini, tapi aku merasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Terutama tentang Mitha. Segera selidiki dan beritahukan padaku.'' Shaka memberi perintah pada Amran untuk menyelidiki Ken.


Ken di rekrut menjadi asistennya karena dari beberapa pelamar hanya Ken yang mampu dan lolos saat di tes langsung oleh Shaka. Ken sangat cekatan dan riwayat pekerjaan dan pendidikannya sangat bagus.


Awalnya Shaka ragu kenapa Ken bisa melamar menjadi asistennya, kalau saja dia ingin dia pasti akan di terima di perusahaan luar negeri.


Shaka yang tidak merasa ada yang aneh dengan alasannya pun langsung tertarik pada Ken. Itulah kenapa Ken sampai sekarang menjadi asistennya. Dia sangat mempercayai Ken karena Ken bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


''Baik tuan, saya akan segera menghubungi anda.'' Balas Amran.


''Aku akan kembali, terima kasih atas bantuanmu. Aku titip istriku padamu, jangan sampai hal seperti hari ini terjadi.'' Shaka keluar dari ruangan Amran kembali menemui istrinya yang tengah sibuk dengan berkas di mejanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2