
''Ayok kita menikah.!''
Elena tiba-tiba mengajak Shaka untuk menikah.
Bukan hanya Shaka, Ken juga terkejut sampai Ken berhenti mendadak. Untung tidak ada kendaraan lain yang menabrak dari belakang. Jika tidak kecelakaan pun tidak terelakkan.
''Apa..Kamu pikir menikah itu mudah.?''
''Iya , aku tau tidak mudah. Makanya kita harus melakukan nya bersama.'' Ucap Elena.
''Tidak, aku tidak mau menikah denganmu.!''
Shaka menolak ajakan Elena untuk menikah. Sejujurnya dia masih sangat mencintai istri pertamanya.
Dia berpikir istrinya meninggal, sehingga dia tidak pantas untuk bahagia dengan wanita lain. Dia belum pernah berpikir akan mengganti posisi istri pertamanya untuk wanita lain.
Elena yang mendengar penolakan itu pun berpikir keras untuk alasan yang harus di katakan pada Shaka.
''Ayok menikah , hanya 6 bulan. iyaa ayok kita lakukan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan kita bisa berpisah kembali.''
''Kumohon menikah lah denganku.''
Elena tidak berpikir apakah ajakan ini menggambarkan bahwa dia wanita murahan atau apalah yang di pikirkan Shaka. Dia hanya perlu Shaka bersedia menikah dengan nya.
Melihat reaksi dari Shaka membuat Elena langsung diam, dia sadar apa yang telah dia lakukan sudah salah. Dia memutuskan untuk diam seribu bahasa selama perjalanan.
Mobil berhenti tepat didepan kantor Elena. Dia pun keluar untuk kembali melanjutkan pekerjaannya sampai sore.
''Terima kasih sudah mengantar.''
ucap Elena dengan lemas.
''Oh ya kamu gak perlu datang mengunjungi ayahku. nanti aku katakan saja belum sempat berkunjung.''
Melihat itu Shaka hanya diam,mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
''Tuan, apa yang harus tuan lakukan.?''
''Kenapa tuan tidak menerima ajakan nona Elena.?''
''Ken bagaimana aku bisa menikah, aku belum melupakan Mitha.''
''Tapi nona Elena meminta anda untuk menikah selama 6 bulan.'' jelas Ken.
''Ken cari tau kenapa dia meminta menikah selama 6 bulan, apa yang dia sembunyikan dari ku.?''
''Tuwn, ayah nona Elena sakit parah. Dokter mengatakan waktunya hanya sampai 6 bulan lagi.''
''Sebelum bertemu tuan, nona Elena mampir ke ruangan saya untuk mengatakan ini. setelah itu saya mencoba mencari tau. Ayahnya di rawat di rumah sakit panti jompo. dan di vonis memiliki tumor, waktunya hanya 6 bulan lagi.''
Mendengar penjelasan Ken, Shaka pun ikut kasihan pada Elena. Mengingat orang tua yang sakit hati siapa yang tidak sedih. Apalagi di vonis sakit parah dan hanya memiliki waktu yang singkat. Setelah memikirkan itu Shaka akhirnya memutuskan untuk menyetujui permintaan Elena.
''Ken putar balik, kita menjenguk ayah Elena sekarang.''
__ADS_1
''Kirimkan beberapa keperluan yang di butuhkan ayahnya di rumah sakit.''
''Baik tuan.'' Jawab Ken sambil senyum.
Ken sadar bahwa tuannya tidak sejahat yang di kira orang di luar sana. Dia tetap memiliki hati yang lembut dan rasa iba.
...***...
Shaka dan Ken telah sampai di rumah sakit tempat ayah Elena di rawat. Mereka sudah menenteng beberapa buah dan hadiah lain untuk ayah Elena.
Setelah mengetahui nomor ruangan ayah Elena mereka pun menghampiri ruangan itu.
''Permisi.'' Ken masuk lebih dulu dan menyapa.
Ayah Elena kaget atas kehadiran dua pria di ruangannya.
''Kalian salah ruangan, aku tidak memiliki anak laki-laki. Aku hanya punya putriku yang cantik Elena.''
''Maaf pak, saya baru bisa berkunjung sekarang, saya sedang banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.''
''Saya Shaka, kekasih Elena.'' ucap Shaka.
''Apa..!''
''Pacar.?''
''uwa putriku yang cantik ternyata tidak berbohong, tenyata dia benar-benar memiliki pria.''
