Terpaksa Menikahi CEO Duda

Terpaksa Menikahi CEO Duda
Elena Berduka


__ADS_3

''Ayah.. kumohon bertahanlah.'' Elena memegangi tangan ayahnya dan selalu meminta ayahnya untuk bertahan.


Air matanya tidak berhenti keluar, sungguh sangat hancurnya hatinya melihat keadaan ayahnya kembali drop. Belum lama dia masih melihat ayahnya baik-baik saja.


''Ayah, jangan tinggalin Elena yah. Ayah harus kuat ya. Kumohon bertahanlah demi Elena. Sebentar lagi kita sampai, bertahanlah ayah.'' Elena masih tidak berhenti meminta ayahnya bertahan.


Perawat sudah menghubungi rumah sakit untuk menyiapkan segala peralatan dan dokter yang merawat ayah Elena.


Sesampainya di rumah sakit ayah Elena langsung di tangani beberapa dokter.


''Dokter tolong ayah saya dok. '' Ucap Elena pada dokter sambil mendorong tempat tidur pasien menuju ruang ICU .


''Maaf nona, mohon menunggu di luar. Kami akan melakukan yang terbaik untuk ayah anda.'' Ucap seorang perawat menghalangi Elena masuk ke ruangan tersebut.


Elena bisa melihat dari kaca ruangan itu, ayahnya di pindahkan ke bangsal yang ada di ruangan itu lalu di pasang berbagai selang pada ayahnya.


Elena lemas rasanya nggak sanggup untuk berdiri. Elena mencoba bertahan. Dia harus kuat.


''Ayah pasti kuat. Ayah sudah melewati hal seperti ini.'' Elena berbicara dengan dirinya sendiri untuk menguatkan dirinya kalau ayahnya akan baik-baik saja.


*


*


*


Shaka di kantor masih sibuk dengan pekerjaannya, banyak berkas yang harus di periksa dan tanda tangani.


Kesibukannya buyar ketika ponselnya berdering. Shaka mengerutkan keningnya melihat supir Elena memanggil.


''Hm ya pak.'' Shaka menerima panggilan telepon tersebut.


''Halo tuan, maaf tuan nona sedang di rumah sakit. Tuan besar kembali drop, saat ini sedang di periksa oleh dokter.'' Supir Elena menghubungi Shaka untuk memberitahukan kondisi ayah mertuanya.


Betapa terkejutnya Shaka mendengar kabar itu, dia langsung membayangkan istrinya pasti menangis sedari tadi.


''Baik pak, saya akan segera ke sana.'' Shaka memutuskan panggilan lalu bergegas keluar dari ruangannya menuju rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Shaka terlihat sangat gelisah. Hatinya sangat sakit mengingat istrinya.


''Sayang, kamu harus kuat.'' Ucapnya pelan memohon kepada istrinya untuk kuat dari jauh.


''Sayang...'' Shaka langsung berlalu ke arah Elena. Dia tau betapa sedihnya istrinya.

__ADS_1


Elena yang masih menangis sedari tadi membuat wajahnya pucat dan matanya bengkak. Melihat Shaka datang dia langsung berdiri dari duduknya dan semakin menangis histeris di pelukan Shaka.


''Mas, ayah, tadi ayah masih baik-baik saja bersamaku.''


''Kenapa harus kembali lagi ke sini. Ayah udah senang bisa pulang ke rumah.''


''Ayah harus kuat, ayah nggak boleh ninggalin Elena.''


Elena menangis di pelukan Shaka, dia berbicara terbata-bata membuat Shaka semakin sedih melihat istrinya.


''Sayang , ayah akan baik-baik saja. Percayalah padaku dokter sudah memeriksa ayah. Ayah akan baik-baik saja sayang.'' Ucap Shaka mencoba menenangkan hati Elena.


''Mas.-,'' Pertahanan Elena akhirnya runtuh, dia jatuh dan pingsan. Shaka dengan sigap menangkap tubuh Elena lalu memeluknya.


''Perawat..'' Panggil Shaka pada perawat yang kebetulan lewat dari dekat mereka.


''Tuan, mari bawa nona ke ruangan itu.'' Elena akhirnya di bawa lalu di periksa oleh dokter.


''Tuan, istri anda hanya kecapean karena terlalu lamanya menangis. Biarkan nona istirahat sebentar.'' Ucap dokter yang memeriksa Elena lalu pergi meninggalkan Shaka dan Elena di ruangan itu.


Shaka menciumi kening Elena, berharap istrinya bisa kuat.


