
Ken telah mengumpulkan para reporter yang sedang menunggu di bawah gedung perusahaan Shaka.
Shaka dan Elena akan melakukan wawancara eksklusif dengan reporter dari berbagai media.
Melihat kedatangan Shaka, para reporter langsung menyerbu Shaka untuk berbagai pertanyaan.
''Tuan Shaka siapa perempuan yang sedang bersama anda di berita hari ini.?''
''Apakah wanita di foto ini adalah wanita yang sedang bersama anda saat ini.?''
''Tuan Shaka apakah anda berkencan dengan gadis dibawah umur.?''
''Bagaimana tanggapan anak-anak tuan Shaka mengetahui ayahnya punya kekasih.?''
Shaka diserbu dengan pertanyaan secara bergantian dari reporter satu dengan reporter yang lain.
Shaka memutuskan untuk menjawab sekaligus pertanyaan para reporter.
''Saya ingin menyampaikan bahwa semua tudingan miring tentang saya hari ini adalah tidak benar.''
''Saya juga ingin mengenalkan pada kalian semua, wanita yang ada di foto itu adalah wanita yang sedang bersama saya saat ini.''
''Saya dan Elena berkencan.''
''Tuan Shaka kenapa Anda harus bertemu secara diam diam dengan seorang wanita jika benar kalian memang berkencan.?''
Mendengar pertanyaan itu membuat Shaka terdiam sejenak. Elena langsung menjawab pertanyaan reporter tersebut.
__ADS_1
''Sebenarnya, kami saling mencintai tapi seperti yang kalian tau, perbedaan saya dan tuan Shaka sangat jauh jadi kami memutuskan untuk berkencan secara diam-diam.''
''Walau sebenarnya tuan Shaka tidak pernah memandang saya rendah, atau melihat kekurangan saya, tapi tetap saja saya meminta dia untuk melakukan ini diam-diam.''
''Tuan Shaka adalah laki-laki terbaik yang saya kenal, dia berusaha untuk menjaga perasaan saya. Itulah yang membuat dia tidak pernah memunculkan saya di publik.''
Mendengar penjelasan Elena semua reporter itu merasa puas. Shaka yang selama ini tidak pernah kena skandal apapun. Dia adalah seorang CEO di perusahaan besar yang memiliki kesan yang sangat baik di kalangan pebisnis dan kalangan masyarakat.
Ken akhirnya mengakhiri wawancara Shaka dan Elena.
''Saya rasa semuanya sudah jelas, kami akan mengakhiri sampai di sini.''
''Permisi.''
Ken membawa Shaka dan Elena naik menuju ruangan Shaka. Untuk menghindari kecurigaan para reporter Elena juga harus bertahan beberapa saat di kantor Shaka.
...***...
Direktur dan beberapa karyawan lainnya sangat terkejut dengan berita wawancara yang mereka tonton.
''Elena berkencan dengan seorang CEO .?''
''Bukannya Elena nggak pernah punya pacar.?''
Di kantor Elena, tidak ada yang percaya bahwa Elena dan Shaka berkencan. Tapi melihat berita hari ini mau tidak mau, mereka harus percaya dengan berita itu.
...***...
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Kirana tersenyum mengejek melihat berita itu. Dia sudah tau kalo ini hanya untuk menyelamatkan Shaka.
''Shaka semoga aja ini benar hanya untuk pura-pura.''
Ucap Kirana pelan.
''Kirana bagaimana ini, Shaka sudah memiliki wanita lain, kamu sudah tidak punya kesempatan lagi.'' Ucap Rendy.
''Rendy.. tidak semudah itu untukku memutuskan, aku akan menunggu sebentar lagi.''
''Jika perlu, aku harus mengatakan perasanku padanya.'' ucap Kirana sambil tertawa kecil.
...***...
''Tuan, bagaimana jadwal anda hari ini, apa di tunda besok atau tetap berjalan.?'' Ken bertanya kepada Shaka.
''Saya akan pulang cepat hari ini, tolong tunda semua jadwal untuk besok.''
Hari ini Shaka akan pulang lebih awal. Mengingat berita yang tersebar hari ini, dia tidak ingin di cerita banyak pertanyaan oleh rekan-rekannya.
''Sepertinya saya sudah bisa kembali, para wartawan pasti sudah bubar.!'' Ucap Elena.
Elena memilih untuk pulang, tapi niatnya di tahan oleh Ken.
''Nona, ada beberapa hal yang perlu nona Elena dan tuan Shaka pelajari, yaitu semua hal pribadi antara Tuan dan nona harus saling tau termasuk kapan mulai berkencan.''
Ken berbicara panjang lebar untuk menyusun rencana agar pura-pura berkencan ini berjalan dengan baik.
__ADS_1
Shaka dan Elena saling menatap.
...****************...