''Aku harus menghubungi putriku.''
''Putriku di mana, Kenapa tidak ada suaranya.?''
''Apakah ponselku sudah rusak.?''
Tingkah ayah Elena sangat memprihatinkan, membuat Shaka dan Elena kaget. Betapa sakitnya hati Elena melihat ayahnya sakit seperti ini.
Ponsel yang katanya itu adalah benda yang dia pegang. Shaka langsung menghampiri Ayahnya dan langsung memberikan ponsel nya pada ayah Elena.
Sebelumnya dia sudah menghubungi Elena.
''Aku sudah menghubungi Elena, silahkan ayah berbicara.'' ucap Shaka dengan lembut.
''Putriku, menantuku datang mengunjungi ku. Kenapa kamu tidak ikut bersamanya.'' Tanya ayah Elena.
''Baiklah, datang lah segera. Menantuku sedang di sini.''
''Putriku akan datang.'' ucapnya senyum bahagia.
...***...
Elena yang mendengar Shaka sedang mengunjungi ayahnya kaget. Dia sudah melarang Shaka untuk menemui ayahnya.
Jika ayah tau itu akan menyulitkan dia. Karena ayahnya akan menuntut untuk melakukan pernikahan.
__ADS_1
''Direktur maafkan aku, aku harus ke rumah sakit ada hal mendesak dengan ayahku.'' Elena meminta ijin pada direktur agar dia bisa pulang lebih awal.
''Baiklah, silahkan.'' Direktur memberi ijin.
Direktur sudah tau jika ayah Elena di rumah sakit. Jadi dia tidak perlu menanyakan lagi alasan nya kenapa harus pulang awal.
Sambil menunggu kedatangan Elena, Shaka dan ayah Elena saling berbincang sambil bermain catur.
Ayah Elena sakit pun tapi tetap mengingat cara bermain catur.
''Menantuku, kapan kamu akan menikahi putriku.?''
''Aku ingin memegang tangannya menuju altar pada hari ulang tahunnya. ''
''kami akan segera menikah paman, paman jaga kesehatan biar nanti bisa mendampingi Elena naik ke altar.'' ucap Shaka.
mendengar kabar itu ayah Elena benar benar bahagia kegirangan. Akhirnya putrinya akan menikah. Hal yang sangat dia tunggu-tunggu akhirnya bisa melihat putrinya memakai kebaya pengantin.
Ayah Elena bercerita semua hal yang dia inginkan. Betapa beruntungnya Elena, semua hal yang di ceritakan ayahnya adalah tentang dia.
Elena yang langsung buru -buru menuju ke rumah sakit akhirnya sampai di ruangan ayahnya.
''Ayah,''
''Putriku, menantuku di sini. dia bilang kalian akan segera menikah. kenapa kamu tidak bilang apa-apa pada ayah.?'
''Me menikah.?'' Elena bertanya sambil melirik ke arah Shaka.
''Iya menikah, menantu Shaka sudah mengatakan akan mengajakmu menikah.''
''Ayah bahagia akhirnya bisa melihatmu menikah sebelum ayah pergi.''
''Ayah, jangan bicara seperti itu. Ayah harus berusaha untuk sehat.'' ucap Elena.
''Menantu Shaka adalah pria yang baik, ayah bisa melihatnya. Jangan lama-lama lagi segera menikah.''
''Bukankah ulang tahunmu sebentar lagi.?''
''Ayah ingat ayah menuliskannya di buku catatan ayah, itu sebentar lagi.''
''Kalian harus menikah.''
ucap ayah Elena sambil menuju laci untuk mengambil catatan ayahnya.
''Ayah, iya itu sebentar lagi. nanti aku akan bicarakan dengan Shaka ayah. Ayah jangan kwatir, Elena akan menikah dengan Shaka.''
''Bukankah ayah terlalu lama berbicara.Ayah sebaiknya istirahat saja, jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak baik.''
Elena membujuk ayahnya agar kembali istirahat, biar gimana pun ayahnya tidak boleh terlalu memikirkan tentang pernikahannya.
Shaka tidak akan menikahinya, dia jelas-jelas menolak ajakan ku. Dia ke sini hanya untuk membalas kalau aku sudah bertemu pamannya.
Setelah ayah Elena istirahat mereka mengobrol serius dan Ken tetap mendampingi mereka.
__ADS_1
...****************...