''Sayang kamu harus kuat '' Ucapnya seolah Elena mendengar suaranya.


Setelah 20 menit Elena akhirnya kembali sadar. Elena tidak peduli betapa pusingnya kepalanya, dia langsung bangun dari tidurnya dan mengajak Shaka untuk melihat ayahnya.


''Ayok mas, kita liat ayah.'' Ajaknya memaksa Shaka.


''Sayang, kamu juga perlu istirahat, aku akan melihat keadaan ayah. Dokter masih memeriksanya. Kamu juga harus sehat sayang.'' Shaka memeluk Elena dan memohon agar Elena mau menenangkan dirinya terlebih dulu.


''Nggak mas, aku nggak apa-apa. Aku mau lihat ayah.'' Paksanya pada suaminya.


''Baiklah, kita akan ke sana. Sekarang kamu jangan menangis lagi, kita akan ke sana.'' Shaka merapikan rambut Elena yang berantakan dan membawanya ke ruangan ayahnya di rawat.


''Ayah bertahanlah kumohon.'' Ucap Elena dari balik pintu tempat ayahnya sedang di periksa beberapa dokter.


Hampir satu jam dokter di dalam. Elena dan Shaka sudah merasa gelisah. Ingin rasanya Elena masuk ke dalam untuk memastikan keadaan ayahnya.


Shaka yang sedang menunggu bersama Elena, tiba-tiba mendengar bunyi ponselnya berdering.


Ken memanggil. Dia langsung segera menerima panggilan itu, takut ada yang mendesak.


''Halo, Ken ada apa.?'' Tanya Shaka langsung pada Ken.

__ADS_1


''Tuan apakah anda sudah membaca berita hari ini.?'' Bukan menjawab Ken justru kembali bertanya.


''Ken, saya sedang tidak ingin basa basi. Ada apa.?''Ucap Shaka dengan nada tegas.


''Tuan, hari ini berita tentang Nyonya Mitha sudah tersebar. Dan menjadi berita utama di setiap channel televisi.'' Jelas Ken membuat Shaka terkejut.


''Ken apa maksud ucapanmu. Saya sedang sibuk sekarang.'' Shaka hendak memutuskan panggilannya.


''Tuan, Saat ini kondisi kantor sedang kacau banyak di serbu oleh para wartawan. Berita mengatakan bahwa anda dan nyonya Mitha akan kembali bersama.'' Jelas Ken dengan cepat.


Shaka langsung melihat ke arah Elena dan melepas pelukannya.


''Sayang, aku akan berbicara sebentar.'' Pamit Shaka sedikit menjauh dari Elena.


''Ken, aku sedang di rumah sakit. Ayah masuk rumah sakit. Bantah semua berita yang beredar. Aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya. Bagaimana bisa orang yang meninggal bisa hidup kembali.''


''Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tutup semua pemberitaan media, jangan sampai Elena melihatnya.''


Shaka memerintahkan Ken untuk mengurus berita yang beredar. Shaka menarik nafas panjang untuk menetralkan suasana hatinya. Bagaimana pun saat ini yang menjadi fokusnya adalah Elena.


Shaka kembali menyusul Elena, bertepatan dengan dokter ayah mertuanya keluar dari ruangan ICU itu.


''Dokter bagaimana keadaan ayah saya.?'' Tanya Elena memegang tangan dokter ayahnya.


Dokter tidak langsung menjawab pertanyaan Elena, membuat Shaka juga ikut bertanya.


''Dokter, bagaimana ayah mertua saya, apakah ayah sudah baik-baik saja.?'' Tanya Shaka.


Dokter menarik nafas panjang lalu berkata.


''Tuan, dan nona saya dan dokter yang lain sudah berusaha sebisa kami. Tapi Tuhan berkata lain. Dengan berat hati saya nyatakan Tuan Dody Nugroho telah meninggal pukul 10:45 WIB.''


''Semoga tuan dan nona di beri kesabaran dan keikhlasan untuk mengantar kepergian beliau dengan damai.'' Ucap dokter.


Deg


Bagai di sambar petir, Elena tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


''Ayah..''


''Dokter pasti bohong. A.. ayah saya baik-baik saja tadi dok. Tidak mungkin, tolong periksa kembali dokter. Ini tidak mungkin.''


''A..ya..h...'' Elena kembali pingsan.

__ADS_1


Hati anak mana yang tidak akan hancur mendengar kabar orang tua yang paling di cintai meninggal. Mendengar mereka sakit aja membuat hati kita sedih. Begitulah yang sedang di rasakan Elena.


...****************...


__ADS_2